Dijerat Cinta Majikan

Dijerat Cinta Majikan
Bab 59


__ADS_3

Pagi ini tepat pukul 10 pagi dua pasang suami isteri sedang berbahagia melihat hasil pemeriksaan kandungan yang hampir memasuki 4 bulan. Calon ayah itu tidak segan untuk menitiskan airmata kebahagian melihat monitor yang menunjukkan gerakan kecil janin yang sedang bersemayam di rahim isterinya.


"Hubby..kamu itu cengeng amat" goda Ayasha.


"Ck..kamu ya..ini airmata bahagia..gak nyangka aku bisa jadi seorang ayah.." Wira tanpa segan mencium dahi dan tangan sang isteri. Ayasha merona dengan kehangatan yang di tunjukkan suaminya..


"Hubby ada doktor tu" bisiknya.


"Ehemm.." Wira cuba bersikap normal.


Doktor yang tadi hanya menonton kemesraan mereka mulai bersuara menjelaskan hasil pemeriksaan.


"Doktor, bagaimana kondisi kesihatan isteri dan anak saya?" tanya Wira.


Doktor cantik itu tersenyum dan menjawab.


" Hasilnya semua baik, tekanan darah normal, ibu juga tidak mengalami alahan seperti wanita mengandung lain, dan..bayi dalam kandungan juga sihat, setakat ini semuanya baik..ibu harus teruskan memakan vitamin dan asid folic yah" ulasan doktot itu di angguki Ayasha dan Wira.


"Apa jenis kelamin sudah bisa di ketahui dok" Tanya Wira.


"Emm..bulan depan kita periksa dan masa itu kita sudah dapat lihat jantinanya tuan., buat masa ini ia belum akurat kerna ia masih terlalu kecil" Jawab doktor.


"baiklah..Terima kasih doktor" ucap Ayasha.


"Sabar by..bulan depan aja kita lihat jantinanya ya" Bisiknya sambil menyapu lengan Wira.


"Oke sayang" Jawab Wira pasrah.


Doktor yang sudah biasa melihat permandangan itu hanya tersenyum.


"Apa kami sudah bisa pulang?" Tanya Ayasha.


"Ya buat..sila ambil vitamin dia farmasi"


Wira dan Ayasha keluar dengan bergandengan tangan dari ruangan kandungan itu.


"Kamu duduk di sini..biar hubby ambil vitamin"


"Baik by"

__ADS_1


Beberapa minit Ayasha menunggu sambil melihat hp.


"Aya...kamu di sini??"


"Eh..Papa..Aya ada jadual periksa kandungan tadi" ucapnya lalu mencium tangan sang mertua dengan lembut.


"Sama siapa??" Papa Winata panasaran.


"Sama Wira..Dia sedang ambilin vitamin di apotek..Kalau Papa, kenapa di sini? Papa sakit? " tanya Ayasha.


"Papa gak sakit..papa temanin mama kamu menemui Sandra.. Dia di rawat di sini" Terang Papa Winata.


"Hah..Sandra sakit?" Seru Ayasha.


" Iya..dia sakit kerna asam lambung..dia gak makan beberapa hari lalu pengsan di sel tahanan " Jelas Papa Winata.


"Eh..Papa bisa ada di sini" Tanya Wira setelah selesai menuntut vitamin dari apotek.


"Papa temanin mama kamu menemui Sandra.. Dia pengsan di sel tahanan"


"Ooo..Ya udah..kami pergi dulu..Aya perlu cukup rehat" Jawab Wira. Ayasha jadi bingung dengan sikap Wira.


"Pa..tidak perlu usap segala" tegusnya posesip.


"Ck..kamu posesif amat, itu menantu papa..sedar kamu Wira" geram Papa Winata.


"Iya..menantu papa..tapi dia isteri Wira, Ayuh sayang.." Wira menarik tangan Ayasha lembut meninggalkan Papa Winata.


"Anak kurang ajar kamu Wira" geramnya dengan suara tertahan.


"Awas kamu Wira pisahkan Papa dengan cucu papa" Batin Papa Winata.


Pria paruh baya itu yang sangat merindukan cucu, merasa gelisah bagaimana cara untuk mendekati dan memperbaiki hubungan dengan sang anak satu-satunya itu.


Dengan perasaan kesal Papa Winata menuju ruang inap di mana anak sambungnya di rawat.


ceklekk


"Papa dari mana" Tanya sang isteri.

__ADS_1


"Papa tadi lihat Ayasha di ruang kandungan dan menyapanya" Jawabnya.


"Oo..Jadi kenapa kamu nampak murung, pasti ada sesuatu" tebaknya..Wanita yang sudah mengenalinya bertahun lama, tidak bisa dia tutupi apa-apa darinya.


"Huftt..Papa kesal sama Wira.. Seperti dia gak akan dekatkan papa dengan cucu papa" Ucapnya lirih.


Ibu Yunita menatap suaminya dengan perasaan serba salah..Sejak.menikah dengannya hubungan ayah anak itu seperti ada tembok menghalang..Wira yang bersifat dingin dan tidak mudah di dekati membuat dia sukar mengambil hati anak sambungnya itu.


"Maafkan mama..Mama gagal jadi ibu sambung Wira..Mama gak bisa mengambil hati anak itu" Wanita yang masih kelihatan cantik itu menunduk sedih.


"Honey..sudah..Papa yang gagal jadi orang tua..semua ini kerna papa yang mengabaikan Wira..Papa yang salah"


"Sudah pa..jangan salahkan papa..kita mulai semuanya..kita akan satukan keluarga kita"


Papa Winata mengangguk tanpa kata..Sandra yang sejak tadi berpura-pura tidur tidak dapat menahan kesedihannya, dalam diam dia menangis mendengar keluhan Papa sambungnya itu. Dalam diam dia menyesali semuanya. Dia berharap dapat memperbaiki semuanya.


.


.


.


"by..kamu kenapa seperti itu pada Papa.." Kesal Ayasha pada suaminya yang tidak akut dengan mertua.


"Sayang..Aku gak mahu mendengar apa-apa tentang perempuan itu. Aku gak mahu kamu fikir macam-macam dan mempengaruhi bayi kita" Ucap Wira.


"Tapi..Kita sepatutnya melihat kondisi Sandra by" Ucapnya lirih.


"Gak..Ada papa dan Ibu yunita di sana merawatnya..kamu fokus sama aku dan bayi kita aja" Tegasnya.


Ayasha tidak menjawab.


"Huftt..sayang..please..dengarin aku" pujuknya.


Ayasha hanya menganguk..Cup..kucupan di dahi sang isteri. Lalu Wira menghidupkan enjin mobilnya.


.


.

__ADS_1


Saranghae!!! 😘


__ADS_2