Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Awal dari Semua Kebaikan Yang Menghampiri


__ADS_3

Setelah pulang kerja,Ali langsung masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya


"Hallo Sar....apa aku mengganggu mu saat ini"tanya Ali sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya sore itu


"Tidak mengganggu juga bang,kebetulan aku sudah selesai melakukan aktivitasku semuanya bang"sahut Sarah


"Baiklah Sar,jika kamu tidak merasa keberatan bolehkah saat ini aku menceritakan semua hal yang sedang aku alami saat ini"tanya Ali begitu berhati-hati


"Dengan senang hati aku akan mendengarkan semuanya bang"ucap Sarah


Ali pun menceritakan semua yang terjadi dalam hidupnya beberapa bulan belakangan ini.Ali juga menceritakan tentang penolakan Bu Dewi atas keputusan Ali yang akan menjadikan Sarah sebagai istrinya


"Bang....terimakasih buat niat tulus abang untuk saya,tetapi aku mohon untuk saat ini tolong untuk tidak membahas hal ini dulu.Seorang Ibu akan melakukan reaksi yang sama saat mengetahui anaknya akan menjadikan seorang wanita menjadi istrinya yang dimana si wanita itu telah ditinggal mati oleh calon suami sebelumnya.Bang jika tadi abang menanyakan tentang perasaanku saat ini terhadap abang,jujur untuk saat ini aku tidak bisa menjawab dan memberimu kepastian.Saat ini hatiku belum bisa pulih atas duka yang telah terjadi dikehidupanku.Tetapi kedepan aku tidak bisa memastikan apakah aku akan memilih untuk hidup sendiri atau mungkin akan menerima hati seseorang yang bisa merubah pendirianku saat ini.Tetapi satu yang aku minta bang,cobalah membuka hati untuk seseorang diluaran sana,cobalah untuk mengerti tentng perasaan dan kemauan Bu Dewi untuk putranya saat ini"ucap Sarah mencoba memberikan saran untuk Ali


"Sar...jujur untuk saranmu tadi tentang mencoba untuk membuka hati dengan wanita lain sudah pernah aku lakukan,tetapi aku malah sedih dan kembali terjerat dalam kenangam bersamamu.Sebelum kepergian Hendri,dia sering sekali menghubungiku dan menceritakan perasaanya yang begitu dalam terhadapmu.Dia bahkan menjaga hati dan seluruh hidupnya hanya untuk sebuah nama yaitu kamu Sar.Belakangan setelah kepergiannya,aku baru menyadarinya bahwa kami memiliki beberapa kesamaan.Dia juga menitipkanmu kepadaku dan memintaku untuk berjanji akan selalu melindungimu Sar.Baiklah...kedepan mari kita jalani kehidupan ini dengan normal saja,tetapi satu yang aku minta kepadamu tolong jangan larang aku untuk mengetahui kabar dan keadaanmu kedepan"ucap Ali


"Baiklah bang,tapi aku minta tolong jangan terlalu keras terhadap Bu Dewi,lembutkan hatimu dan tolong pahami keinginannya bang"ucap Sarah sebelum mengakhiri panggilan itu

__ADS_1


"Aku bisa memahami keinginan Bu Dewi,aku bisa memahami ketakutan Bu Dewi saat ini,seorang Ibu akan sangat mengkhawatirkan siapa yang akan menjadi calon menantunya nanti.Kondisiku saat ini adalah seorang wanita yang di tinggal mati oleh calon suaminya dan pasti akan menjadi citra buruk buat keluarga besar si laki-laki jika akan menerima si perempuan seperti aku.Semoga bang Ali segera dipertemukan dengan seorang wanita yang benar-benar sesuai dengan keinginan Bu Dewi dan yang akan menjadi jodoh terkhir buat bang Ali"ucap Sarah sambil menghapus air mata dipipinya yang tiba-tiba jatuh


Malam itu Sarah tertidur dilantai rumahnya karena kelelahan menangis sehingga tidak menyadari kalau dia tertidur di lantai dan bukan di tempat tidurnya


"Astaga...badanku terasa sakit dan pegal semua"ucap Sarah sambil bergegas menuju dapur rumahnya untuk memasak untuk bekal dia hari itu


Sementara di kota B


"Ali...nanti sore sepulang kerja,tolong temani Mama ketempat salah satu teman arisan Mama,teman Mama juga sudah berjanji akan mengenalkanmu dengan anak gadisnya yang baru pulang dari kota M karena dipindah tugaskan ke kota ini.Semoga kali ini kamu tidak menolak dan kamu tidak mencari alasan untuk bisa pulang dari tempat kerja mu nanti dengan tepat waktu"ucap Bu Dewi


"Baik Ma,nanti Ali akan usahakan"sahut Ali sambil mengakhiri sarapannya pagi itu


"Sar....walau dengan berat hati,aku akan melakukan nasehatmu itu,semoga dengan mengikuti saranmu,hati Mama bisa tersentuh dan kembali menyetujui hubungan kita tanpa membahas statusmu kepada semua orang"gumam Ali sambil menghidupkan mobilnya menuju kantornya


Sementara di rumahnya Ali


"Ma...sebaiknya kamu jangan terlalu memaksakan diri untuk mencarikan jodoh buat Ali.Sebagai orang tua kita memang menginginkan kebahagiaan buat anak kita,tetapi kita harus mempercayakan masalah jodohnya Ali kepada dia sendiri.Kita hanya perlu mendukung semua pilihan dia Ma"ucap pak Darwin menasehati istrinya itu

__ADS_1


"Pa...Mama hanya tidak mau anak kita mengharapkan keberadaan Sarah yang jelas-jelas kita tahu telah oergi meninggalkan dia dan lebih memilih lelaki itu.Saat si lelaki itu telah pergi,mama hanya tidak mau dia mencari kesempatan untuk mendekati Ali lagi"ucap Bu Dewi


"Jangan terlalu berpikiran buruk terhadap seseorang Ma"ucap Pak Darwin sambil beranjak dari tempat duduknya pagi itu


"Sar...Mama mengajakku untuk bertemu dengan teman arisannya dan akan menjodohkan aku dengan anak temannya itu.Sar...sebenarnya aku mau menolak ajakan Mama itu,tetapi karena mengingat pesanmu kemarin,aku mencoba untuk mengikuti kemauan Mama.Beberapa bulan belakangan ini,setiap bertemu dengan Mama kami akan berantam dan membahas hal yang sama setiap hari.Semoga kedepan semuanya akan baik-baik saja Sar"curhat Ali saat panggilan di ponselnya telah tersambung dengan Sarah


"Aku yakin saat abang mencoba mengikuti kemauannya Bu Dewi,maka kebahagiaan akan berpihak padamu bang"ucap Sarah dengan tulus


Sore itu,setelah selesai bekerja Sarah dipanggil oleh salah satu karyawan untuk menghadap pimpinan di swalayan itu


"Apa yang akan terjadi lagi,apa aku telah melakukan kesalahan.Ya Tuhan semoga ini bukanlah hal buruk"batin Sarah sambil melangkahkan kakinya menuju rungan pimpinan saat itu


Setelah tiba di depan ruangan pimpinan itu,dengan rasa gugup Sarah memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan itu


"Maaf pak,apa bapak manggil saya ke ruangan ini"tanya Sarah setelah di persilahkan duduk oleh pimpinan itu


"Benar Bu Sarah,saya sengaja memanggil Ibu untuk membicarakan pekerjaan dan tentang penawaran perusahaan buat Ibu Sarah.Saat ini perusahaan sedang membutuhkan seorang pimpinan untuk salah satu cabang swalayan kita di kota ini.Untuk semua para kandidat yang akan ikut, besok akan diadakan test di salah satu cabang swalayan kita,saya harap Ibu mau menerima kesempatan ini.Saya yakin Bu Sarah pasti lolos dalam seleksi besok karena selama ini Bu Sarah menurut saya sangat mudah memahami semuanya.Jika boleh saya bertanya,apa sebelumnya Ibu pernah bekerja di bidang yang sama dengan pekerjaan kita saat ini"tanya pimpinan itu

__ADS_1


Sarah pun menceritakan semua pengalamannya selama bekerja di kota yang sama dan dibidang yang sama juga


"Semoga hal ini adalah awal dari semua kebaikan yang akan menghampiri perjalan kehidupan ku selanjutnya"batin Sarah sambil melangkahkan kaki meninggalkan ruangan pimpinan itu


__ADS_2