
"Aduh..siapa sih gak sabaran banget ni,..Gak tenang aku..kaki aku juga lagi sakit..huh" Gerutu Tasya sambil berhati-hati bangun.
Ting tong
Ting tong
Ting tong
"Ya....ya...sabar dong...ishhh!"
ceklakk
Deg
"Oh my god..Kenapa bisa jangkuang ini kesini..huh" Batin Tasya.
Dino yang memperlihat wajah tak bersahabat membuat Tasya menelan ludah kasar.
"Tu-Tuan..kamu kenapa bisa sampai kerumah aku" Tanyanya seolah tidak tahu.
"Berani kamu bicara begitu!!..Kamu sok kuat ya..sampai gak kabarin kepulangan kamu, aku udah repot bawain makanan, malah kamu udah di bolehin pulang gak kabarin aku..kamu gak mikirin itu. Apa kamu itu bego ya!!!" Ucap Dino meluapkan uneg-unegnya.
Tasya yang tidak terima disalahin langsung membela diri.
"Aku gak mahu nyusahin kamu Tuan..Tolong sampai kan ke tuan Wira..Aku bisa jaga diri aku..cukup aja selama aku di rumah sakit kamu udah jagain aku..maaf gak kabarin kamu" Jawabnya lirih.
"Gak..selagi kamu belum pulih..kamu harus aku pantau..ngerti!!"
"Ih..Gak mahu.." Bantah Tasya.
"Kamu jangan bandel Tasya..kamu itu belum pulih" Ucap Dino terus memaksa.
"Kamu harus ngerti Tuan Dino..aku ini wanita, gak baik serumah sama pria"
"Aku gak apa-apain kamu loh..kamu gak perlu bimbang"
__ADS_1
"Kamu egois Tuan.."
"Ayuh..ikut aku..."
"Gak..gak Tuan"
"Ahh..kamu harus ikut" Ucap Dino.
"Aaaaaa...Tuan..lepasin...lepas Tuan" Tasya memberontak di saat Dino mengangkat paksa tubuhnya bagai karung beras membawanya masuk ke dalam kenderaannya.
"Turunin Tuan...tuan!!!!" Teriak Tasya tidak di endahkan Dino. Dia terus memasukkan Tasya ke dalam kenderaannya.
"Diam Tasya..kamu belum pulih" Ucapnya setelah memasukkan Tasya kedalam mobil.
"Kamu jahat!!!" Seru Tasya.
"Diam dan jangan bringsik. kamu duduk dulu..aku ambilin pakaian kamu" Ancamnya.
"Tuan begooo!!"
Tasya memasang wajah masam sambil memeluk tubuhnya. Dia tidak melihat kearah Dino yang baru masuk ketempat duduk pemandu setelah memasukkan beg pakaian Tasya di tempat duduk belakang.
"Sebenarnya aku gak tahu apa terjadi dengan perasaan aku Tasya..aku gak senang kamu mengabaikan ku..Huh.." batinnya melihat kearah Tasya yang masih tidak ingin melihat kearahnya.
"Ayo..di pakai seatbelt kamu" Ucapnya. Dino Merendahkan suaranya. Kekesalannya entah meluap kemana.
Tasya tanpa bicara hanya menurut pria egois itu.
Sepanjang perjalanan suasana hanya diselaputi keheningan. Dino mendadak bingung menghadapi kebisuan Tasya.
"Ehem..kita singgah makan ya" Dino cuba mencairkan suasana.
"Terserah" Jawabnya singkat.
"Oke..kita mampir di restoran itu aja" Dino menunggu reaksi Tasya. Berharap gadis itu tidak mengacuhkannya lagi, namun Tasya terus bersikap dingin. Empat hari bersama Tasya di rumah sakit Dino merindui keusilan gadis itu. Yang tidak habis menjahilinya dengan godaan.
__ADS_1
Dino memparkir kenderaannya di tempat disediakan khusus pelanggan restoran itu.
"Tuan..Tongkat aku mana" Tanya Tasya ketus.
"Errr..sepertinya ketinggalan deh..gak papa..mari aku gendong" Jawabnya dengan menggaru kepalanya yang tidak gatal. Tanpa persetujuan Dino menggendong Tasya keluar dari kenderaan menuju ke restoran.
"Tuan..Turunin..kamu bikin aku malu Tuan"
"Gak papa..Kamu diam..nanti jatuh"
Tasya menyembunyikan wajahnya didada Dino. Dia lelah bertekak dengan Dino yang gak mahu kalah.
Dino mengambil tempat yang berada di pelosok, yang sedikit tersembunyi. "Sejak kapan aku memikirkan kenyamanan wanita ya?" Dino bermonolog sendiri. Dia keheranan dengan kelakuannya terhadap Tasya. "Gak..gak mungkin aku jatuh cinta sama ini cewek" Fikirnya lagi.
"Tuan..kamu kenapa?" Tasya menatap Dino tiba-tiba termangu.
"Eh..gak..gak papa..hihi!" Elaknya
"Ayo..kita order makan" Sambungnya.
Setelah makanan yang mereka pesan sudah sampai Keduanya langsung menyantap makanan mereka. Tasya yang masih kenyang tidak menghabiskan makanannya.
"kenapa gak di habisin?" Tanya Dino.
"Aku kenyang..tadi aku baru habis makan" Jawabnya.
"Oo..ya udah..mari aku habisin..mubazir..hihi" Tanpa jijik dia mengambil sisi makanan Tasya dan menghabiskan. Tasya memandang Dino seperti tak percaya. Ada terselit perasaan aneh ke dalam hati Tasya kelakuan Dino. Namun dia abaikan.
"Aku harus pasang benteng kukuh agar gak luluh pada pria ini" Batin Tasya.
.
.
Bersambung
__ADS_1