
"Gak...gak mungkin Abang Wira punya kekasih..Dia pasti bohong!!!" Racau Sandra. Setelah meninggalkan ruangan Wira dalam keadaan kacau. Sandra memandu kenderaannya dengan kelajuan tinggi. Dia kembali ke mansion Papa Winata. Dalam keadaan kacau dia memasuki kamarnya dan menghancurkan barang-barang...
"Abang Wira!! Kamu jahat!! kamu jahat!! Arrggghhh!!"
Prakk..prakk..prakk
Bunyi gaduh itu kedengaran sampai ke kamar Ibu Yunita dan Papa Winata. Mereka meluru keluar mencari punca bunyi itu.
"Honey..urus anak kamu!" ucap Winata setelah mengetahui Sandra berulah. Dia pergi sambil menggeleng kan kepala. Dia membiarkan Isterinya menangani anaknya. Dia tidak mengetahui itu ada berkaitan dengan putranya.
Tanpa jawapan Ibu Yunita berjalan kearah kamar Sandra dan mengetuk pintu kamar itu.
Tok tok tok..
"Rara sayang..bukan pintunya..kamu kenapa..jangan bikin mama khawatir!! Buka pintunya!!!" Seru Ibu Yunita.
Beberapa saat dia mengedor pintu itu..akhirnya Sandra membuka pintu kamar. Ibu Yunita terkejut melihat kondisi Rara yang kacau.
"Ya tuhan...Kamu kenapa sayang!!! Ucapnya lantas memeluk tubuh gadis yang sejak kecil diasuhnya.
"Hik..hik..hik.." Sandra menangis tergugu.
"Abang jahat ma..abang mungkir janji..dia...hik..hik..dia gak mahu nikah sama Rara..hik..!!"
Ibu Yunita sudah menjangkakan hal seperti ini akan berlaku. Wira pasti akan menolak perasaan Sandra padanya.
"Rara..mama udah ingatkan pada kamu..perasaan kamu ke Wira itu salah..Abang Wira gak cinta sama kamu.." Ibu Yunita cuba menenangkan anaknya itu.
"Gak ma..Abang Wira harus cinta sama Rara" Ucapnya dengan emosi yang meledak.
__ADS_1
Ibu Yunita menghela nafas panjang. Dia berdiam diri, cuba memikirkan ayat sesuai dengan situasi gadis itu. Dia tak ingin Sandra terus berharap pada Wira.
"Sayang..Cinta itu bukan bisa di paksa. cinta tidak harus memiliki. Abang Wira perhatian pada kamu kerana dia menyayangi kamu sebagai adiknya bukan sebagai kekasih" Ucap Ibu Yunita hati-hati. Dia tidak ingin membuat gadis itu bertambah terluka.
Sandra yang hanya terdiam mendengar nasihat sang mama. Lalu memandang wanita itu dengan wajah garang. Dia berdiri dan menarik Ibu yunita dengan kasar.
"Lebih baik mama keluar" Ucapnya sambil menarik Ibu Yunita keluar dari kamarnya.
"Rara..dengarin perkataan mama sayang!!"
"Mama keluar, Rara gak mahu dengar!!!! Mama juga jahat!! mama Jahat!!!" Suara Menengking itu bergema sehingga Papa Winata yang tak ingin masuk campur urusan ibu anak itu mengerutkan dahi. cuba menebak punca permasalahan itu.
Ibu Yunita yang terkejut dengan tindakan Rara hanya termangu dia tempatnya. melihat nanar kamar itu tertutup dengan kasar.
Brakkk.
Papa Winata melangkah mendekati isterinya.
Ibu Yunita tidak .menjawab, dia terus memeluk Suami dan menangis tersedu-sedu. Papa Winata membiarkan isteri menangis di dadanya.
"Ayo..kita ke kamar, mari bicarakan pada Papa" Ujarnya.
Tiba di kamar, Papa Winata menuntun Isterinya dan mendudukkan di tepi katil. Papa Winata memandang tepat pada wajah isterinya menanti wanita itu menjelaskan permasalahan Sandra. Setelah Ibu Yunita kelihatan tenang Papa Winata membuka suara meminta penjelasan.
"Udah tenang..Bisa terangkan perkara yang membuat Rara bertindak demikian?" Tanya Papa Winata.
"Hik..hik..Rara...Rara mencintai Wira pa..." ucapnya menundukkan wajahnya. Dia merasa malu membuka perilaku anak angkatnya itu.
"Apa!!!" Papa Winata terkejut kenyataan itu.
__ADS_1
"Sejak bila Honey!!! kenapa kamu rahsiakan ini dari papa..kamu tahu kan itu gak benar..mereka itu seperti saudara walau tiada ikatan darah"
"Maaf Pa..aku sudah menasihati sejak lama..tapi dia gak dengarin peringatan aku" terangnya.
"Tadi dia mendatangi Wira di perusahaan meminta dinikahi..Dia memaksa Wira mencintainya" Tambahnya lagi.
"Lalu..Rara mengamuk seperti tadi kerana Wira menolaknya??" Risik Papa Winata.
Ibu Yunita menjawab dengan anggukan..
"Anak bodoh..kehidupan layak ini udah dari ehsan Wira..membiayai pelajaran dan memberi keselesaan..Kamu tahu Wira gak akan main-main jika ingin menghancurkan kita??" Ujar Papa Winata.
"Mama harus apa..anak itu seperti terobsesi ke Wira"
"Kamu tenang honey..nanti Papa bicara ke Rara..andai dia masih dengan keras kepala, papa gak akan ragu mengusir dia dari sini, kita harus kasi pelajaran pada Rara" Ucap Winata.
Jika Di kamar itu Ibu Yunita dan Papa Winata mencari sulosi untuk menyelesaikan masalah Sandra, berbeza pula dengan orang yang berbuat ulah. Sandra merancang untuk mencari tahu tentang kekasih Wira.
"Helo...Kamu cuba cari siapa yang telah merebut calon suami saya. Cari siapa sedang dekat dengan Tuan Wira..info saya secepat mungkin..faham!!" Perintah Rara pada orang suruhannya melalui panggilan telefon.
Sandra menyeringai setelah melakukan arahan pada orang suruhannya.
"Siapa pun yang dekat sama kamu, aku akan habisi.." Kata Sandra dengan memasang wajah menyeramkan.
.
.
*Bersambung
__ADS_1
Kasi Semangat kakak..like favorite vote dan comment*
😍