Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Aku Takut Bernasip Sama


__ADS_3

Setelah saling memperkenalkan diri,Sarah dan Seli pun berpamitan untuk pulang kerumah masing-masing


"Apa tidak sebaiknya kita makan dulu nak,kebetulan Bibi Sari sudah masak untuk makan siang"pinta Bu Dewi


"Maaf bu,kebetulan kami tadi sudah makan,mungkin lain kali saja Bu"tolak Sarah secara halus


"Baiklah nak,hati-hati di jalan.Jika ada waktu senggang sering-seringlah datang kerumah ini"tawar Bu Dewi


"Terimakasih Bu,akan kami usahakan yah Bu"sahut Sela


Sela dan Sarah pun langsung bergegas dan pergi dari rumah megahnya Ali tersebut


"Saat ini aku bahkan telah patah hati Sel"


"Apa maksudmu"sahut Sarah."Oh tunggu dulu,jangan bilang kamu minder dengan Ali Sar"


"Tepat sekali,mulai sekarang aku akan memblokir nomornya Ali.Aku hanya tidak mau menjadi masalah besar buat dia,apalagi setelah mendengar penuturan Bu Dewi dan Pak Darwin tadi.Orang yang sederajad dengan mereka saja bisa mereka tidak merestuinya,nah bagaimana dengan aku Sel,bisa-bisa aku dan keluarga besarku kena imbas dari keluarganya Bang Ali nanti"ucap Sarah dan langsung memblokir nomornya Ali saat itu


"Kamu jangan menghakimi orang lain dulu sebelum tahu duduk masalahnya Sar,selama ini kamulah tempat ku bertanya tentang masalah yang terjadi dengan hubunganku dengan bang Boy yang kurang lebih kasusnya sama seperti kamu dan Ali.Kamu yang selalu menguatkan aku Sar,bahkan kamu yang menyarankan aku untuk kawin lari saja jika orang tuanya Bang Boy masih belum setuju.Saat ini kamu yang membutuhkan nasehat itu Sar,maka lakukan lah itu"ucap Sela menasehati Sarah


"Menasehati itu mudah Sel,melakukannya yang sulit"sahut Sarah


"Tetapi lihat kami Sar,karena nasehatmu itu kami bisa melalui rintangan yang datang dalam hubungan kami Sar,bahkan sekarang Mamanya Boy akan sangat sedih jika dalam satu minggu saja aku tidak mampir kerumah mereka"sahut Sela tak mau kalah


"Sudahlah Sel,sebaiknya kamu fokus saja ke jalan di depanmu supaya kita cepat sampai dirumah"ucap Sarah


"Baiklah,jika kamu lelah maka sebaiknya kamu tidur saja"ucapa Sela


Sarah pun langsung menutup mukanya dengan jaketnya Sela yang ada di dalam mobil itu


"Untung saja aku sudah sempat menyimpan nomornya Ali.Lihatlah Sar,semakin kamu menghindar dari Ali,maka aku akan melakukan seribu cara untuk menyatukan kalin berdua.Nanti sepulang dari rumahmu,aku akan menghubungi Ali dan memberikan alamat rumahmu kepadanya"gumam Sela sambil senyum-senyum sendiri

__ADS_1


Setelah sampai di rumahnya Sarah,Sela langsung pamit untuk pulang dengan alasan mau menui Boy untuk membahas keperluan buat pernikahan mereka nanti


"Baiklah,kamu hati-hati di jalan dan jangan ngebut,ingat kamu belum nikah"ucap Sarah


"Dan kamu masih jomblo"sahut Sela sambil berlalu dari tempat itu


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh Lima menit,akhirnya Sela tiba di rumahnya.


Sela langsung memghubungi nomornya Ali yang sudah disimpannya di kontak ponselnya.


"Hallo...ini siapa"tanya Ali


"Aku Sela Al"sahut Sela dan langsung menceritakan kejadian tadi sewaktu di dalam mobilnya


"Jika memang kamu mencintainya dan tulus menerima kekurangan dan kelebihannya,sebaiknya kamu temui dia Al,aku sudah kirimkan alamat rumahnya lengkap dengan nomor ponsel Sarah yang baru"ucap Sela


"Terimakasih banyak Sel,aku bahkan berhutang banyak kepadamu"ucap Ali tulus


"Sekali lagi terimakasih banyak Sel"ucap Ali tulus


....


Sore itu,setelah beristirahat kurang lebih empat jam,Ali pun memutuskan untuk menemui Sarah ke kontrakannya


"Masih Sarah yang lama,yang tidak mau merepotkan orang lain,dia bahkan rela mengontrak disini hanya untuk memikirkan Sela yang akan repot mengantar jemputnya.Jika benar apa yang disampaikan oleh Sela tadi tentang perasaanmu padaky Sar,aku bahkan akan sangat beruntung jika memilikimu nanti "gumam Ali


Setelah memastikan alamat yang dikirimkan Sela dengan rumah yang ada didepannya,Ali pun mengetok pintu rumah itu


Sarah yang kebetulan sedang menyetrika pakaiannya,langsung bergegas menuju pintu rumahnya"Siapa sih orang yang datang ke kontrakan sore-sore begini"gumam Sarah sambil membukakan pintu rumah itu


"Hai Sar..."Sapa Ali saat melihat wajah Sarah yang sudah nongol dari balik pintu rumah itu

__ADS_1


"Bang Ali...Bang Ali tahu tempat ini dari siapa"tanya Sarah


"Apa tak sebaiknya di persilahkan masuk dulu"tanya Ali mengalihkan pembicaraan


"Maaf yah bang,aku tidak pernah menginjinkan laki-laki untuk masuk kerumah,jika abang tidak keberatan lebih baik kita ketaman depan yang berada di pintu masuk tempat ini tadi bang"saran Sarah


"Baiklah Sar,aku tunggu kamu di mobil saja"ucap Ali dan berlalu dari rumah itu menuju mobil yang di parkirnya di tempat parkir yng disediakan di kompek kontrakan tersebut


"Benar kata Nizam dulu,bahkan umurnya yang sudah mau kepala tiga saja masih takut membawa laki-laki untuk bertamu kerumahnya.Semoga Sarah bisa mempertahankan pendiriannya itu apalagi di kota ini yang terkenal sangat bebas akan pergaulannya"gumam Ali


"Maaf menunggu lama bang"ucap Sarah


"Tidak masalah Sar,ayo kamu naik saja"ucap Ali sambil membukakan pintu Untuk Sarah


"Terimakasih sebelumnya bang"sahut Sarah sambil masuk kedalam mobilnya Ali


....


"Tadi kamu bertanya tentang siapa yang memberi tahu alamat mu kan"tanya Ali mengulangi pertanyaan Sarah tadi."Seli yang sudah memberitahukan semuanya kepada aku Sar.Seli juga sudah menceritakan soal kecemasan mu terhadap perasaanku selama ini terhadapmu.Sar perlu kamu ketahui,perasaanku yang dulu terhadapmu masih sama dan bahkan bertambah seiring berjalannya waktu.Aku sedih saat kamu memblokir nomorku tadi,kedepan aku beharap jangan pernah pergi menjauh apalagi menghilang dariku seperti beberapa bulan yang lalu.Aku sudah berbicara tentang hubungan kita ini dengan orang tuaku"


"Maaf yah bang,aku hanya takut akan bernasip sama dengan masalalumu itu bang"ucap Sarah jujur


"Berhentilah membahas hal itu untuk saat ini Sar,ada saatnya nanti aku akan jujur dengan masalaluku itu,aku mohon beri aku waktu untuk itu"pinta Ali


"Baiklah bang,maafkan aku yang membuatmu merasa tidak nyaman saat ini"sahut Sarah


"Tidak masalah Sar dan lupakan masalah itu,oh yah Sar,jika kamu tidak merasa keberatan,aku mau bertanya tentang hubunganmu dengan Nizam saat ini"ucap Ali dengan hati-hati


"Diantara kami sudah tidak ada hubungan lagi bang" sahut Sarah.Sarah juga menceritakan tentang kedatangan Nizam beberapa bulan yang lalu ke kota itu untuk menemuinya.


"Tapi sejak saat itu,Nizam sudah tidak pernah lagi mengganggu aku bang"tutur Sarah

__ADS_1


__ADS_2