
Sore itu seperti biasa sepulang kerja,Sarah langsung bergegas kekamar Meia untuk merapikan kamar sekaligus membersihkan peralatan yang telah digunakan Meia satu hari itu
"Anak tante yang manis,tidak terasa umurmu saat ini sudah genap empat bulan,minggu depan Nenek dan kakekmu akan pulang ke kampung.Beberapa bulan yang lalu,tante sudah meminta kepada keluarga ayahmu untuk bisa mengurusmu dan kita kembali ke desa,tetapi mereka tetap tidak mengijinkan dan tidak setuju akan permintaan tante ini.Nanti malam tante akan kembali berusaha untuk meminta persetujuan mereka nak,tolong doakan supaya mereka setuju akan niat tante ini yah nak"gumam Sarah sambil memakaikan pakaian Meia yang baru saja selesai mandi sore.
"Meia sudah harum dan sebaiknya kita tidur sekarang yah anak baik"ucap Sarah sambil meletakkan Meia kedalam ayunan yang berada di dalam ruangannya Meia
"Hallo bang"sahut Sarah dengan suara yang sedikit berbisik karena takut mengganggu tidurnya Meia
"Hallo Sar,apa aku mengganggu saat ini"tanya Ali saat mendengar suara Sarah yang sedikit berbisik
"Sebentar aku akan keluar dari ruangan ini,aku sedang menidurkan Meia tadi"ucap Sarah saat sudah kekuar dari rungan dimana Meia tidur
"Sar...bagaimana tanggapan dari keluarga tentang rencanamu itu"tanya Ali
"Aku belum membicarakan semuanya dengan keluarga bang,nanti malam rencananya baru akan aku bahas bang"sahut Sarah
"Baiklah Sar,jika ada masalah segera kabari aku yah"ucap Ali
__ADS_1
"Itu pasti bang"sagut Sarah
.....
"Bu,Pak..mohon maaf jika Sarah kembali membahas masalah yang sama lagi ,minggu depan Bapak dan Ibu akan kembali pulang ke kampung,lalu bagaimana dengan Meia Bu,Pak"ucap Sarah memulai pembicaraan diantara mereka setelah makan malam keluarga itu selesai
"Sebenarnya hal inilah yang sangat berat yang belum bisa kami putuskan nak.Jika kami bisa memohon kepadamu nak,tolong pertimbangkan permintaan terakhir Meli dulu.Kami hanya tidak mau Meia tidak mendapatkan kasih sayang dari Ayahnya nak"sahut Pak Ragil
"Pak...masalah kasih sayang dari Ayahnya itu tergantung ayahnya saja Pak,jika ada niat maka semua jalan akan terbuka.Satu minggu yang lalu Sarah sudah mengajukan surat resign keperusahaan,jika memang hari ini ada keputusan untuk pengasuhan Meia,maka Sarah akan meminta ke perusahaan keputusan finalnya besok Pak,Bu"ucap Sarah
"Nak Agus bagaimana tanggapan darimu,sebagai Ayah dari Meia kamu berhak untuk memberi keputusan,karena ini semua tergantung keoadamu "ucap Bu Hana
"Tenang saja bang,aku tidak akan melarang kapan pun abang dan keluarga datang melihat keadaan Meia,aku hanya mau yang terbaik buat kita semua.Aku juga berdoa semoga kedepan abang segera menemukan pengganti kak Meli di kehidupan abang,bagaimana pun abang pasti membutuhkan pendamping hidup untuk menemani hari-hari abang kedepannya.Aku juga meminta kepada abang kedepan untuk tetap menjaga silaturahmi diantara kedua keluarga kita"ucap Sarah
....
"Saatnya kita berangkat sekarang nak,semoga kita selamat sampai di tujuan dan kita berdua sehat-sehat didesa nanti.Semoga kamu juga betah didesa tempat lahir ibumu nak"ucap Sarah sambil menggendong Meia dan masuk kedalam mobilnya Agus
__ADS_1
"Bang....kami sudah menuju ke bandara sekarang,kami berangkat berempat bersama Bapak dan Ibu Hana dan diantar oleh bang Agus"ucap Sarah saat ponselnya telah tersambung dengan ponselnya Ali
"Baiklah Sar,kalian hati-hati dan semoga selamat smpai ditujuan.Setelah tiba di kota M nanti tolong segera kabari aku yah Sar"pinta Ali
"Baiklah bang,aku tutup dulu ponselnya dan sampai bertemu di lain waktu"ucap Sarah
Di kota B
Setelah pulang dari tempat kerjanya,Ali sengaja menemui Bu Dewi untuk menyampaikan niatnya untuk melamar Sarah dalam waktu dekat ini
"Apa tidak ada wanita lain selain Sarah Al,coba kamu pikirkan apa kata orang-orang saat mengetahui calon istrimu itu adalah calon istri orang lain dan di tambah lagi kamu bilang sekarang dia sedang mengasuh anak yang ditinggal pergi oleh kakaknya sendiri.Percaya atau tidak percaya Sarah itu adalah pembawa sial bagi siapapun yang dekat dengannya.Mama hanya tidak mau kamu akan bernasip sama dengan Almarhum Hendri dan yang lainnya.Jika kamu tetap memaksa untuk melanjutkan hubungan kalian kejenjang pernikahan,maka Mama akan sangat menentang itu dan jika kalian masih tetap nekat,maka jangan salahkan Mama tidak akan datang keacara pernikahanmu nanti"ancam Bu Dewi
"Jika memang menurut Mama itu adalah keputusan yang terbaik dari Mama,maka Ali tidak akan memaksa dan memohon lagi Ma.Diingatan Ali masih jelas bagaimana gigihnya Mama untuk meminta bahkan memohon kepada Sarah dulu untuk kembali bersama Ali,tetapi hanya karena hal kecil Mama bisa membenci bahkan mengutuk Sarah dengan semua omongan buruk Mama tentang Sarah.Ma....saat ini Ali akan tetap melanjutkan niat baik Ali walau dengan atau tanpa restu dari Mama"ucap Ali sambil beranjak meninggalkan Bu Dewi di taman rumah itu
"Apa yang terjadi...apakah kamu tidak bisa menurunkan sedikit egomu demi kebahagiaan anak kita.Sarah itu anak baik bahkan demi kelangsungan bayi mungil itu Sarah rela melepaskan semua yng telah dia capai dengan perjuangan yang tidak mudah.Sebagai orang tua dari Ali,kita hanya perlu mendukung dan mendoakan mereka Ma.Jika tidak ada halangan,lusa kami akan berangkat menuju desanya Sarah untuk melamar Sarah dan sekaligus membahas tempat tinggal mereka setelah menikah nanti.Jika hati Mama masih ada,Papa harap lusa Mama harus ikut bersama kami"ucap Pak Darwin
"Mama tidak akan mau ikut,dan ingat Sarah melakukan semuanya itu hanya mencari simpati dari kalian"ucap Bu Dewi
__ADS_1
"Semoga kedepan hidup Mama tetap sehat dan tak kekurangan apapun,karena jika suatu saat Mama membutuhkan bantuan anak-anak,maka Papa akan melarang mereka untuk mengulurkan tangannya terhadap Mama"ucap Pak Darwin sambil berlalu meningglkan Bu Dewi yang masih emosi di rungan itu
"Kamu bahkan telah merebut hati suamiku Sarah.Jika kamu memang masih tetap menerima lamaran dari Ali,maka aku pastikan kamu akan menderita karena telah berani melawan aku"gumam Bu Dewi sambil menggebrak meja yang ada didepannya