
Setelah Nizam dan kak Lilis berlalu dari tempat itu,Sarah pun menemui Desi
"Des...kalau memang Nizam adalah ayah dari anak yang sedang kamu kandung,aku tunggu kamu dan keluargamu hari ini di rumah kak Lilis.Aku janji akan melepaskan Nizam untukmu kalau itu hasil perbuatan kalian"sambil berlalu dari sana
Sarah langsung mengikiti Lilis dan Nizam menggunakan motornya ke rumahnya kak Lilis.Setelah tiba sana,Sarah pun memilih menunggu di luar rumah saja
"Kenapa kamu kesini,bukannya kamu tidak percaya kepadaku"tanya Nizam
"Aku hanya menunggu kedatangan Desi dan keluarganya datang ketempat ini "jawab Sarah
"Sudahlah Sar,Zam,sebaiknya kita masuk saja dulu,barangkali mereka memang mau kesini"saran kak Lilis
Benar saja,tidak menunggu lama Desi dan kakaknya langsung datang kerumahnya kak Lilis
"Mau apa kamu datang kesini"tanya Nizam dengan wajah yang tidak bersahabat
"Aku minta maaf sebelumnya Zam,aku gak tahu harus berbuat apa.Dulu kamu sangat mencintai aku Zam,maka dari itu aku datang kepadamu,siapa tahu kamu luluh dan bisa menerima aku dengan keadaan ku yang sekarang"
"Dulu aku terlalu naif sehingga menerima kamu begitu saja,berapa kalipun kamu melakukan kesalahan maka aku akan selalu memafkan dan menerimamu.Tapi sayang Des,itu hanya masalalu yang tidak akan terulang kembali lagi"
"Aku minta maaf Zam,aku juga minta maaf Sar yang sudah mengganggu hubungan kalian.Jujur aku sangat menyesal telah meninggalkan Nizam dulu,ini mungkin karma buat aku.Saat si Jordan tahu aku sedang mengandung,dia bahkan tidak mau bertanggung jawab dengan alasan bahwa janin ini belum tentu miliknya.Aku yang bodoh termakan rayuan dia,aku juga sudah di jodohkan dengan lelaki baik,tapi hati ini tidak bisa menerimanya dan malah mengharapkan si Jordan"ucap Desi
"Mulai hari ini tolong jangan mengganggu hubungan kami lagi Des.Mulailah hidupmu dengan baik,anak yang kamu kandung itu tidak salah,kalian orang tuanyalah yang salah"ucap Nizam
"Terimakasih Zam,sekali lagi aku minta maaf,kami pamit Zam"sahut Desi
Setelah Desi dan kakaknya pergi,Sarah pun pamit untuk pulang ke kostnya
"Baiklah Kak,Zam,aku pulang dulu,kamu istirahatlah Zam" pamit Sarah
"Sar,kakak bisa minta tolong ngak,kakak mau pergi ke acara nikahan teman kakak,barangkali Nizam nanti membutuhkan bantuanmu,kamu jangan segan di rumah ada si Putri sedang tidur di kamar"
"Baiklah kak,tapi kakak tidak lama kan,soalnya siang nanti Sarah harus pulang ke kost kak"
__ADS_1
"Tenang Sar,kakak hanya sebentar saja kok,kalau kalian mau makan,langsung ambil saja nanti di dapur,kakak sudah masak tadi"
"Baik Kak"
Setelah kepergian Kak Lilis,Sarah lebih memilih istirahat diruang tamu rumah itu
"Sar kita makan dulu yah,aku sudah lapar soalnya tadi belum sarapan"ajak Nizam
"Silahkan tunggu di meja makan Zam,aku akan hidangkan"ucap Sarah
Tak ada yang memulai pembicaraan diantara keduanya,mereka lebih memilih diam dan menghabiskan makan yang ada di piring masing-masing
Setelah selesai makan,Sarah mengajak Nizam untuk duduk di ruang tamu rumah itu
"Aku minta maaf Sar,aku sudah melanggar janjiku untuk tidak mendekati Desi lagi"mohon Nizam
"Sudalah Zam,tidak perlu lagi mengingat yang sudah berlalu"
"Jangan seperti ini Sar,aku minta maaf,aku harus bagaimana biar kamu bisa percaya samaku"
"Kamu bilang ini tidak perlu Sar,bagi kamu mungkin ia,tapi bagi aku perlu Sar,hubungan ini sangat perlu bagi aku.Aku dengar kamu sedang di jodohkan dengan seseorang,aku gak tau itu benar atau tidak"
"Benar Zam"jawab Sarah
"Oh...selamat buatmu sayang"Nizam bertepuk tangan dan tertawa seolah mengejek Sarah
"Dengar dulu Zam"
"Tidak perlu Sar,keluargamu pasti sudah memilihkan jodoh yang baik dan pasti cocok denganmu kan"
"Tolong dengarkan aku dulu Zam"suara Sarah sudah mulai meninggi"Aku datang kesini bukan membahas itu,siapa pun yang memberitahukan itu padamu,aku tidak peduli Zam,bagiku itu tidaklah perlu"
"Apa yang perlu bagimu Sar"tiba-tiba Nizam meninjukan tangannya berulang-ulang ke dinding
__ADS_1
"Hentikan Zam,tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan cara seperti ini.Kamu sudah berjanji kepadaku supaya tidak melukai dirimu seperti ini,tapi apa yang kamu lakukan sekarang,obati lukamu Zam karena aku mau pulang"Sarah pun langsung berlalu dari tempat itu
"Tunggu Sar,aku belum selesai bicara"
"Tenangkan pikiranmu dulu,kalau kamu sudah tenang,temui aku untuk memperjelas hubungan diantara kita"Sarah tidak menghiraukan Nizam lagi
Seminggu berlalu,baik Sarah maupun Nizam tidak ada yang berusaha untuk menghubungi satu sama lain
Sore itu setelah pulang kerja,Sarah dan pak Ali pergi jalan sore ke sebuah taman di kota itu
"Oh ternyata kamu disini"tanya Nizam yang melihat keberadaan Sarah disana
"Hai Zam"sapa Sarah
Nizam langsung pergi dari tempat itu ketika melihat Pak Ali juga ada disana"kamu bahkan pergi jalan berdua dengan pak Ali,atau jangan-jangan ini caramu supaya kita putus dan kamu bisa bebas dengan Pak Ali"batin Nizam
"Siapa tadi yang datang kesini Sar"tanya Pak Ali
"Tadi Nizam kesini Pak,tapi dia sudah langsung pergi pak"jawab Sarah
"Baiklah mari kita makan"
Setelah makan,mereka pun pulang dari tempat itu.Pak Ali sengaja mengantarkan Sarah ke kostnya karena kebetulan hari ini dia pergi kerja tidak menggunakan motor
"Terimakasih pak Buat traktiran dan tumpangannya"
"Sama-sama Sar,saya pamit dulu"Pak Ali pun berlalu dari sana
"Ternyata seperti ini caramu menghindari aku,kamu bilang supaya aku tenangin pikiranku dulu,tapi apa Sar kamu malah kesempatan pergi berduaan dengan Pak Ali.Sekarang aku bertanya kepadamu Sar,mau dibawa kemana hubungan ini,apa maumu sekarang"tanya Nizam dengan sangat emosi setelah Sarah duduk disamping nya
Melihat Nizam yang sudah sangat emosi,Sarah pun berusaha supaya tidak terpancing.Sarah juga mencium aroma napas Nizam yang sudah bau minuman beralkohol.
"Jawab Sar,jangan diam saja.Kamu kemarin minta kejelasan dari hubungan ini kan,baik aku akan berikan kejelasannya Sar.Mulai malam ini diantara kita tidak ada lagi hubungan apapun,kita jalani hidup kita masing-masing.Mulai sekarang kamu juga bebas mau berhubungan dengan siapa saja,tidak ada larangan dari siapapun lagi Sar"Nizam sengaja menghisap rokok ditangannya untuk mengurangi emosinya yang sudah memuncak."Selama kita menjalin hubungan kurang lebih dua tahun,aku selalu menjaga kamu,aku bahkan tak berani berbuat macam-macam kepadamu karena menurutku kaulah nantinya yang akan menjadi ibu dari anak-anak ku Sar"
__ADS_1
"Zam kamu sebaiknya pulang,keadaanmu sedang tidak baik sekarang"ucap Sarah