
Satu bulan berlalu
"Ma...sebenarnya hatiku masih sangat berat untuk menerima kehadiran seseorang di dalam hidupku ini,tetapi disatu sisi aku juga tidak bisa mengabaikan permintaan terakhir papa"ucap Ali saat mereka sedang sarapan pagi itu
"Mama serahkan semuanya kepadamu nak,mama juga tidak akan memaksa walau itu pesan terakhir papa sebelum pergi meninggalkan kita.Mama sudah pernah salah atas keputusan mama,dan kali ini mama hanya mendukung setiap keputusan yang akan kamu ambil"ucap Bu Dewi sambil mengelus pundak anak bungsunya itu untuk memberi kekuatan kepada Ali
"Jika tidak ada halangan,besok setelah pulang kerja kita akan pergi kerumah Sani untuk membahas hal ini Ma"ucap Ali sambil memasukkan suapan makanan terakhir kedalam mulutnya
"Baiklah nak,Ibu akan membantu untuk menyiapkan keperluan yang akan kita bawa nanti kesana"ucap Bu Dewi
"Satu lagi ma,Ali mau pesta pernikahan kami nanti dilakukan dengan sederhana saja dan tidak perlu mengundang orang yang terlalu banyak.Dan semoga kedua orang tuanya Sani setuju melakukan pernikahan kami nanti di kampung halaman mereka"ucap Ali dengan sorot mata yang kosong
"Mama setuju akan semua permintaanmu nak"ucap Bu Dewi
Keesokan harinya sepulang kerja Ali bersama keluarganya bergegas menuju rumahnya Sani.Setelah membahas dan sepakat akan mengadakan pesta pernikahan antara Sani dan Ali tiga bulan lagi,mereka semua kembali pulang kerumah
Sementara orangtuanya Sani akan pulang ke kota asal mereka yaitu kota X untuk mempersiapkan pesta pernikahan putri semata wayang mereka
****
__ADS_1
"Pestanya tergolong sangat meriah karena mereka mengundang para pedagang berbagai macam makanan saat hari H nanti.Bapak dengar calon suaminya Sani itu adalah pengusaha sukses dari kota B"ucap Bapak setelah tiba di rumah dari rumah orang tuanya Sani.Semua pedagang yang akan memasok makanan nanti di acara pesta pernikahan Sani sengaja di undang sore itu untuk membahas jumlah makanan yang harus disiapkan dan penataan tempat karena berhubung acara pernikahan sekaligus acara resepsinya akan dilakukan di outdoor.
"Entah kenapa perasaanku belakangan ini merasa tidak tenang"gumam Sarah sambil menyiapkan bahan yang akan di gunakan untuk jualan mereka besok
"Sar....jika kamu tidak keberatan sebaiknya kamu saja yang menangani acara nanti yah nak,bapak dan Ibu akan tetap ikut kesana dan akan di bantu dengan semua karyawan kita.Mereka juga memesan beberapa menu tambahan yang harus kita masak disana.Bapak juga kurang paham dengan cara yang mereka inginkan,kalau untuk masalah pembayaran semuanya sudah mereka transfer ke rekening bapak"ucap pak Kenan
"Baiklah Pak"sahut Sarah
*****
"Pagi itu Sarah dan Ismi serta beberapa karyawan mereka sedang bersiap-siap untuk berangkat kerumahnya orangtuanya Sani.Hari itu Sarah ingin melihat dimana posisi mereka akan meletakkan barang-barang yang akan mereka gunakan besok
Setelah menanyakan pada panitia,Sarah dan Ismi langsung menuju tempat yang telah di beri nama oleh panitia pesta
Benar saja suara itu adalah milik suaminya sendiri yang beberapa tahun belakangan ini Sarah lupakannya dan telah berusaha mengubur segala kenangan tentangnya
"Sebaiknya aku akan memberitahukan hal ini kepada Ismi sebelum bang Ali dan keluarga mereka mengenali kami berdua.Ya Tuhan apakah dunia ini begitu kecil sehingga aku harus bertemu kembali dengan bang Ali.Saat ini aku hanya ingin hidup bahagia tanpa adanya tekanan atupun penolakan akan diriku dan anakku"batin Sarah sambil mencari keberadaan Ismi
"Apa yang terjadi kak"tanya Ismi setelah mereka tiba di salah satu ruangan kosong disekitaran rumahnya Sani
__ADS_1
"Gunakan maskermu karena bang Ali ada ditempat ini,jika aku tidak salah lihat di kertas undangan tadi,nama bang Ali yang tertera disana dan itu berarti Alilah yang akan menjadi pengantin prianya besok.Ismi keberadaan kita tidak boleh diketahui oleh keluarga mereka dan kita juga tidak perlu memberitahukan hal ini kepada Bapak dan Ibu"ucap Sarah dengan berbisik
"Tenang saja kak,besok kita akan bersikap seolah-olah tidak mengenal mereka dan sebaiknya besok kita tidak perlu ikut meladeni para tamu"saran Ismi kepada Sarah
Siang itu,keluarga dari kedua mempelai telah berjalan menuju panggung yang telah disiapkan oleh WO.Sarah yang melihat Ali menggandeng tangan Sani merasa sedih sekaligus marah,janji yang dulu di ucapkannya kepada Sarah telah dilanggarnya saat itu
"Sar...kamu tidak perlu sedih saat ini,kamu harusnya bahagia karena itu artinya kamu sudah lebih mudah lepas dari ikatan pernikahan toxik yang kalian jalani.Saat ini kamu hanya perlu fokus membesarkan Andra dan membahagiakan keluarga yang telah menerimamu dengan tulus selama ini"batin Sarah sambil mengelap pipinya yang basah
"Selamat buatmu Ali kurniawan,semoga kedepan istrimu tidak akan menerima penolakan dan sikap sombong dari keluargamu"gumam Sarah sambil memalingkan wajahnya ke arah yang lain
Sementara Ali yang tiba-tiba merasa tidak tenang dan tiba mengingat dan membayangkan wajahnya Sarah
"Aku yakin saat ini mereka berdua akan baik-baik saja"gumam Ali sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut tempat itu dan berharap bisa menemukan Sarah disana
*****
"Sebaiknya kita pulangnya duluan saja Is,aku hanya tidak mau mereka melihat keberadaan kita disini"bisik Saraha tepat di telinganya Ismi
"Baiklah kak,aku akan pamit dulu kepada Bapak dan Ibu dan akan meminta beberapa karyawan untuk berjaga di dekat bapak dan Ibu"sahut Ismi sambil bergegas menemui kedua orang tuanya yang sat itu sedang duduk santai di pojokan tenda yng mereka tempati
__ADS_1
"Kak aku minta maaf jika nanti perkataanku akan menyinggung dan menyakiti perasaan kakak.Saat aku melihat bang Ali dengan Sani tadi berjalan menuju panggung,sepertinya bang Ali melakukan pernikahan mereka itu dengan keadaan terpaksa.Wajahnya bang Ali menunjukkan seolah saat itu dia tidak nyaman tetapi berusaha untuk tetap tersenyum.Aku yakin saat ini hanya nama kakaklah yang masih mengisi relung hatinya bang Ali"ucap Ismi dengan berhati-hati
"Bagiku semuanya sudah berlalu Is,saat dia telah menipuku dengan cara berhubungan dengan Teri,maka saat itu bagiku dia bukan lagi orang yang harus aku jaga perasaannya.Saat aku telah memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah,maka saat itu aku juga telah memutuskan hubungan dengannya.Bagiku orang yang tidak bisa menjaga hatinya,maka orang itu tidak perlu diberikan kesempatan.Kepercayaan yang aku berikan selama ini kepadanya sangat berarti dan sangatlah mahal.Sebaiknya kita lupakan hal itu dan lebih baik kita fokus kepada semua rencana indah tadi"ucap Sarah dengan penuh penekanan