
"Mohon maaf pak,apa tidak bisa kita bicarakan lagi tentang keputusan ini,bukannya mau ikut campur atau menentang keputusan Bapak,tetapi menurut Sarah tidak seharusnya seorang Ibu pergi meninggalkan rumahnya sendiri dan jika pun hal itu harus terjadi,maka yang pergi bukanlah Ibu melainkan Sarah.Pak...seberapa besarpun kesalahan Ibu kepada Bapak atau anggota keluarga lainnya,pergi meninggalkan rumah bukanlah solusi yang terbaik pak.Bang Ali dan Sarah baru saja menikah dan telah dipersatukan oleh Tuhan,lalu bagaimana dengan Ibu yang hanya karena tidak setuju dengan pernikahan kami maka harus pergi dan itu adalah awal kehancuran keluarga ini nanti pak.Sarah mohon pak tolong kita cegah Ibu"pinta Sarah dengan bersujud di kaki pak Darwin
"Kenapa kamu masih memikirkan Dewi yang jelas-jelas telah menentangmu untuk masuk kerumah ini"tanya pak Darwin
"Seseorang itu tidak akan bisa kita paksakan untuk sependapat dengan kita pak,tetapi kita hanya bisa menyikapi pendapat orang lain itu terhadap kita dengan kepala dingin dan pikiran yang positive"sahut Sarah
"Baiklah"ucap Pak Darwin dan keluar untuk menemui Bu Dewi yang kebetulan masih menunggu taxi untuk membawa mereka menuju penginapan di kota itu
"Sebelum kamu pergi dari rumah ini,sebaiknya kamu masuk dulu karena ada hal yang harus kita selesaikan.Untuk kalian sebaiknya pergi duluan saja ke penginapan,nanti kami akan menyusul kesana" pinta pak Darwin
"Apa yang perlu kamu bahas lagi denganku,bukankah semuanya sudah aku tinggalkan"sahut Bu Dewi
"Tolong masuklah dulu sebelum kita,kita tidak perlu berdebat diluar"sahut pak Darwin dengan suara yang sudah lumayan lembut
"Kalian pergilah dulu,nanti kakak akan menyusul kesana"ucap Bu Dewi sambil masuk kedalam rumah dengan menyeret kembali kopernya
__ADS_1
"Kalian masuk dulu kedalam kamar masing-masing,nanti setelah kami selesai membahas masalah ini,maka Papa akan memanggil kalian"perintah Pak Darwin setelah Bu Dewi kembali duduk di rungan itu
"Pertama Papa meminta maaf karena telah berbuat hal yang tidak seharusnya aku lakukan.Saat ini aku hanya bersyukur karena ucapan menantu kita tadi dapat membuka mata dan pikiranku yang sebelumnya mengatakan bahwa kamu harus memenuhi janjimu.Saat seperti sekarang ini jarang terjadi dalam kehidupan kita yang sudah berjalan kurang lebih tiga puluh tujuh tahun lamanya.Selama ini sesulit apapun masalah yang datang menghampiri kita,dengan kepala dingin dan saling tukar pendapat kita bisa melewati semuanya dengan baik.Saat ini tolong beri aku alasan apa yang membuatmu sampai nekat melakukan kejahatan seperti itu"tanya Pak Darwin dengan meneteskan air mata
"Jujur...aku merasa Sarah tidak pantas untuk anak kita,selama ini Sarah memang baik dan tidak pernah menyinggung perasaan siapapun.Tetapi jujur menurutku itu hanyalah tipu dayanya Sarah saja yang tidak tulus akan semua kebaikan dia itu.Disatu sisi aku memang merasa bersalah karena telah melakukan hal buruk dan ingin memisahkan antara Sarah dan Ali,tetapi disisi lain hati ini belum bisa menerima kehadiran dia didalam kelurga ini.Aku takut kedatangannya di keluarga kita akan membawa aura negative dan kesialan untuk kita"ucap Bu Dewi
"Kata orang ucapan adalah doa,jadi jangan mengungkapkan hal buruk seperti itu tentang siapapun yang telah menjadi anggota keluarga kita ini.Kedepan aku mohon tolong terima Sarah,selama ini Sarah telah banyak menerima kesedihan dan kepahitan hidup dan saat ini tugas kitalah yang membantu dan memastikan kebahagiaan untuknya"ucp Pak Darwin
"Baiklah...apakah ada hal lain lagi yang ingin di bahas,jika tidak ada lagi maka sebaiknya aku pamit dulu"ucap Bu Dewi begitu datar
"Baiklah...aku masuk kekamar dulu"ucap Bu Dewi
"Istirahatlah dan nanti sore kita akan kepenginapan untuk menemui mereka"ucap pak Darwin sambil menghabiskan minuman yang ada di gelasnya
"Apa sebenarnya maunya Sarah dan apa kehebatan seorang Sarah yang telah berhasil meruntuhkan ego dari seorang Darwin Kurniawan.Aku sudah hidup bersama dengannya kurang lebih tiga puluh tujuh tahun,dan selama itu juga tidak ada seorang pun yang bisa membantah atau merubah pendiriannya.Saat ini Sarah sudah bisa menguasai suamiku,besok entah hal apa lagi yang akan terjadi di rumah ini.Baiklah Sarah...aku akan melakukan hal apapun demi bisa memisahkan kamu dari Ali.Saat kamu memintaku untuk kembali kerumah ini melalui suamiku,itu artinya kamu sudah siap menerima apapun yang akan aku perbuat terhadapmu"batin Bu Dewi sambil merebahkan tubuhnya ditempat tidur empuknya siang itu
__ADS_1
****
"Antarkan saja kedalam ruang kerjanya nanti,setelah itu pastikan kamu bisa tidur dengannya dan merekam semua yang terjadi di dalam ruangan itu"ucap Bu Dewi kepada seseorang yang di hubunginya melalui ponselnya
"Jika kamu meminta cctv di ruangan itu nanti,maka kamu akan menemukan hal yang sama Sarah.Aku bahkan tidak sabar untuk melihat wajahmu yang sok tegar menangis saat mengetahui semuanya nanti"gumam Bu Dewi sambil tersenyum puas atas semua rencananya untuk memisahkan Ali dan Sarah
Sementara Sarah yang kebetulan diminta Ali untuk mengantarkan file yang tertinggal di rumah mereka telah sampai di parkiran gedung itu
Setelah menanyakan keberadaan ruangan Ali saat itu,Sarah langsung bergegas menuju lantai lima dimana ruangan Ali berada
"Apa ada tamu di dalam,tetapi bagaimana bisa rungannya sedikit terbuka"gumam Sarah sambil masuk kedalam ruangan itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu
"Air minumnya telah diminum Bu dan sekarang Alinya sudah hampir tidur"ucap seorang wanita kepada orang yang sedang di hubunginya
"Lakukan sesuai instruksiku dan jangan sampai melakukan hubungan dengannya,ingat dia tidak selevel denganmu"ucap seseorang di balik ponsel si wanita yang berdiri membelakangi Sarah
__ADS_1
"Aku harus serondok dulu sampai aku mengetahui siapa dalang dari semuanya"gumam sarah sambil masuk kedalam kolong meja yang ada di ruangan itu