Dijerat Cinta Majikan

Dijerat Cinta Majikan
Bab 25


__ADS_3

WW Group


"Dari mana Tuan? Meeting hari ni terpaksa di tangguh. Kenapa gak kasi kabar? banyak panggilan tuan gak jawab" cecar Dino setelah Wira menampakkan diri di ruangannya.


"Lo kalau nanya boleh satu satu gak?" Jawab Wira santai. Membuat Sang Assistant bertambah kesal.


"Tuan udah latih jadi bankrup ya? Bagaimana jika para pelabur gak yakin dengan Perusahaan" Ujar Dino.


"Oke..Oke..maaf gak kasi kabar..Gue ada masalah, dan tadi gue lambat sebab dari jumpa Marco,.Puas lo?" Jawab Wira lalu melabuhkan punggungnya di kerusi kebesarannya.


"Hei Wir, lo pergi ke markas Marco? Ini pasti serius lo sampai libatkan Marco."


Wira menjelaskan kronologi yang di hadapi malam itu. Baginya hal sebegitu tidak bisa di biar, harus di tangani dari awal.


"Gue udah suspek cewek itu nekad" ucapnya.


"Ya..kerna itu gue serah ke Marco untuk beresin tu cewek"


"Ya..Gue yakin Mario bisa beri pelajaran tu cewek" Ujar Dino.


"Lo perintah kan Lidya buat jadual ulang meeting tadi.." Ujar Wira.


"Baik Tuan" Sahut Dino ucapnya kembali ke mood formal, setelah meluapkan kekesalan terhadap atasan sekaligus sahabat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Wira bergegas pulang ke mansionnya setelah mendapatkan sesuatu untuk diberikan pada gadis kesayangannya.


Selepas makan Wira masuk ke kamar Ayasha. menerobos masuk tanpa mengetuk pinta, lalu mengunci pintu.

__ADS_1


Happ


"Apa kamu sakit? Maaf, semalam aku gak sengaja mengasari kamu" Ucapnya sambil memegang kedua belah pipi Ayasha.


"Ya..Aya sempat rasa perih..tapi udah baik..Aya gak apa-apa" Jawab Ayasha melemparkan senyum manis.


Cup cup.


Wira mencium pipi Ayasha dan kembali memeluknya erat. Malam itu Wira membiarkan Ayasha merehatkan badan. Dia merasa bersalah menyakiti fizikal Gadis itu kerana pengaruh perangsang yang di beri minum padanya. Walau dia bersyukur menyalurkan pada Ayasha, bukan pada gadis lain yang ingin menjebaknya.


"Ini untuk kamu" Ucap Wira menghulurkan benda persegi empat pada Ayasha.


...****************...


Ayasha menatap nanar benda persegi empat berlogo epal di gigit itu, dia baru mempelajari cara-cara menggunakannya. Sewaktu masih di bangku sekolah menengah dia banyak melihat rakan-rakan menggunakan benda itu tapi, dia belum bisa memiliki.


Dreett Dreet


"My love??" Ucap Ayasha bingung. Dengan sedikit ragu dia menjawab panggilan tersebut.


"Helo"


"Udah bisa guna?" Suara yang amat dikenalinya.


"Bisa..tapi belum mahir?" Jawabnya lirih.


"Gak papa..nanti saya ajarin lagi"


"Iya tuan"

__ADS_1


"Malam nanti gue ajarin. Gue tutup ya"


"Ba..baik tuan" Jawab Ayasha gugup.


Tut


Ayasha mencengkam benda persegi itu erat. Pada mulanya dia sempat menolak keras menerima pemberian Wira. Kerana merasa tak ingin hubungan mereka di curigai mbok Wiwin. Tapi, bukan Wira namanya jika tidak dapat memaksa Ayasha menerima.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam pun tiba, dan disini lah Ayasha bersama Wira menunjukkan cara-cara menggunakan benda canggih itu. Wira mendudukkan Ayasha di atas pahanya. Posisi yang membuat detak jantung Ayasha berdegub dengan pantas. Penerangan Wira bagai angin lalu, gadis itu hanya fokus memandang Wira dengan jarak dekat.


Cup. Ayasha tersedar dari tatapan.


"Udah faham" Tanya Wira.


Ayasha kebingungan menjawab pertanyaan Wira,


"I...iya..Tuan, Aya udah faham sedikit" Jawabnya. Dia ingin bangkit dari atas paha Wira. Belum sempat berdiri,Wira menariknya memeluk erat, mencium pipi, lalu ke leher Ayasha. Ciuman beralih ke bibir, ******* bibir ranum itu. Tangan Wira yang melingkar di lepaskan, dan mencari sesuatu di dalam baju Ayasha.


Benda segi empat itu terlepas dari genggamannya, merasa sensasi yang di beri Wira dia tidak menyedari bagaimana nasib benda canggih itu.


"Ahh..tuan, itu geli" Wira memposisikan Ayasha menghadap kearahnya, dan kedua paha mengangkang di atas paha Wira. Wira menghisap benda kenyal dengan sebelah tangan meramas benda kembar yang lain.


"Hm..hmm..akh..tuan" lenguhan dari bibir Gadis itu tak tertahan.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2