Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Ibu Ikut Pergi Untuk Selamanya


__ADS_3

"Ibu kenapa...."tanya Meli menggoyangkan tubuh Bu Dina


"Dengarkan Ibu nak,mulai saat ini kalian harus lebih baik lagi,Ibu harap kalian saling menyayangi,tolong saling membantu apabila seorang dari kalian berempat sedang membutuhkan uluran tangan dari saudaranya.Sebenarnya Ibu masih ingin menunggu kedatangan keduanya abang kalian,tapi sepertinya Ibu sudah tidak kuat lagi.Ibu minta maaf Sar karena tak bisa memenuhi permintaanmu untuk bisa menyaksikan pernikahanmu nanti"ucap Bu Dina sambil meluk putri bungsunya itu


Setelah merasa cukup untuk menitipkan pesan kepada keempat anaknya itu,Bu Dina langsung bergegas ke ruang depan rumah itu dimana jenazah suaminya sedang dibaringkan


Bu Dina langsung tidur di tempat tidur yang di gunakan Sarah sebelumnya.Bu Dina berdoa dan menyerahkan kepasrahan Dirinya untuk menghdap penciptanya


Setelah selesai berdoa,Bu Dina menghembuskan napas terakhirnya di samping suaminya


"Ibu kenapa kak"tanya Sarah sedikit linglung menyaksikan hal yang terjadi dengan Ibunya tadi


"Ibumu sudah pergi"ucap saudara yang langsung memegang urat nadi Bu Dina tadi


"Ibu hanya lelah Bi,katanya tadi mau istirahat"ucap Sarah sedikit tersenyum


Meli yang melihat adeknya itu berusaha menguatkan hatinya untuk tidak menangis karena kondisi Sarah saat itu sedang tidak baik


"Tenang dek,Ibu sudah tenang bersama Bapak"bisik Meli ditelinga Sarah


"Jangan bercanda kak,tak mungkin Ibu tega meninggalkan aku kak"ucap Sarah dan mendorong Meli untuk melepaskan tubuh dari pelukan sang kakak


Sarah menggoyangkan tubuh Ibunya berulang- ulang,tapi nihil tubuh kaku Bu Dina sudah tidak bereaksi lagi."Bu jangan menakutiku seperti ini"ucap Sarah dan langsung pingsan


Saudara mereka langsung membopong tubuh Sarah ke kamar untuk menjauhkan Sarah dari kedua jenazah kedua orang tuanya yang sudah terbujur kaku itu


Sementara keluarga yang lain langsung menghubungi pihak kesehatan setempat untuk mengurus jenazah Bu Dina yang baru saja pergi menghadap Penciptanya


Jam telah menunjukkan pukul sepuluh pagi,Agus suaminya Meli dan kedua abangnya Meli telah tiba di rumah


"Kenapa Ibu berbaring ditempat itu dek,terus Sarah dimana"tanya Si Abang anak tertua dari keluarganya Sarah kepada Meli


"Ibu....Ibu...sudah meninggal Bang"sahut Meli


"Kamu bicara apa dek"tanya Agus suaminya Meli


"Kamu jangan bercanda tentang kematian"sahut si Bontot anak kedua dari keluarga itu


"Ibu sudah meninggal bang"ucap Sarah berlari dari kamar dan memeluk kedua abangnya itu

__ADS_1


Mendengar penuturan dari adek bungsunya itu,Si Abang dan si Bontot itu langsung berteriak histeris


"Ibu...kenapa seperti ini Bu,kami pulang untuk menemui Bapak untuk yang terakhir kalinya,tetapi Ibu kenapa jadi ikut pergi,Ibu tega meninggalkan kami,Ibu bagaimana dengan anak bungsumu ini,kalian pergi begitu saja tanpa memikirkan perasaannya


"Tenanglah bang,kita harus iklaskan kedua orang tua kita ini supaya tenang menuju alam yang baru nanti"ucap Meli sambil mengelus kedua punggung abangnya itu


Setelah semuanya merasa tenang,mereka pun sepakat untuk memakamkan kedua orang tua mereka dalam satu liang lahat


Jam telah menunjukkan pukul satu siang,setelah mengikuti semua acara untuk proses pemakaman kedua orang tuanya Sarah hari itu,barulah jenazah Pak Irwan dan Bu Dina dimasukkan ke tempat peristirahatan terakhir mereka


Setelah selesai melakukan pemakaman,semua keluarga pun memilih untuk kembali kerumahnya Sarah


"Kamu harus kuat Sar,Ibu dan Bapak sudah tenang disana,jangan terlarut dalam kesedihan,kita harus mengiklaskan mereka supaya di lapangkan kubur dan di mudahkan jalan mereka menuju Sang Pencipta"ucap Seli sambil merangkul sahabatnya itu


"Bapak dan Ibu sangat jahat,mereka tega meninggalkan aku"ucap Sarah


"Tenanglah Sar...."ucap Seli


"Sel...tolong tinggalkan aku sendiri,setelah merasa tenang,aku pasti akan kembali kerumah"ucap Sarah


"Baiklah Sar,aku duluan pulang"ucap Sela dan berlalu dari tempat itu


Sambil menunggu Sarah,Sela menghubungi Ali yang dari tadi menghubunginya


"Hallo Al"


"Apa yang terjadi Sel"tanya Ali memastikan kabar yang dia dapat dari Nizam


Sela pun menceritakan tentang kepergian kedua orangtua sahatnya itu dalam kurun waktu yang hampir bersamaan


"Sarah pasti sangat terpukul Sel,kalau tidak ada halangan,besok aku akan datang kesana Sel,jika memungkinkan tolong tunggu aku sampai tiba disana Sar"pinta Ali


"Baiklah Al"ucap Seli


Setelah menghabiskan waktu selama satu jam di makam kedua orang tuanya ,Sarah pun mulai berdiri dan melangkahkan kedua kakinya menuju rumah mereka


"Kamu sudah siap"tanya Seli melihat kedatangan Sarah di pintu makam itu


"Apa kamu menungguku selama ini Sel"tanya Sarah melihat Sahabatnya itu yang sudah ikut berdiri dan memapahnya menuju rumah

__ADS_1


"Berapa jam pun kamu membutuhkan waktu,aku akan menunggu mu Sar"ucap Sela sambil memeluk sahabatnya itu


"Sebaiknya kalian makan dek"ucap Si Abang kepada Sarah dan Sela


"Baiklah bang,biar Sela membantu Sarah"ucap Sela sambil membawa Sarah ke dapur


Sarah dan Sela sedang makan,tiba-tiba ponselnya Sarah berdering.Sela yang mengangkat ponselnya Sarah langsung berbicara pada si penelpon itu


"Ada apa Zam"tanya Sela


"Kami sudah tiba di kampung X,apa masih jauh tempatnya dari tempat ini "tanya Nizam


"Sudah dekat Zam,kalian lurus saja sampai kampung pertama setelah melewati jembatan nanti"ucap Sela


"Baiklah Sel,sampai bertemu disana"ucap Nizam dan mengakhiri panggilan di ponselnya itu


"Nizam sudah mau tiba di tempat ini,sementara Ali jika tak ada halangan,hari ini dia akan berangkat ke tempat ini juga Sar"ucap Sela


"Untuk apa mereka kesini Sel,aku tidak mau mereka repot"ucap Sarah merasa tidak enak hati


"Jangan larang orang untuk mendoakan kepergian Bapak dan Ibu Sar,semakin banyak yang mendoakan,maka semakin mudah jalan mereka menuju tempat keabadian itu"nasehat Sela


Setelah menunggu kurang lebih tiga puluh menit,Nizam dan Lilis tiba di rumahnya Sarah


Setelah mengenalkan diri mereka kepada semua keluarganya Sarah,Nizam pun meminta waktu sebentar untuk menemui Sarah dan Sela


"Aku yakin kamu kuat Sar"ucap Nizam


"Terimakasih atas kedatangan kalian kerumah ini Zam,maaf sudah merepotkan"ucap Sarah


"Berhentilah mengucapkan kata itu Sar,kita semua ikut berduka atas kepergian Pak Irwan dan Bu Dina,semoga semua keluarga tabah menerima semuanya Sar"ucap Nizam


"Sekali lagi terimakasih Zam"ucap sarah tulus


Sementara Lilis yang dari tadi menyaksikan obrolan keduanya berusaha ikut bergabung dan memeluk Sarah


"Kak...."ucap sarah dan langsung menghambur kepelukan Lilis


"Tenang Sar,kamu harus kuat dan Sabar akan kepergian Bapak dan Ibu"ucap Lilis

__ADS_1


__ADS_2