Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Bagiku Kamu Sudah Mati


__ADS_3

Setelah mereka tiba di Mall yang mereka tuju,mereka langsung masuk dan menuju stand yang menjual barang yang mereka butuhkan


Entah karena kebetualan,Nizam juga ada di tempat yang sama dengan Sarah saat itu


Sarah yang duluan melihat keberadaan Nizam dengan perempuan yang tempo hari datang ke kostnya berusaha untuk menghindar dan sengaja langsung masuk kedalam ruangan itu


Nizam yang mendengar suara yang familiar di telinganya langsung menoleh ke belakang.Benar dugaannya,itu adalah suara Agus calon suaminya Meli


"Bang Agus sedang belanja"tanya Nizam basa-basi


Agus yang sudah mengetahui tentang hubungan Sarah dengan Nizam yang sudah berakhir,berusaha bersikap seperti biasanya "ia Zam,abang kesini bersama Meli,Ali dan Sarah juga"


"Sarah ada disini juga bang"tanya Nizam dengan wajah yang tiba-tiba ketakutan seperti seorang pencuri yang baru ketahuan belangnya


Ali yang mendengar namanya disebut langsung menuju kearah Agus dan bergabung kesana


"Hai Zam,sedang belanja"tanya Ali


"Hai pak,sedang menemani seseorang untuk belanja baju,oh yah bukannya Sarah ikut juga kesini,dimana dia pak" tanya Nizam


"Sudah masuk kedalam"jawab pak Ali


Agus tidak sengaja melihat seorang wanita yang berpakaian ketat dan pendek."Apa itu gebetan baru Nizam? Kalau dilihat dari wajah dan gayanya berpakaian,apa memang seperti ini kriteria Nizam sekarang"gumam Agus


Setelah mengobrol sebentar baik Ali maupun Agus langsung masuk kedalam untuk menyusul Sarah dan Meli


Nizam yang melihat kedekatan Ali dengan keluarga Sarah merasa cemburu"dulu aku yng berada di posisimu itu Pak Ali"gumamnya sambil menarik teman perempuannya untuk pindah tempat saja dari sana


"Kenapa harus pindah Zam,disini banyak pilihannya dan harganya juga tidak kemahalan di banding yang sudah kita lewati tadi Zam"sahut si perempuan itu dengan sedikit kesal

__ADS_1


"Aku malas satu tempat dengan dia"sambil menunjuk ke arah dimana Sarah dan Meli sedang fokus untuk memilih kain yang akan mereka gunakan nanti di hari bahagianya Meli


"Ternyata wanita itu yang membuatmu sampai sehancur ini Zam.Dia cantik dan pastinya dia orang baik,tapi kenapa kamu tidak bisa melihat keberadaanku selama ini Zam,aku bahkan merelakan semuanya yang kumiliki untukmu agar aku bisa memilikimu Zam"batin si perempuan itu


Setelah Sarah dan Meli memilih bahan pakaian untuk mereka,Agus dan Ali juga sedang memilih bahan untuk baju yang akan digunakan Agus nantinya


Selesai dari stand itu,mereka pergi ke stand yang lain untuk membeli keperluan lainnya.


Setelah selesai belanja,mereka berempat pun memutuskan untuk makan siang di mall tersebut.Sarah yang sudah dari tadi menahan sesak pipis berlari kekamar mandi tanpa melihat kedepan


"Astaga..."kata itu yang lolos dari mulut Nizam


"Maaf...maaf,aku sedang buru-buru mas"sahut Sarah dan ingin berlalu dari tempat itu


Nizam yang melihat ada kesempatan untuk berbicara dengan Sarah langsung menarik tangan Sarah dan berusaha untuk menahannya


"Untung aku masih sempat kesini"gumam Sarah


Setelah selesai dari kamar mandi,Sarah langsung keluar untuk bergabung dengan yang lainnya


Tiba-tiba Nizam langsung menarik tangan Sarah dan membawanya menjauh dari toilet mall itu


"Lepaskan tanganku Zam,kamu bahkan sudah menyakitiku dengan caramu ini"


"Maaf Sar...tapi aku tidak bisa terima kamu jalan dengan Pak Ali,harusnya aku yang berada di posisi dia sekarang"ucap Nizam berapi-api


"Kendalikan dirimu Zam,aku mau pergi dulu"sambil melangkah pergi dari tempat itu


Nizam yang melihat pergerakan Sarah,kembali langsung menghadang Sarah"kenapa kamu buru-buru Sar,apa kamu sudah tidak bisa berpisah barang sedikit waktu pun dari Pak Ali"tanya Nizam dengan emosi

__ADS_1


"Berhenti berteriak begitu denganku Zam,kalau tidak aku..."belum sempat Sarah melanjutkan omongannya,Nizam sudah langsung berbicara


"Kalau tidak apa hah?berteriaklah supaya semua orang mengetahui bahwa kau selingkuh dengan si Ali brengsek itu"


"Apa kamu tidak terbalik bro,kamu kan yang meminta untuk mengakhiri semuanya,terus sekarang kamu pula yang seolah-olah tersakiti.Aku bahkan malu pernah mengenalmu Zam"sahut Sarah dengan sengit


"Sudalah...jujur saja kamu selama ini menginginkan si Ali brengsek itu kan,benar sih jika kamu membandingkan aku dengannya itu sangat jauh,ibarat gundukan kerikil diantara sebutir pasir dia lebih segalanya dari aku,tapi perlu kamu ketahui Sar,aku bisa memuaskanmu jika kamu mau"


"Plak...plak"suara tamparan Sarah di pipinya Nizam."Gunakan mulut dan pikiranmu dengan bagus,aku bahkan menyesal telah pernah berjuang denganmu,menyesal telah percaya kepadamu.Apa otakmu memang sekotor itu yah,tidak semua perempuan bisa kamu ajak tidur lalu melakukan hubungan terlarang seperti yang telah kau lakukan dengan orang-orangan sawah mu itu"


Nizam yang mendengar omongan Sarah tiba-tiba terdiam


"Kenapa terdiam? apa kamu pikir aku tidak mengatahui apa saja yang sudah kau lakukan dengannya.Jujur aku sangat kecewa Zam saat mengetahui itu semua,tetapi aku juga tidak bisa berbuat lebih kecuali hanya memutuskan hubungan denganmu.Kedepan tolong jangan ganggu hidupku lagi,karena bagiku kamu sudah mati.Namamu sudah aku kubur dalam-dalam.Pesanku kepadamu,perbaiki dirimu kedepan karena ajal kita tidak tahu kapan datangnya.Bisa saja kau sedang melakukan hal menjijikkan itu dengannya, ajalmu langsung tiba,dan jika itu terjadi aku akan sangat senang dan aku akan bertepuk dua puluh jari untukmu "sindir Sarah kepada Nizam dan langsung berlalu dari sana


"Kok kamu lama Sar",tanya Meli yang melihat keringat Sarah yang seperti keringat seseorang yang baru selesai melakukan olahraga disiang bolong


"Apa terjadi sesuatu"tanya Ali


Awalnya Sarah tidak berniat untuk memberitahukan hal itu pada siapapun,tapi mengingat perlakuan Nizam tadi padanya,Sarah pun memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada Meli,Agus dan Ali


"Kurang ajar si Nizam ini"spontan Agus langsung berdiri dari tempatnya duduk dan bergegas ingin mencari Nizam


"Tenang dulu Gus,kita akan pantau dia kedepan,apabila dia bertindak menyakiti Sarah lagi,maka aku yang akan menghajarnya"Ali berusaha menengkan Agus yang sudah emosi


"Kedepan kalau dia bertindak buruk lagi kepadamu,tolong jujur pada kita Sar,satu lagi hindari dia dan jangan ada komunikasi lagi dengannya"timpal Meli


"Baik kak"sahut Sarah merasa tidak enak hati dengan mereka bertiga.Sarah juga jadi merasa bersalah karena telah melibatkan Ali kedalam masalahnya dengan Nizam


"Saya minta maaf yah pak,sudah melibatkan Bapak kedalam maealah kami ini"ucap Sarah tidak enak hati

__ADS_1


__ADS_2