Dijerat Cinta Majikan

Dijerat Cinta Majikan
Bab 29


__ADS_3

Menjelang tengahari Wira tiba di kediaman Ayasha. Aroma perfume dari jenama luar negara yang di berikan untuk Ayasha masih tertinggal di ruangan itu. Wira memandang masa pada jam yang melingkar di tangan kirinya. Mendapati masih ada masa untuk merehatkan diri, dia melangkah menuju kamar di mana dia dan Ayasha saling berkongsi keringat. Lantas Wira baring memeluk bantal di gunakan Ayasha. Menghirup haruman Ayasha pada bantal itu.


Ayasha tersenyum memandang sosok yang seminggu ini dia rindukan. Wira masih lelap dalam mimpinya. Seminggu di luar kota menguras tenaga dan fikiran dan masa tidur juga berkurang. Perlahan Ayasha meninggalkan Wira yang masih pulas di tilam king size itu.


Ayasha menuju ke ruang dapur ingin memasak sesuatu untuk mereka makan untuk malam nanti.


Disaat Ayasha sedang fokus dengan masakannya, dia terkejut dengan tangan kekar melingkar di pinggangnya.


"Aaaaa!!" Ayasha menjerit.


"Shut!! Ini aku.." Kata Wira yang semakin mengeratkan belitan tangannya.


"Maaf gak dapat menjemput mu" Tambahnya.


Yang tadi niat ingin merehatkan badan sebentar, dan ingin menjemput gadis yang dirindukan, malah ketiduran hingga ke petang.


"Gak papa..Aya ngerti" jawabnya melempar senyuman lalu mematikan api, setelah masakannya ia yakin telah matang.


"Aaaaa!!! Tu..tuan!!" Jerit Ayasha merasa badannya terlambung.


Wira mengangkat ala bridal. Dengan refleks Ayasha memaut kan tangan ke leher Wira.


"Jangan gerak, nanti kamu jatuh" Wira membawa Ayasha ke kamar yang sejak tadi masih terbuka, lalu menutupnya dengan kaki.


Wira membaringkan Ayasha di kasur lalu mencium bibir gadis itu dan **********. Ciuman yang berdurasi lama itu membuat bibir Ayasha membengkak. Setelah Wira rasakan puas, dia melepaskan belitan lidahnya.


"Aya..Aku merindukan mu"

__ADS_1


"Tapi, Aya belum bersih ber.." kata-kata Aya terputus, bibirnya serang dengan kucupan yang mengasyikkan. Ayasha yang juga sama merindui sentuhan Wira, dengan mudah terpancing hasrat yang sama. Wira tidak mempedulikan rungutan Ayasha dia hanya ingin melepaskan hasrat yang menggebu.


Petang itu sepasang manusia bermadu kasih setelah seminggu tidak bertemu.


...****************...


Tuan Digantara menatap tajam sosok pria yang sedang berkeringat dingin di hadapannya. 15minit berlalu tiada perkataan yang keluar dari bibir pria paruh abad itu.


Ceklek


Art datang membawa minuman dan camilan untuk tamu itu.


"Sila minum Tuan" ucap Art itu dan keluar meninggalkan ruangan yang mencengkam.


"Sejak bila kamu berhubungan dengan anak saya" Tanya Tuan Digantara dengan wajah dingin.


"Saya telah berteman dengan El sejak kuliah di Enggeris Tuan" Jawabnya tenang.


Pria itu mendesah. lalu menceritakan awal mula dia dan Elisa berhubungan intim.


"Tuan, kami khilaf saat itu. Acara kampus menyediakan minuman keras. dan, saat kami melakukan tanpa sedar. Saya ingin bertanggungjawab tapi El menolak" Jelasnya.


"El gak bisa terima kerana.." pria itu menjeda bicaranya.


"Kerana saya bukan orang senang" Ucapnya lirih.


"Dua tahun aku berusaha melayakkan diri bersanding dengan El, tapi dia malah mengatakan mencintai pria lain" Pria itu menghela nafasnya.

__ADS_1


Tuan Digantara yang berniat memberi pengajaran pada pria itu menjadi buyar. Kejujuran pria itu menciut hatinya yang keras.


Dia sangat mengenali sifat anak semata yang egois dan angkuh itu. Dia percaya pria di depannya berkata jujur.


"Ehem.. Nama kamu siapa?" Amarah yang meluap sejak awal membuat dia lupa bertanya nama pria itu.


"Maaf tuan, nama saya Juan.. Juanda Jerico" Ucapnya.


"Saya mahu kamu menikahi Elisa, mempertanggungjawabkan apa yang kamu berdua telah lakukan. Bagaimana kamu sanggup?" Keputusan yang tak bisa berbantah.


"Saya ingin bertanggungjawab Tuan tapi, bagaimana dengan El..Dia pasti gak setuju"


"Soal El, biar jadi urusan saya"


" Baik tuan, Saya akan bawa keluarga bertemu Tuan" Ujarnya


"Mulai hari ini kamu biasakan panggil Papa"


"Baik Pa..Papa" Ucap Juanda senang.


"Jika cara menyebarkan aib kita, aku bisa memiliki mu. Aku gak menyesal El. Aku gak bisa melihat lo di miliki pria lain..Walau cintamu bukan padaku, aku akan pastikan kamu akan mencintai ku nanti. maaf aku egois El" batin Juanda.


.


.


Bersambung

__ADS_1


.


Like, vote dan comment..😍


__ADS_2