
Aya..kamu gak usah kerja di mansion lagi..kamu kuliah dan tinggal di apartment ini..Semua sudah di urus..kamu hanya nurut dan fokus kuliah. kita sudah bahas perkara ini kan" Ucap Wira
Fikiran Ayasha buntu, bagaimana tuannya bisa membuat keputusan sepihak. Mata Ayasha berembun mendengar kenyataan tuannya. Dia tidak faham kenapa pria itu terlalu baik padanya.
"Tuan, kenapa Tuan lakukan semua ini untuk Aya? tanyanya panasaran.
"Kerna...Kerna.." Wira menjeda ucapannya. Dia menghembuskan nafas kasar.
Huhh.
"Kerna kamu teman ranjang aku" Dusta Wira.
"Kerna aku cinta kamu Aya, cinta banget" Ucap Wira dalam hati.
Jawapan yang menghiris-hiris hati Ayasha.
"Hahaha..teman ranjang!! gadis itu ketawa dalam hati.
"A...iya..maaf tuan, jangan terlalu baik pada Aya..takut Aya berharap lebih" Ucapannya dengan menahan sesak di dada.
"Rasanya Tuan gak perlu kuliah kan Aya.. Bapak udah sihat, itu sudah buat Aya senang dan bersyukur" ucapnya dengan mata berembun. Lantas ia melangkah menuju kamar mandi menyembunyikan bening airmatanya yang hampir menitis.
"Bodoh kamu Aya..gak mungkin Tuan Wira menaruh perasaan padamu..kamu bukan siapa-siapa..hanya pembantu dan pelampias hasratnya saja" Gumamnya di depan cermin dengan isak tangis perlahan. Setelah hatinya mulai tenang, dia membasuh wajahnya menghilangkan kesan airmata.
Wira termangu melihat kepergian Ayasha..hatinya bagai di rundung penyesalan melukakan hati gadis yang telah bertakhta di dalam hatinya. Gadis yang telah menyita perhatiannya untuk terus ingin berada berdekatan dengannya.
__ADS_1
"Maaf Aya..aku belum bisa mengutarakan perasaan ku..akan tiba masa kamu akan tahu bertapa cinta matinya diri ini padamu sayang" Gumamnya perlahan. menatap nanar kamar mandi yang masih tertutup. Berharap gadis itu menyudahi kesedihannya.
Ceklakk
Pintu kamar mandi terbuka, menandakan seseorang keluar dari ruang itu. Ayasha cuba untuk tersenyum, membuat kelegaan di hati Wira. Dia bersyukur gadisnya baik-baik walau dia mengerti bahawa perkataannya telah menoreh luka di hati Ayasha.
"Aya, kamu udah siap?" ucapnya.
"Iya Tuan..hm..Tuan, bisa gak Aya gak perlu kuliah"
"No..kamu harus kuliah." tegas Wira.
"Ya..ya..baiklah tuan bawel" Tak ingin membuat Tuannya kesal. Dia hanya bisa menurut Tuannya yang egois itu.
"Apa kamu kata..huh" Dia ingin meluapkan tapi di urungkan, dia memikirkan gadis itu masih kesal padanya.
Wira membiarkan Gadis itu tidur sepanjang perjalanan. Dia terkekeh dan menggeleng kepala mengingati kegilaannya semalam.
Menjelang petang mereka pun sampai di kampung gadis itu. Kereta mewah Wira terparking indah di halaman rumah sederhana itu menarik perhatian tetangga Pak Yunus.
Kedatangan mereka disambut hangat Pak Yunus, dia telah mengetahui kepulangan sang anak melalui perawat yang di upah Tuan Wira.
Ayasha memeluk tubuh pria paruh abad itu. Pria yang tampan namun kerana faktor kesihatan tubuhnya kelihatan cengkung sejak sakit sakitan. Hari ini dia melihat Sang bapak sedikit cerah dan segar malah sudah bisa berdiri dalam jangka masa lama. Dalam benaknya sangat berterima kasih pada Wira. Walau tindakannya hanya menghalalkan cara.
"Nak..sampai bila kita pelukan..Gak ajak Tuan Wira masuk?" Ucap Pak Yunus membelai rambut sang anak.
__ADS_1
Ayasha melepaskan pelukannya, berpusing melihat Wira.
"Maaf Tuan, sila masuk" Ajaknya.
"Baiklah..terima kasih" ucapnya memasang wajah dingin.
Mereka pun masuk dan duduk di sofa sederhana di ruang tengah itu. Wira terasa gugup berhadapan dengan pak Yunus. Di benaknya berfikir jika pria itu mengetahui perbuatan pada anak gadisnya, adakah dia diperlakukan baik begitu.
"Bagaimana keadaan Pak Yunus sekarang" ucapnya basa basi. kerana dia memang mengetahui kondisi pria itu dari laporan setiap hari dari perawat di upahnya Mbak Tini.
"Syukur Tuan..saya sekarang terasa sangat baik. Malah bisa berdiri lebih lama..Semua ini berkat pertolongan Tuan memberi pjnjaman untuk biaya operasi saya" ucapnya
"InsyaAllah, setelah saya sihat dan bisa berniaga lagi, saya akan bantu Aya melunasi pinjaman itu" Sambungnya lagi.
"Gak usah buru-buru..Bapak fokus untuk sembuh dulu" ujarnya lagi.
Tidak lama Ayasha datang membawa dulang berisi minuman dan sedikit camilan.
"Pak..Ayasha akan kuliah pak" Ayasha memberitahu Sang Bapak.
"Apa..Kuliah ! Pak Yunus terkejut.
.
.
__ADS_1
Bersambung