
Pagi itu,Sarah sengaja bangun lebih pagi dan langsung bergegas menuju dapur untuk memasak sarapan dan untuk makan siangnya.
Setelah selesai,Sarah segera mandi dan bersiap-siap menuju lokasi yang telah dikirimkan pimpinannya sebelumnya kepada Sarah
"Hari ini adalah hari yang berat sekaligus hari yang sangat aku nanti-nanti.Walau saat seperti ini bukan kali pertama lagi untukku,tetapi menurutku ini adalah awal permulaan yang harus aku tapaki untuk melanjutkan kehidupannku kedepan.Bang Hendri...doakan aku supaya bisa melalui semuanya nanti"gumam Sarah sambil nenghidupkan motor kesayangannya yang selama ini setia menemaninya
"Para pesertanya sepertinya sudah pada hadir,semoga aku tidak terlambat"gumam Sarah sambil melangkahkan kakinya menuju salah satu ruangan tempat dimana test akan dilakukan
"Selamat yah Bu Sarah,sebaiknya kita berangkat sekarang karena mulai hari ini juga Ibu akan bekerja disana"ucap pimpinan Sarah sebelumnya
Setelah tiba di tempat swalayan yang di tuju,Sarah langsung bergegas masuk karena kedatangannya sudah di tunggu disana
Setelah melakukan serah terima,Sarah pun memulai aktivitasnya disiang hari itu
"Jika ada kendala,maka dengan senang hati Bapak akan membantu Bu Sarah"ucap pimpinan Sarah sebelumnya sambil berlalu meninggalkan Sarah
"Awal yang baru untuk sebuah harapan yang baru"gumam Sarah sambil masuk kedalam ruangannya
.....
Enam bulan berlalu,Swalayan yang dipimpin oleh Sarah berkembang pesat,banyak ide-ide yang dilakukan Sarah untuk memajukan swalayan itu.Sarah juga mengunjungi beberapa Hotel,restoran dan usaha lainnya dan menjadikannya mitra kerja swalayan mereka
Siang itu,setelah selesai mengunjungi salah satu restoran yang akan menjalin kerja sama dengan swalayan yang dipimpin Sarah,dia menerima telepon dari Agus abang iparnya
"Sar....hari ini kakakmu akan di operasi karena janin didalam kandungannya ada masalah,jika kamu ada waktu tolong datang yah dek"pinta Agus
__ADS_1
"Kira-kira jam berapa operasinya bang"tanya Sarah memastikan
"Jam tujuh malam"sahut agus dengan suara yang bergetar
"Baiklah bang,nanti setelah pulang kerja,aku akan berangkat kesana.Semoga semuanya lancar bang dan tolong jangan menangis di hadapan kak Meli.Saat seperti ini,kitalah yang harus memberikan semangat dan kekuatan buat kak Meli dan bayinya"ucap Sarah mencoba memberi pengertian pada abang iparnya itu
Sore itu setelah pulang kerja,Sarah langsung bergegas menuju rumah sakit dimana Meli dirawat
Setelah melihat kondisi Meli yang sangat lemah,Sarah hanya bisa berdoa dan memasrahkan semuanya kepada sang Pencipta
Jam telah menunjukkan pukul 18:00,itu artinya satu jam lagi Meli akan di operasi.Walau dalam keadaan lemah,Meli memanggil Sarah dan Agus kedalam ruangan dimana dia di rawat
"Bang Agus...jika terjadi sesuatu hal kepadaku,tolong jaga dan rawatlah anak yang telah kita nanti-nantikan ini.Aku yakin abang bisa membesarkan dia tanpa kekurangan kasih sayang.Sar....selama ini kamu sudah banyak sekali mengalami kesedihan,tetapi saat nanti kakak pergi,kakak juga akan menambahkan kesedihan itu dan memberimu tanggung jawab yang sngat besar.Tolong besarkan anak kita ini dan tolong jaga dia seperti selama ini kamu selalu ada untuk kakak.Setelah aku pergi,aku harap kalian berdua bisa menikah dan membesarkan anak ini nanti"ucap Meli dengan begitu tenang sambil sesekali mengelus perutnya yang didalamnya ada satu orang bayi yang harus di selamatkan
"Kak...kakak ngomong apa,kakak akan baik-baik saja kok,aku yakin itu karena sebentar lagi kita akan kehadiran si bayi mungil yng sudah lama kita nantikan ini"sahut Sarah tersenyum dengan memeluk Meli dari belakang
"Apa maksudmu dek,yakinlah semuanya akan baik-baik saja,sebaiknya kita berharap yang terbaik buat keluarga kita ini.Sebentar lagi kamu akan masuk keruangan operasi,jadi tenangkan hatimu sekarang"ucap Agus sambil memegang tangannya Meli
"Aku akan merasa tenang saat kalian berdua berjanji akan saling membahagiakan dan akan menikah dan membesarkan anak ini nanti"ucap Meli
"Tapi dek...."
"Tolong bang,anggap saja ini adalah permintaan terakhir seseorang sebelum dia pergi meninggalkan dunia ini.Jadi aku mohon tolong mudahkanlah langkahku untuk menghadap Sang Pencipta"pinta Meli
.....
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Istri dan anak saya dok"tanya Agus saat melihat dokter yang melakukan operasi kepada Meli telah keluar dari ruangan operasi itu
"Keduanya selamat dan aku ucapkan selamat buatmu pak Agus karena telah menjadi seorang ayah dari gadis cantik yang baru .saja lahir"ucap sang dokter
"Terimakasih pak,oh yah pak apa kami sudah bisa melihatnya"tanya Agus begitu antusias
"Sebentar lagi mereka akan di pindahkan keruang rawat pasien,jadi bersabarlah"ucap sang dokter sambil berlalu dari tempat itu
"Selamat kak,kakak sudah sah menjadi seorang Ibu dan lihatlah adek bayinya begitu menggemaskan"ucap Sarah sambil menyerahkan bayi itu kepangkuan Meli
"Terimakasih dek,bang Agus tolong kemari sebentar"pinta Meli sambil memperbaiki sandaran tidurnya supaya memudahkannya untuk berbicara dengan Sarah dan Agus
"Aku sudah tidak kuat lagi,saat aku melihat anak ini telah terlahir kedunia ini,maka akupun akan pergi dengan tenang menghadap Tuhanku"ucap Meli
Saat Agus hendak memeluk Meli,tiba-tiba tubuhnya Meli melemah dan bayinya hampir jatuh dari pangkuannya
"Mel....apa yang terjadi"teriak Agus
"Mendengar teriakan Agus,Sarah langsung mengambil bayi kecil itu dari pangkuan Agus
"Meli telah pergi meninggalkan kita semua"ucap Agus sesaat setelah Agus memastikan dengan memegang urat nadinya Meli
Mendengar ucapan Agus barusan,Sarah langsung meletakkan bayi kecil itu di box bayi dan berlari menemui dokter yang kebetulan bwrtugas saat itu
"Bu Meli sudh pergi untuk selamanya"ucap dokter yang baru saja memeriksa Meli
__ADS_1
Sarah yang belum siap mendengar dan menerima kondisi saat itu langsung terjatuh di lantai
"Kak Meli...kakak adalah kakakku satu-satunya yang selalu siap menerima dan mendengarkan semua keluhanku.Tetapi sekarang ini kakak adalah kakak terjahat untukku,kakak bahkan tega meninggalkan bayi yang baru saja kau lahirkan ini kak.Kak...saat dia nanti menangis aku harus bagaimana kak,apa yang harus aku perbuat kak.Bagaiman dia bisa bertahan hidup sementara Ibunya malah memilih pergi meninggalkannya"tangis Sarah sambil memandangi wajah mungil bayi yang baru lahir itu