
"Apa nasib menjadi miskin selalu direndahkan begini. Harga diri orang susah sering di pijak. Apa tiada kebahagiaan walau hanya sederhana?" Fikir Ayasha.
"Jika tuhan punya perancangan baik untukku, aku pasrah jalani. Semoga Tuan Wira perlakukan aku dengan baik." Ayasha menyemangati diri sendiri.
"Wajah tampan kaya Tuan Wira dingin banget..susah lihat senyumnya" Gumam Ayasha. Dia bergedik membayangkan wajah tanpa expressi Wira.
"Aya..hey Aya" Panggil Wira.
"Oh...Ya tuan" Ayasha terkejut dari lamunannya.
"Kamu ga mau turun dari mobil ya" ucap Wira.
"Udah sampai ya..duh..maaf tuan..gak perasan.." ucap Ayasha sedikit gugup.
"boleh-bolehnya aku gak sadar" gumamnya sambil memukul jidatnya dengan telapak tangan.
Wira lantas turun dari mobil merasa gemas dengan tingkah Ayasha yang polos.
Sebelum Ayasha memasuki rumah dia memanggil Ayasha.
"Aya..sini kamu.." katanya.
Ayasha mendekati Wira.
"Malam ini ingat tugas kamu..pastikan kamu bersih dan wangi..faham" Bisiknya dengan suara sensual.
"Ba..baik Tuan" jawabnya gugup. tubuhnya merinding mendengar bisikan berbaur seksual dari Wira.
"Kamu rahsiakan ini dari sesiapa..jangan sampai ada yang tahu..faham Aya"
__ADS_1
Ayasha hanya mampu mengangguk patuh.
Kemudian Wira pergi ke perusahaan dan meninggal Ayasha terpaku memikirkan nasibnya malam nanti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
WW Group
Wira yang sememangnya sentiasa memasang wajah yang tanpa expressi itu ..lagi membuat sang assistant bingung. Mahu di kata perusahaan mengalami masalah yang..ngank juga, kerana keuntungan semakin hari semakin banyak..anak cabang Syarikat juga ga ada masalah..Sepuluh minit sudah berlalu Tuannya hanya mundar mandiri bagai seterika.
"Tuan Wira yang terhormat..kamu itu bikin gue pening tau gak" Seru Doni.
"Don, kamu boleh diam gak.." ujarnya lalu duduk di kerusi kebesarannya
"Ya udah..kamu ga kasi tahu masalah kamu..aku keluar aja" Katanya sambil bangun dari sofa yang sedari tadi dia duduki.
"ok..ok..gue duduk.." Doni
Wira yang belum pernah menyentuh lawan jenis membuat dia tidak percaya untuk menceritakan hasratnya yang menggebu ingin bercinta dengan Ayasha. Walau dia tahu Doni adalah seorang ulung soal berganti pasangan. Kerna Doni sering memperkenalkan wanita penghibur untuk Wira. tapi selalu ditolak dia merasa jijik dengan wanita yang melayani ramai pria.
"Ehem...Don, gue malam ni making love" Ucap Wira tenang. Walau sebenarnya jantungnya hampir tercabut.
"Hah!! What!! Making love!!!" seru Doni terpercaya dengan penyataan Wira.
" hei..mulut lo boleh perlahan ga..kenapa gak percaya..lo fikir gue gak normal apa!!
"Tapi sama siapa lo making love..wanita panggilan??? tanya Doni.
"Ga..mana nafsu aku wanita panggilan..Ya..ada lah.." jawabnya mengenyit mata.
__ADS_1
"wkwkwkw...Jadi ni udah mahu lepas perjaka" Doni menggoda Wira.
"Sialan lo" umpat Wira.
"Siapa gadis itu, pasti seorang yang special.. kalau gak..ya mana mungkin pria kaku dan elergic cinta kaya kamu boleh meleleh" kekeh Doni.
"Ya..special banget..sampai gue jadi gila ambil kesempatan atas kesulitannya." gumamnya dalam hati.
Tok tok tok
Perbualan mereka terhenti. Secretary Wira masuk membawa fail yang harus di periksa.
"Lidya, beri berkas itu kepada Doni..biar dia yang periksa" Ucapnya.
Lidya yang belum sempat membuka mulut untuk berkata hanya patuh pada perintah atasan. Doni mengambil alih berkas dari tangan Lidya.
"Kamu boleh keluar" Perintah Wira pada secretary yang selalu ingin cari perhatian
dengan pakaian yang tak cukup bahan.
"Doni, kamu urus itu..gue pingin balik" Ucap Wira lalu keluar dari ruangannya. menuju parking. Dia berjalan laju dengan suasana hati yang sangat baik, namun tetap memasang wajah dingin.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1