Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Tak Ada Bedanya dari Seekor Ular


__ADS_3

Saat semua karyawan sudah bekerja,Wiwik pun masuk menuju ruangannya dan langsung menghubungi Pak Hartono yang merupakan pemilik swalayan itu


"Sebaiknya Sarah ini di tempatkan di pergudangan pusat saja Paman,selain dia sudah berpengalaman,dia juga bisa menyelesaikan semua kejanggalan yang sudah beberapa bulan terakhir ini terjadi akibat kasir senior disini.Saya juga sudah mencari tahu tentang Sarah,dia merupakan pimpinan di pergudangan Suplayer kita di kota P .Dia berhenti dari sana disaat karirnya sedang berada di puncak"lapor Wiwik kepada abang kandung dari Ibunya itu


"Sebaiknya kamu trainingkan dia dulu dari awal,kita juga harus memikirkan orang-orang yang sudah lama ikut bersama kita tetapi masih tetap di posisi yang sama sampai saat ini.Saya juga mau minta tolong ada beberapa cabang yang akan dilakukan audit dalam minggu ini.Senin besok tolong bawakan Sarah ke kantor karena ada satu orang team audit yang sedang cuti melahirkan"ucap pak Hartono


"Baik lah Paman"ucap Wiwik


Siang itu dengan di temani Wiwik,Sarah bekerja dengan sangat baik,hampir semua custumer diajaknya berbicara saat melakukan pembayaran dikasir.


"Bahkan aku yang sudah bekerja sepuluh tahun saja tidak bisa melakukan hal yang dilakukan Sarah saat ini.Aku akan banyak berguru denganmu Sar"batin Wiwik


Setelah selesai melakukan serah terima dengan Hari,Sarah tidak langsung pulang,melainkan langsung mengerjakan laporan harian yang biasanya akan di kerjakan oleh Wiwik


"Biar saja kakak yang kerjain Sar,kamu sudah bisa pulang"ucap Wiwik


"Lebih tenang jika semua laporan sudah siap kak,besok kita tidak tahu kesibukan apa yang terjadi,jadi kalau bisa kerjaan hari ini harus siap di hari ini juga"ucap Sarah


Kurang dari dua puluh menit,Sarah langsung menyerahkan laporan itu kepada Wiwik.


"Ini laporannya kak,mohon di koreksi jika salah yah"ucap Sarah


"Cepat sekali Sar"ucap Wiwik dengan wajah herannya

__ADS_1


"Kakak bisa saja,baiklah kak,saya mau kebelakang dulu sebentar"ucap Sarah dan langsung berlalu dari sana


"Ada yang bisa saya bantu"tanya Sarah


"Ah...akhirnya bantuan datang"ucap Inel yang kebetulan sedang membantu memasukkan barang yang sedang di bongkar oleh suplayer


"Bu Sarah kerja disini sekarang"tanya Riko selaku supir dari tempat kerja lamanya sewaktu di kota P


"Hai Rik,panggil Sarah saja,kita disini bukan hubungan kerja lagi.Sekarang aku kerja disini Rik,apa kabar dari kota P"tanya Sarah


"Kabar baik Sar,tapi tidak dengan Nizam,sejak kepergianmu dari hidupnya,dia sekarang seperti mayat hidup.Kemarin kami bertemu saat aku mengantarkan barang ketoko yang sedang di bukanya Sar.Dia banyak cerita tentang penyesalannya terhadapmu"ucap Riko


"Nizam hanyalah masa lalu bagiku Rik,sekarang kami sudah berjalan masing-masing,aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya.Oh yah Rik,tolong jangan bilang kesiapapun kalau aku sedang di kota ini,kamu tahu sendiri sifatnya Nizam seperti apa.Aku hanya berusaha untuk melupakan dia Rik"ucap Sarah


"Semoga Nara secepatnya bisa paham"harap Sarah


Sementara karyawan yang lain ikut mendengar pembiraan diantara keduanya termasuk Yuli yang semakin benci terhadap Sarah setelah mendengar penuturan dari Riko."Gara-gara kamu,aku tersingkir dan harus kerja keras seperti sekarang ini.Lihat pembalasanku kepadamu"gumam Yuli


....


Tiga hari berlalu,hari ini adalah hari liburnya Wiwik.Biasanya yang menggantikan untuk mengawasi di lapangan adalah seorang Svp.


Setelah jam makan siang tiba,Sarah ijin untuk makan siang dan menitipkan kasir kepada Bapak Svp disana

__ADS_1


Sarah yang akan mau makan,tiba-tiba tangannya di cekal oleh seorang perempuan


"Jadi kamu yang namanya Sarah yang sok jagoan itu"ucap si perempuan


Yuli yang kebetulan sedang disana langsung menyahut


"Ia kak,dia yang sudah menghasut kak Wiwik untuk memindahkan ku ke bagian stand biasa"lapor Yuli


Sarah yang terpancing emosi langsung refleks memelintir tangan si perempuan itu


"Lepaskan tangan kotormu ini dari tanganku,karena aku tidak mengenalmu dan tidak ada hubungan denganmu"


"Aduh ini sangat sakit,Yuli tolong bantu kakak"Yuli yang mendengar perintah dari Rena kakaknya langsung berdiri dan ingin membantu sang kakak


"Sedikit saja kamu melangkah dari tempatmu yang sekarang,kupastikan tangan perempuan ini akan patah"ancam Sarah


"Aduh sakit,Yul kamu berhenti disitu saja"ucap Rena


"Jadi kamu kakaknya Yuli yang katanya pimpinan disalah satu cabang yah,oh dasar pimpinan yang tidak berbobot.Sebagai seorang pimpinan,setidaknya kamu bisa menyaring informasi yang kamu terima dulu bukan menelan langsung bulat-bulat begitu saja.Perlu kamu ketahui,adekmu ini sudah melakukan pencucian data demi keuntungannya sendiri,ingat kalau besok kalian berdua tidak masuk buih,setidaknya dia akan masuk nantinya.Satu lagi kamu terlalu memanjakan adek kesayangan mu ini dengan posisimu sebagai seorang pimpinan yang serong yang membuat tingkah laku adekmu ini selalu menganggap orang lain itu lebih rendah darinya.Sekarang pulang lah sebelum aku menghubungi pak Hartono dengan aduan membuat kerusuhan di tokonya"ucap Sarah."Satu lagi saya dengar di tempatmu sekarang sedang ada masalah,bukannya membereskan itu,kamu malah datang kesini untuk menambah masalahmu"ucap Sarah dan menghempaskan tangan Rena begitu saja


"Apa urusanmu dengan urusanku"tanya Rena tak mau kalah begitu saja


"Secara pribadi memang tidak ada,tetapi sebagai seorang manusia,aku hanya menasehatimu kedepan jangan andalkan apapun yang kamu miliki untuk menekan orang lain.Bahkan karena kamu seorang pimpinanlah adekmu ini bisa diangkat jadi kasir disini.Untukmu Yuli,aku juga sudah muak melihat tingkahmu yang sok bos itu,siapa kamu yang tidak mau memegang sapu sama sekali,jangan karena kamu seorang kasir seolah-olah kamulah pemegang kekuasaan tertinggi disini.Dengan karyawan lain selama ini kamu bisa bertindak semena-mena,tetapi tidak denganku dan tidak untuk kedepannya.Di depan pimpinan kamu sangat baik,lembut dan seolah patuh,tapi aslinya kamu tak ada bedanya dari seekor ular berkepala lima yang siap menerkam orang yang menurutmu ancaman bagimu dan termasuk aku.Baiklah aku mau makan,silahkan pergi dari sini sebelum aku menghajar kalian berdua"ucap Sarah dan kembali memakan bekalnya yang sempat tertunda

__ADS_1


Inel yang menyaksikan perdebatan tadi sangat senang bahkan sempat mengabadikannya lewat ponsel genggamnya"ini baru cocok disebut seorang pimpinan yang siap membela yang lemah,aku akan share ini ke group berhubung Kak Sarah belum bergabung disana"gumam Inel


__ADS_2