Dijerat Cinta Majikan

Dijerat Cinta Majikan
Bab 34


__ADS_3

"Sayang..kamu bisa janji gak?" tanya Wira


Ayasha yang tadi asyik menghirup aroma tubuh suami mendongak kepala menatap sang suami.


"Hubby.. Bisa bicara jelas gak?


"Kamu harus janji, jangan pernah percaya jika ada kabar angin mengenai aku" Ucap Wira.


Ayasha memandang intens suaminya, cuba membaca dari raut wajah suaminya yang kelihatan jelas menyembunyikan sesuatu yang mengganggu fikirannya.


"Hubby, ada apa?" Tanya ayasha lagi.


"Apa-apa saja kabar yang buruk tentang suamimu ini kamu jangan terpengaruh..dan" Wira menjeda kalimatnya..


"Dan...jangan pernah ninggalin aku.." Dada Wira terasa sesak mengeluarkan kalimat yang dia tidak ingin terjadi.


"Aya gak tahu apa yang mengganjal di hati hubby, Aya gak maksa untuk hubby mengatakannya, tapi Aya ingin hubby tahu, Aya gak akan ninggalin Hubby jika bukan Hubby yang minta" ucap Ayasha.


Wira menggeleng kepala laju, "Gak..aku gak akan pernah minta kamu pergi Ayasha, jangan pernah fikirannya" ucapnya Wira mencium dahi sang isteri.


"Maaf aku belum bisa mengatakan, maaf sayang" Batin Wira memeluk isterinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di mansion Winata.


"Rara..mama mohon, jangan mengharapkan Wira menikahi kamu..Dia gak mencintai kamu sayang" Rayu bukan Yunita pada Rara. Anak yang di adopsi dari rumah anak yatim semasa perkahwinan pertama.

__ADS_1


"Mama, abang itu cinta sama Rara cuma dia gak sadar.. Selama ini dia itu amat perhatian kerana Rara, dan menghantar Rara kuliah ke luar negara.. Pasti abang Wira ingin Rara siapkan diri jadi pendampingnya" Ucapnya penuh semangat dan wajar berbinar.


"Ya tuhan Rara..Wira itu cuma anggap kamu sebagai adiknya..jangan kamu salah taksir" Ujar Ibu Yunita.


"Mama,. mama itu harusnya mendukung Rara menikah dengan abang Wira..Yang ikut senang itu juga mama..." Ucapnya dengan wajah menyeramkan.


"Abang Wira..kamu akan jadi milikku" Ucapnya tersenyum-senyum. Bu Yunita melihat kelakuan Anak angkatnya itu merasa seperti ada yang gak beres.


"Rara..kamu akan menyesal jika Wira mengusir dan menghentikan fasility yang kamu nikmati sekarang.. Jangan sampai gara-gara kamu mama kena impasnya"


"Mama gak usah risau..Rara pasti akan menikah dengan abang Wira"


"Ya tuhan..Rara seperti psikopat..tolong sembuhkan jiwa dan hatinya tuhan" batin bu yunita.


Ibu Yunita meninggalkan Sandra dengan sebal, anak yang dulu lugu dan memprihatinkan berubah menjadi tidak bisa diatur. Wanita itu tidak menyangka anak yang di didik dengan kasih sayang berubah jadi kasar, kuat membantah dan egois. Apakah itu sifat asli gadis itu.


"Ada apa honey.." Tanya suaminya Papa Winata.


"Gak papa sayang.. " Yunita menyembunyikan kekasalannya. Dia tidak ingin Suaminya memandang jelek pada Sandra.


"Jangan pernah menyembunyikan apa-apa dariku honey" Ucap Papa Winata. pasangan yang bukan lagi muda itu selalu romantis walau telah berusia.


"Iya deh.." jawab bu Yunita melihatkan senyuman manisnya.


"Ya udah..mari tidur.."


Bu Yunita hanya patuh mengikut sang suami masuk ke dalam selimut. Dia masih memikirkan masalah Sandra.

__ADS_1


"Andai Wira mahu di jodohkan, pasti Rara gak akan ngejar-ngejar dia lagi..Tapi, anak itu malah mengancamku..huh" Batin Bu Yunita.


...****************...


Wira masih tertidur pulas diatas tilam king size itu, Ayasha sejak jam5 subuh lagi sudah masuk ke dapur menyiapkan sarapan mereka. Hari itu mereka akan kembali ke kota. Walau cuti kuliah masih bersisa 4hari, namun rengekan suami meminta dia ikut kembali ke kota tidak dapat Ayasha tolak.


Malam tadi Ayasha terpaksa menghubungi mbak Tini kembali menemani sang ayah, walau Pak Yunus keukeh mengatakan dia sudah bisa sendiri tanpa bantuan Mbak Tini.


"Selamat pagi nak" ucap Pak Yunus.


"Eh..bapak udah bangun..lagi tampan loh" Canda Ayasaha.


"Hem..biasa aja, Papa rancang ingin ke pasar melihat ruku kita yang lama tidak operasi" ujarnya.


"Bapak mahu buka ruku lagi? Pak..bapak itu belum pulih sepenuhnya" ucap Ayasha.


"Bapak udah baikan Aya..Bapak akan sakit andai berada di rumah terus, Bapak udah bisa nak" Yunus mengerti kegusaran sang anak. namun dia tidak merasa nyaman hanya diam di rumah. usianya masih muda iaitu 42 tahun baginya masih bisa mencari wang untuk keperluan sendiri, 3 Tahun menderita sakit adalah pengalaman yang dia tidak bisa lupakan. Dia bersyukur masih di beri kesempatan untuk meneruskan kehidupan dan bisa kembali sihat. Semua itu berkat bantuan sang menantu.


"Jika Bapak ingin membuka ruku, biar Wira bantu modalnya" Sampuk Wira yang datang tiba-tiba. Sejak tadi dia mendengar perbualan anak ayah itu.


"Mbak Tini bisa bantu bapak" tambahnya lagi


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2