
Lidya memandang Ayasha dari atas kebawah menilai penampilan Ayasha..
Gadis rendahan ini bisa-bisanya berdekatan dengan Tuan Wira..cih..Batinnya sambil mencibir bibirnya.
"Hei Kamu..Pergi masuk kedalam temui Tuan Wira" Katanya dengan angkuh. tangannya menyilang di dada. Seperti belum kapok dengan ancaman Wira.
"Baik nona" ucap Ayasha menunduk sopan lalu memusing knop pintu ruangan Wira.
Ceklek
"Tuan" ucap Ayasha.
"ini sarapan yang tuan minta hantarkan" Dia menyodorkan bekas makanan yang di bawa dari Mansion.
"Mari duduk di sofa, kamu sediakan sarapan gue" Perintah Wira dengan memasang wajah datar.
Ayasha mengikuti arahan Tuannya.
"Tuan, sila sarapan" Ayasha berdiri di samping sofa mempersilakan Wira untuk sarapan.
"Sini temani gue"
"hah..Gak tuan..itu gak sopan" Tolaknya.
"Kata siapa gak boleh Ayasha?
"Itu..dalam novel-novel..Pembantu hanya bisa melayani majikan makan dengan aman"
Wira menggelang pelan.
"Jangan banyak membaca novel..Sudah, sini duduk jangan bantah"
Tatapan Wira yang menyiratkan tidak ingin penolakan. Ia mulai menurut dan duduk di sofa seberangan Wira.
__ADS_1
Ayasha mencuri pandang ke arah Wira yang sedang fokus memakan sarapannya sehingga tiada tersisa.
Selesai Sarapan Wira mengisyaratkan Ayasha duduk disampingnya. Gadis itu hanya menurut.
Wira mengeluarkan pilihan kb yang telah dia beli.
"Aya..ini pil kb, kamu minum setiap malam jangan pernah lupa. Untuk hari ini kamu minum sekarang, dan malam ini kamu rutin meminum dan seterusnya, Kamu faham Aya!" Terang Wira.
"Iya tuan.."
"Nah..ambil ambil dan minum..kamu wajib minum agar gak hamil"
Ayasha menurut. Dia juga tidak ingin hamil tidak bersuami.
Ceklek
"Selamat pagi Tu..." Ucapan Doni terputus melihat Gadis di ruangan sang Tuan.
"Gadis itu...adakah dia..making love dengan tuan..Astaga..gak salah tuan tergila dengan gadis ini.. dia sangat cantik alami," gumam Doni.
"Don, jaga mata kamu, " Tegur Wira. Dengan pandangan ingin membunuh.
Cepat-cepat dia mengalihkan pandangannya.
"Ada keperluan kamu Don? tanya Wira. Lalu berjalan menuju kerusi kemegahannya dan mendudukinya.
"Oh.. ya.. Itu,. Digantara Legacy mengundang makan malam di hotel xy malam ini, jika tuan berkenan saya akan bagi maklum balas" ucapnya.
"Ya..kamu akan jadi wakil saya untuk pergi, terima aja undangannya" Jawab Wira.
"Hah..tapi tuan, undangan itu untuk pemilik Perusahaan"
"Jangan banyak alasan Don.."
__ADS_1
"itu hukuman buat kamu..Kamu gak siasat dengan terperinci Pemilik Digantara Legacy," sambungnya.
"Tapi, Gue gak lihat salahnya dimana" Doni membela diri.
"Ibu menjodohkanku dengan anak tunggal Tuan Digantara. Gue tebak usul mereka menjalinkan kerjasama cuma trik kotor mendekatkan gue ke anak mereka..lihat aja pertemuan kemarin diwakilkan gadis itu" Terangnya panjang lebar.
Doni mengangguk faham. Dia mengerti sifat Wira yang sudah masak dengan trik kotor saingan dalam dunia bisnes.
"Gue ingin lihat apa Ibu Yunita rancang menjodohkan gue dengan anak Tuan Digantara. Wanita itu sudah lancang mengganggu ketenangan gue" Kata Wira sambil menggenggam tangannya.
"Tuan, apa harus Ibu Yunita kita beri pelajaran" tanya Doni
"Gak perlu untuk masa ini" Ujarnya
"Biar dia menjalani peran ibu sambung sok baik..Gue hanya khawatir Ayasha,." Dia menoleh ke ruangan dimana Ayasha duduk manis ditempatnya sejak tadi.
"Maksud Tuan?"
"Gue gak mahu ibu Yunita tahu pasal Ayasha. Gue gak tahu hubungan apa yang kami jalani, yang pasti lo harus bantu gue jaga Ayasha, dia gak mau Ibu Yunita menyakiti Aya" Ucapnya melirik Ayasha.
"Baik tuan, saya usahakan"
"Sebegitu istemewanya gadis itu pada Tuan. Gue akan menjaganya sebaik. Gue yakin dia akan jadi kelemahan tuan jika ada yang mengetahui siapa gadis itu bagi tuan Wira" Doni membatin.
.
.
.
*Bersambung
Please support guys 😘*
__ADS_1