Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Aku Akan Membiasakan Diri


__ADS_3

Keesokan harinya,setelah bangun Sarah langsung siap-siap untuk berangkat ke bandara sendiri karena dia tidak mau merepotkan Ali lagi


"Aku berangkat yah Sar,maaf aku tak bisa mengantarkan kamu ke bandara.Ini kunci untuk kamu bawa pulang,jadi kapan kamu datang kerumah,kamu bisa langsung masuk tanpa harus menunggu aku sampai dirumah"ucap Seli sambil menyerahkan satu buah kunci rumah itu kepada Sarah


"Terimakasih buat semuanya Sel,sampai bertemu dua bulan lagi,semoga urusanmu dengan bang Boy dimudahkan yah,semoga tidak ada hal yang yang menghalangi niat baik kalian berdua"ucap Sarah sambil memeluk sahabatnya itu


"Amin Sar,semoga kamu tetap semangat dan hubungan kalian berdua menemui solusi yang terbaik.Saat kamu sampai di kampung nanti,tetaplah semangat dan tetaplah Sarah yang aku kenal kuat,mandiri dan selalu mempunyai solusi untuk setiap masalah"sahut Sela


"Amin Sel,semoga doa yang baik itu di dengar oleh Yang Kuasa"ucap Sarah


.....


Setelah memesan taxi online dari ponselnya,Sarah langsung berangkat menuju bandara pagi itu


Di tempat kerjanya Ali,


Setelah selesai meeting,Ali langsung bergegas keruangannya karena jam telah menunjukkan pukul sembilan pagi.Ali langsung menghubungi Sarah untuk menanyakan posisinya saat itu


"Aku sudah di bandara bang"sahut Sarah saat ponsel Ali tersambung


"Aku akan segera kesana"sahut Ali langsung memutuskan panggilan di ponselnya itu


"Semoga aku belum terlambat tiba disana Sar,entah kenapa perasaanku berkata bahwa kamu akan menjauh dari aku dan mungkin hubungan kita ini akan berakhir"batin Ali saat mengendarai mobilnya


Setelah tiba di bandara,Ali langsung menemui Sarah dan langsung memeluknya


"Aku minta maaf tidak bisa mengantarkanmu pulang ke kampung Sar,aku harus lebih giat kerja supay bisa cepat mengumpulkan uang dan akan segera melamar kamu.Baiklah Sar kamu hati-hati yah,semoga secepatnya kita bisa kembali bertemu dan tak dipisahkan oleh jarak dan waktu lagi.Tolong jaga hatimu untukku Sar,aku juga akan tetap menjaga hatiku untukmu di sini"ucap Ali


"Baiklah bang,aku akan masuk ke dalam,tolong sampaikan salamku buat Bu Dewi dan pak Darwin bang"ucap Sarah


"Baik Sar,aku akan mengulanginya lagi dan aku memohon kepadamu tolong tetap jaga hatimu untukku,aku juga berjanji akan tetap menjaga hati ini untukmu.Aku hanya berdoa semoga secepatnya kita bersama dan segera melangkah ke jenjang pernikahan"ucap Ali

__ADS_1


"Baiklah bang,sampai bertemu dilain waktu"ucap Sarah sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Ali disana


.....


Setelah tiba dirumahnya,Sarah memilih merebahkan tubuhnya dan mematikan ponselnya saat itu


"Sar....dimana posisimu sekarang,kenapa polselmu tudak aktif" gumam Ali


Ali langsung menghubungi Sela dan menanyakan keadaan Sarah saat itu


"Sarah sudah sampai bang Al,mungkin dia sekarang lagi istirahat"sahut Sela


"Baiklah Sel,jika nanti Sarah menghubimu lagi,tolong sampaikan kepada Sarah bahwa aku mencarinya Sel"pinta Ali


"Ok bang,Sela akan sampaikan pesan abang ini"ucap Sela


Setelah sambungan di polselnya berakhir,Sela pun mencoba menghubungi Sarah dan benar saja,ponselnya Sarah sudah tidak aktif saat itu"Jika dengan menjauhi Ali menurutmu yang terbaik buat kalian,aku akan mendukungmu Sar"gumam Sela


.....


Sementara di kota B,saat Ali dan kedua orang tuanya sarapan pagi,tidak ada satupun yang mau berbicara hingga sarapan dipiring masing-masing hampir tandas


"Bagaimana kabarnya Sarah Al"tanya pak Darwin memulai pembicaraan dimeja makan itu


"Kurang tahu Pa,yang pasti saat ini nomor ponselnya Sarah sudah tidak bisa di hubungi lagi"jawab Ali tidak semangat


"Baguslah Al,setidaknya dia tahu diri dan memilih menjaga jarak denganmu"sahut Bu Dewi


Pak Darwin dan Ali lebih memilih diam dari pada menanggapi omongan Bu Dewi pagi itu


Setelah selesai sarapan,Ali langsung berangkat tanpa permisi terlebih dahulu kepada Pak Darwin dan Bu Dewi

__ADS_1


"Semoga hatimu puas atas sikap anakmu tadi,ini baru permulaan,kedepan kita tidak tahu apa yang akan di lakukannya lagi dan aku ingatkan supaya kamu tidak akan terkejut saat itu terjadi"ucap pak Darwin sambil berlalu dari tempat itu


Sementara Ali yang sudah tiba di kantornya langsung mencoba menghubungi Sarah dan hasilnya masih nihil.Ali pun memilih mengiriminya pesan


"Hari ini adalah hari pertamaku tanpa mendengar suaramu,mungkin hari ini akan menjadi hari yang harus aku biasakan dihidupku selanjutnya.Jika menghindariku menurutmu hal yang terbaik,maka lakukanlah Sar.Kabari aku jika marahmu sudah membaik"pesan itu langsung dikirimkan Ali kepada Sarah


Sementara di kampungnya Sarah


Setelah merapikan rumah,Sarah pun langsung berangkat keladang untuk melanjutkan kembali pekerjaan almarhum kedua orang tuanya yang sempat terbengkalai itu


"Bu,Pak....doakan aku supaya kuat menjalani kehidupan ini"gumam Sarah saat akan memulai aktivitasnya pagi itu


"Sebaiknya aku akan beristirahat dulu,tak terasa hari bahkan sudah beranjak sore"gumam Sarah sambil memakan bekal yang sengaja dibawanya dari rumah


"Sar....kamu sudah langsung keladang sekarang"tanya Siska teman saat SMA nya Sarah dulu.Siska kebetulan harus melewati ladangnya Sarah untuk bisa sampai di ladangnya


"Sudah Sis,dirumah juga aku pasti akan merasa bosan dan pasti akan bersedih,jadi sebaiknya aku memilih beraktivitas saja untuk bisa melupakan semua kesedihan itu"ucap Sarah


"Betul juga Sar"sahut Siska


.....


"Aku bahkan malas untuk pulang kerumah,jika aku pulang kerumah Mama pasti akan mulai membahas Sarah lagi.Sebaiknya aku menginap di hotel saja malam ini,untuk besok dan selanjutnya akan aku pikirkan besok saja"gumam Ali sambil mengendarai mobilnya menuju salah satu hotel dikota itu


Setelah cek in di hotel itu,Ali langsung masuk kedalam kamar dan mengirimkan pesan untuk Pak Darwin


"Pa...Ali malam ini tidak pulang kerumah,Ali mau menenangkan pikiran dulu.Jangan cemas Ali tidak melakukan hal yang melanggar aturan yang sudah bapak buat"isi pesan Ali malam itu


"Baiklah nak,tenangkan pikiranmu dan jangan mengambil keputusan saat kamu marah"isi balasan pesan Pak Darwin untuknya


Jam telah menunjukkan pukul sembilan malam,Bu Dewi yang sengaja duduk di taman depan rumah itu sudah mulai merasa takut"jangan sampai Ali kembali pergi dari rumah hanya karena dia sakit hati,jangan sampai apa yang di ucapkan Papa itu terjadi dan aku pasti akan kehilangan Ali untuk yang kedua kalinya.Sebelum semuanya itu terjadi,aku akan merencanakan sesuatu untuk memisahkan mereka berdua"batin Bu Dewi

__ADS_1


__ADS_2