
Setelah sampai di tempat kerja,Sarah langsung menuju parkiran motor dan langsung pulang ke kostnya
Betapa kagetnya Sarah,saat melihat Nizam sudah menunggunya di sana
"Lumayan lama juga perginya Sar"tegur Nizam
Sarah menjelaskan maksud kepergiannya dengan Pak Ali itu semata-mata hanya karena pekerjaan
"Tetapi kalian sampai makan segala Sar,aku mungkin egois Sar,tapi entah mengapa kalau mendengar nama Pak Ali itu aku memang sangat tidak suka Sar"
"Apa Pak Ali mengatakan sesuatu kepadamu Zam"tanya Sarah
Nizam langsung menunjukkan foto mereka saat sedang makan siang tadi
"Aku tidak tahu siapa yang tidak suka dengan hubungan kita,tapi ku mohon Zam kedepan kita harus saling mengontrol emosi masing-masing,aku juga akan bicara langsung dengan Pak Ali"
"Baiklah Sar"
Setelah mengobrol banyak,Nizam pun pulang ketempat kostnya
.....
Keesokan harinya,Pak Ali memanggil Sarah ke ruangannya
"Selamat pagi Pak"
"Pagi Sar silahkan duduk"
Pak Ali langsung menyinggung tentang foto dirinya dengan Sarah saat mereka makan siang kemarin yang dikirim seseorang kepadanya
"Berarti orang yang sama juga yang telah mengirimnya ke Nizam Pak,nomornya masih Sarah hapal "sahut Sarah
Setelah dirasa cukup untuk membahas masalah yang terjadi,mereka berdua pun kembali bekerja
"Ada seseorang yang tidak senang dengan hubungan kalian ini Sar,tapi aku jadi sedih melihat wajahmu tadi yang seolah-olah takut akan kehilangan Nizam"batin Pak Ali
Pulang kerja,Sarah berencana ingin pergi untuk sekedar cuci mata ke salah satu mall di kota itu
"Apa itu memang Nizam"batin Sarah "Tapi wanita yang disana itu siapa"
__ADS_1
Emosi Sarah tiba-tiba meluap bahkan Sarah sudah melangkahkan kakinya ketempat dimana Nizam berada"Tenang Sar,kamu jangan gegabah"batin Sarah
Sarah pun memilih untuk memantau mereka dari jarak dekat
"Desi...lagi lagi Desi"batin Sarah
"Kamu jangan kelewatan Des,apa maumu"tanya Nizam
"Aku hanya mau kamu,tinggalkan Sarah dan menikalah denganku.Jika kamu menjalin hubungan dengan orang lain,mungkin itu tidak menjadi masalah dengaanku Zam.Tetapi kenapa harus dengan Sarah Zam,apa kelebihan dia"suara Desi sedikit berteriak
"Kamu bertanya apa kelebihan dia"tanya Nizam.
"Pasang telingamu dengan baik,jangan bandingkan Sarah dengan wanita manapun apalagi denganmu.Saat aku hilang tujuan di kota ini,dia ada menemaniku,dia memberiku semangat,saat aku hendak kembali menjadi pria brengsek dia bahkan rela menentang keluarganya demi kebaikanku.Kamu harus tahu juga, dia bahkan sudah seperti Ibuku yang selalu mengingatkan aku untuk selalu melakukan hal-hal baik.Jadi sekali lagi aku ingatkan,jangan bandingkan dia dengan orang lain apa lagi denganmu,itu sangat jauh Des"
"Aku tahu aku salah Zam,tapi itu sudah masa lalu bagi kita"
"Nah itu kamu tahu,bagiku kamu juga adalah masalalu yang harus dilupakan .Kalau kamu adalah seorang perempuan baik,kamu pasti akan malu saat mengancam dengan cara akan menyebarkan foto yang tidak pantas itu.Tapi perlu kamu ketahui Des,Sarah tidak akan terpengaruh akan hal itu"
"Kita lihat saja nanti Zam"
Desi berlalu begitu saja dari tempat itu
Ponsel Sarah berdering,ternyata yang menghubungi adalah Nizam
"Hallo Zam,ada apa"
"Kamu sedang dimana sekarang Sar"
"Aku sedang keluar sebentar ke Mall x,aku mau membeli pakaian karena minggu depan kami ada meeting keluar Zam,bajuku tidak ada yang cocok lagi untuk digunakan nanti"ujar Sarah
"Kebetulan sekali Sar,aku juga sedang disini sekarang,kita bertemu sekalian makan Sar,tunggu sebentar aku akan sampai disana"langsung memutuskan panggilan tersebut
"Ada apa mengajak aku bertemu disini,malam nanti kan kita bisa bertemu "basa-basi Sarah sambil menunggu apakah Nizam jujur tentang pertemuan dan hasil pembicaraan Nizam tadi dengan Desi
Nizam menceritakan keberadaannya disana karena permintaan Desi
"Ternyata Desi yang sudah mengirimkan foto itu Sar,dia juga mengirimkannya ke Pak Ali"lapor Nizam
"Dari mana kamu tahu Zam"Sarah berpura-pura tidak mengetahui kejadian yang tadi sempat didengarnya
__ADS_1
"Tadi Desi sendiri yang jujur padaku,dia menyuruh temannya untuk mengikutimu sampai kesana dan memantau semua kegiatanmu dengan pak Ali kemarin"
"Kenapa dia bisa seterobsesi itu kepadamu Zam"tanya Sarah
"Aku tidak tahu Sar,yang aku tahu dia orangnya nekat"jawab Nizam
"Apa ada solusi lain untuk menghindarinya,atau mungkin kamu sudah terlalu keras dengannya selama ini,sehingga dia pun mencari perhatian dengan berulah,dia berharap dengan seperti itu,maka kamu akan berpaling dengannya Zam.Sebaiknya kamu jangan menabuh gendang perang dengannya,maka dia pun akan semakin lepas kendali Zam.Coba ajak dia bicara dari hati ke hati Zam,semoga dia bisa terima dengan keadaan yang sekarang ini"saran Sarah
"Aku malas melihatnya Sar"
"Tapi percayalah,dia seperti itu karena mungkin masih ada yang belum selesai diantara kalian.Sebaiknya pertemukan dia dengan keluargamu dan keluarganya juga,sampaikan kepada mereka dengan baik-baik bahwa kamu merasa terganggu atas sikap dia.Dengan kehadiran keluarganya disana,mereka bisa memberi pengertian nantinya ke Desi"saran Sarah
"Baiklah Sar,akan aku cari waktu yang tepat dan mengabari keluarganya nanti.Terimakasih buat sarannya Sar"
Setelah mereka selesai makan,Sarah pun memilih pulang sendiri ke kostnya
.....
"Kamu ngapain disini"tanya Sarah
"Aku sengaja datang kesini untuk memberimu peringatan,jauhi Nizam"ketus Desi
"Apa aku tidak salah dengar"tanya Sarah
"Tentu tidak,tadi kami baru ketemu di mall X,dan dia janji akan secepatnya meninggalkanmu demi aku"ucap Desi dengan sombongnya
"Oh yah,dan kamu perlu tahu,tadi kami baru selesai makan di mall yang kamu sebutkan tadi.Kami juga habis berbelanja baju dan satu lagi lihat ini"sambil menunjukkan kotak perhiasan yang sengaja di beli Sarah tadi saat ke mall.
"Nizam baru menghadiahiku satu set perhiasan sebagai bukti cintanya kepadaku,jadi kamu bisa simpulkan sendiri dong mana yang betul nyata atau sedekar halusinasi.Satu lagi,kedepan kalau kamu masih membuntuti dan mendatangi serta mengganggu ku ketempat ini,maka aku tidak akan segan-segan menghajarmu"sambil menangkap tangan Desi yang berusaha untuk menampar Sarah."Ingat jangan coba-coba tangan kotormu ini menyentuh sedikit pun ujung rambutku,karena kalau tidak,jangan salahkan aku akan bertindak lebih dari yang sekarang"sambil memelintir tangan Desi secara spontan
"Sakit Sar lepaskan tanganku,dasar wanita barbar"
"Apa tidak terbalik bahasamu itu, bahasa mu yang tadi cocok untukmu wanita yang tidak punya pendirian"sambil melepaskan tangan Desi
"Segera pergi dari sini,sebelum aku bertindak kasar terhadapmu"usir Sarah
"Kurang ajar"Desi pun berlalu dari tempat itu dengan hati yang sangat emosi
"Lihat pembalasanku Sar,kalau Nizam menolak aku sekarang,maka sebaliknya,kamu yang akan menolak Nizam nantinya"seringai licik Desi
__ADS_1
Setelah kepergian Desi dari tempat itu,Sarah langsung masuk ke kostnya dan langsung membersihkan diri
"Ada yah perempuan seperti Sarah,sebenarnya aku kasihan melihatnya tadi,tapi kalau aku lemah dihadapannya,maka dia akan menindas aku dan bahkan akan semena-mena dengan hubungan ku dengan Nizam"batin Sarah