Dijerat Cinta Majikan

Dijerat Cinta Majikan
Bab 47


__ADS_3

"Hem..tampan...gagah..harum...!" Ops..Apa kamu fikirkan Tasya..bisa-bisa kamu fikir gituan" Batin Tasya.


"Tasya"


"Tasya"


Bugh..


"Ouch...jidatku...." Dino mengusap dahinya yang terhantuk pada dahi Tasya.


"Maaf tuan..Tuan gak apa-apa" Tanyanya walau dia juga merasa sakit pada dahinya sendiri.


"Kamu itu melamun apa.. Pasti Kamu kagum dengan ketampanan aku..ngaku kamu" Ucap Dino percaya diri.


"Jangan percaya diri kamu..Cepat pimpin aku ke kamar mandi, bisa-bisa kebelat teladin kamu terus" Tasya menyembunyikan wajahnya yang memerah ketahuan mengagumi Dino.


"Makanya, aku udah mahu bantu gendong biar cepat sampai, malah kamu nolak" Sindir Dino.


"Gak perlu gendong segala. Biar suami aku aja jadi orang pertama gendongin aku ala-ala bridal dan terus bisa lakukan malam pertama" Ucap Tasya dengan senyum-senyum sendiri menahan malu.


"Ya..udah..suka hati kamu..Mari gue tolong pimpin" Dino menyerah dengan Tasya yang menolak keras ingin untuk di gendong.


"Malam pertama..." Dino geli hati mendengar kata-kata Tasya.


Selepas aktiviti Tanya di kamar mandi, Dino kembali membantu Tasya ke katilnya.


"Tuan..tuan bisa pulang berehat aja..Tasya gak papa tinggal sendiri..Ada banyak nurse bisa bantu Tasya di sini" Ujar Tasya yang merasa tidak senang dengan perhatian Dino.


"Gak papa..Ini sudah pekerjaan saya..Tuan Wira yang tugas dan saya menjaga kamu hingga pulih..Tuan Wira merasa serba salah terhadap kamu" Terangnya.


"Oo..Ya udah.." Jawabnya.

__ADS_1


Suasana kembali hening. keduanya hanya diam tanpa ada yang ingin di bicarakan. Sehingga perawat masuk membawa makanan untuk Tasya.


"Nona..masa untuk makan ya.." Ucap perawat itu.


"Terima kasih suster"


"Setelah siap makan, kamu minum ubat ini ya Nona"


"Baik suster"


Perawat itu pun meninggalkan ruangan itu. Tinggal lah Dino dan Tasya.


"Mari saya bantu" Tawar Dino.


Tasya hanya diam, kerna dengan keadaannya saat itu dia sangat memerlukan bantuan untuk bergerak. Kondisi pergelangan kaku yang sakit tidak bisa membuat Tasya bergerak dengan baik. Tasya pasrah menerima suapan Dino. Dengan posisi mereka yang berdekatan membuat jantung Tasya bekerja dengan pantas.


"Tuan gak makan?" Ucap Tasya.


"Nanti aja..kamu makan dulu..dan makan ubat..agar bisa cepat pulih"


"Tuan..saya pasti akan cepat sembuh jika tuan menjaga.." ucapnya usil.


"Ya..pasti..Gak di sangkal..apa lagi yang ngerawat itu cowok tampan dan gagah" Jawabnya dengan gaya genit mengenyitkan matanya sebelah.


Tasya tidak bisa menahan geli hatinya. Dia langsung tertawa dengan kata-kata Dino.


"Hahaha..Tuan pandai bercanda.."


"Itu bukan candaan loh..Itu kebenaran"


"Iya..iya tuan tampan dan gagah" Suasana tadi canggung bertukar hangat. Perbualan mereka yang sering berbalas candaan mengikis jarak antara mereka.

__ADS_1


Tidak berapa lama, suasana menjadi sepi kembali, mungkin kerana effect memakan ubat Tasya tertidur. Tinggallah Dino sendiri. Dia bercadang untuk kembali ke apartment untuk beristirahat dan tidak lupa berpesan pada perawat untuk menjaga Tasya.


......................


Berbeza dengan pasangan suami isteri yang baru kembali dari dating pertama mereka. Seharian Wira membawa Ayasha melawat taman hiburan, dan membawa isterinya bershoping.


"Sayang..setelah mandi kamu pakai ini ya" Wira mengambil pakaian jarang dari hasil shoping mereka.


Ayasha mengambil dari tangan suaminya dan memerhatikan. Dia bergidik ngeri.


"Hubby, ini seperti jaring"


Wira memeluk Ayasha..


"Kamu pakai untuk aku sayang.. pahala loh"


Ayasha menelam ludahnya. Otaknya telah menghantar isyarat bahawa malam ni suaminya itu akan membawanya ke nirwana.


"Penyiksaan yang nikmat" Batinnya.


"Ya udah..Hubby tunggu..Aku bersiap dulu" Ucapnya dengan mencuri kucupan di bibir Wira.


"Sayang. kamu sudah berani ya..Tunggu kamu, hubby habisin kamu malam ni"


Wira menunggu di katil dengan duduk menyandar pada bahu katil. Dia sudah bersedia dengan hanya memakai boxer menutup area kebanggannya. Dia tersenyum membayangkan kesenangan yang akan dia lakukan bersama isterinya.


"Sayang...ayo...hubby gak sabar ni" Seru Wira. Dia menghitung masa, 15 minit sudah isterinya pamit bersiap.


"Sa - sayang...." Wira terbungkam melihat kemolekan tubuh isterinya.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2