
"Ahh..tu..tuan, itu geli" Wira memposisikan Ayasha menghadap kearahnya, dan kedua paha mengangkang di atas paha Wira. Wira menghisap benda kenyal dengan sebelah tangan meramas benda kembar yang lain.
Wira bagai kehausan menghisap dan menggigit manja benda kegemarannya itu. Pakaian yang tadi tersingkap telah terbuka dan bahagian atas sudah tidak berpakaian.
"Aya..aku menginginkanmu" ucap Wira di selabuti kabut gairah.
Tidak menerima jawapan Wira mengangkat Aya bagai anak koala. Membawa ke ranjang mewahnya, membaringkan hati-hati, membuka benda persegi tiga lalu membuangnya sembarang. Gadis itu yang telah sering di sentubuhi juga sama menginginkan Wira. Nikmat sang tuan berikan tidak dapat di hindar, dalam diam gadis itu juga candu dengan sentuhan tuannya.
Wira buru-buru membuka pakaiannya sendiri dan menanggalkan benda terakhir melekat di tubuhnya, membuangnya asal, si jack yang tadi sesak melihatkan keangkuhannya. Ayasha menutup matanya, walau sering kali melihat dan memasuki tubuhnya, dia masih agak canggung.
"Jangan di tutup matanya sayang..Lihat dan kamu bisa pegang, ia milikmu" Bisik Wira
Malam itu pasangan yang saling menguntungkan mengulang kembali ritual pelepasan hasrat.
"Aku..akh" Keduanya mendapat pelepasan. Wira jatuh di atas Ayasha.
"Ahh..Tuan berat" Rengek Ayasha.
Wira membaringkan tubuhnya di samping Ayasha dan memeluknya erat.
"Aya..Minggu depan kamu akan melaporkan diri ke universiti XX. Hujung minggu kamu ini kemasin barang keperluan kamu. Kamu tinggal di apartment" Ucap Wira.
"Secepat itu tuan?" Tanya Ayasha.
"Iya..Semestar akan mula. Lagian aku gak mau hubungan kita terbongkar. Aku masih belum bisa membuka pada umum hubungan kita" jelas Wira.
__ADS_1
"Emangnya hubungan kita apa? Aya bukan sapa-sapa, bila-bila masa aja tuan boleh campakkan Aya" Ucapnya sendu.
"Hei..kamu jangan mikir yang negatif. mungkin mulanya kita saling menguntungkan, tapi aku benar-benar gak akan meninggalkan kamu Aya. Aku harap kamu sabar dan terus ada di samping ku biar apa berlaku, kamu bisa janji?" ucapnya panjang. Dia tidak bisa memendam perasaan yang ada pada gadis itu lagi. Dia tidak ingin gadis itu merasa sebagai budak nafsunya.
"Tuan..Apa Aya gak mimpi" jawabnya.
Cup cup cup. Wira mengucap dahi Ayasha bertubi-tubi.
"Masih anggap mimpi? Apa perlu kita ulang yang tadi emm" Kata Wira
"Hihihi..iya..iya..Cup" Ayasha membalas ciuman di pipi Wira.
Wira tersenyum menerima ciuman Ayasha.
"Tuan, Aya harus kembali ke kamarku"
"Tuan, bagaimana jika ada yang melihatku"
"Baiklah"
Perlahan Wira mengurai belitan tangan pada tubuh gadis itu. Membiarkan Ayasha mengelonsor dari katil Wira dan mengenakan kembali pakaian yang dilepaskan Wira.
"Huh...sampai bila aku harus membiarkan kamu pergi dari kamarku setelah melayaniku Aya. Aku ingin memelukmu sepanjang malam. membuka mata, kamu lah yang pertama aku lihat,...haruskah aku menikahi mu" Wira membaringkan, memandang sendu kepergian gadis itu dari kamarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"PEWARIS DIGANTARA LEGACY MABUK DAN TIDUR BERSAMA SEORANG PRIA"
"Elisa!!!! Ini apa!!??" Suara Tuan Digantara melenting dan bergema di kamar sang anak yang masih terlelap walau menunjukkan pukul 11 siang.
"Papa..kenapa bringsik..El ngantuk" Elisa yang belum sepenuhnya sedar dari mimpi.
"Kamu bangun El..lihat perbuatan mu..Lihat!!!Kamu benar-benar membuat Papa malu El!!!"
"Apa semua Papa lakukan ke kamu ini balasannya?!! Kamu gak fikirkan Papa!!!"
Elisa yang syok melihat berita trending di laman sosial itu hanya terkaku dan terpaku. Gambar kebersamaan dengan pria itu tersebar di halaman sosial dan di kongsi beberapa pemilik akaun. Netizen juga banyak memberi komen yang kurang enak terhadap anak gadis orang kenamaan itu.
"Hik..hik..hik!!.Papa gagal mendidik kamu..hik! Eugggg!!" Tuan Digantara jatuh pengsan.
"Papa...Papa...!!!. Maafkan El..Maafkan El Pa!!" Raung Elisa.
"Bik..bik!!" Elisa teriak memanggil Art.
"Iya non..ya tuhan..non..Tuan..tuan kenapa Non" tanya Art itu setelah melihat Tuan Digantara terbaring tidak sedarkan diri.
"El gak tau..Papa jatuh pingsan Bik..hik hik..panggil pengawal bik..kita bawa Papa ke rumah sakit" ucap Elisa panik.
"Iya..iya non.." Art itu bergegas memanggil pengawal dan membawa Tuan Digantara ke rumah sakit berhampiran.
.
__ADS_1
.
Bersambung