
"Please..katakan apa yang membuat kamu sampai begini" Tanya Wira.
"Hik..hik.. hubby cinta sama Tasya kan"
"Hah!!"
Wira terkejut dengan perkataan Ayasha yang sedikit pun tidak terdetik dalam hatinya untuk menyimpan perasaan lebih pada Tasya alias gadis bayaran kekasih pura-puranya itu. Wira menarik nafas dalam-dalam menenangkan keterkejutannya. Wira menghembus perlahan nafasnya. Huh! "Tenang..isteri ku sedang hamil" batinnya.
"Sayang..Satu wanita yang bisa menggetarkan hati aku itu cuma kamu.. Yang aku ingin lindungi cuma kamu..Yang buat aku nyaman itu cuma kamu..Gadis yang kamu sebut tadi itu bukan sapa-sapa, gak ada sedikit pun perasaan aku pada dia, kamu gak percaya pada cinta aku sayang?" Tutur Wira dengan setenang mungkin. Wira mencapai tangan Ayasha dan menciumnya. Ayasha hanya diam tidak bertindak balas dengan perbuatan Wira.
Melihat Ayasha hanya diam seribu bahasa, Wira mengerti isterinya itu mulai melunak. Cup. Ciuman mendarat di dahi Ayasha. Wira memeluk isterinya.
"Sayang..jangan diam aja..bicara please.." Ayasha tanpa sahutan hanya terus memeluk Wira.
"Sayang..Kamu harus tahu..cinta aku hanya untuk kamu dan anak kita" Wira memegang kedua pipi Ayasha.
"Maaf hubby..Aku gak mahu kamu memikirkan wanita lain," Jawab Ayasha.
"Kamu cemburu ya" Goda Wira.
Ayasha Mengangguk malu. Dia tidak peduli lagi jika dikatakan egois. Baginya, Wira adalah miliknya.
"Sayang..aku cuma tidak ingin Dino mempermainkan Tasya..Tasya itu gadis tidak punya siapa-siapa. Dino itu sukanya ganti-ganti pasangan" Jelas Dino.
"Hubby perhatikan banget pada dia" Ayasha memuncung kan bibirnya protes dengan perhatian Wira pada Tasya.
"Sayang..Tasya itu pernah membantu aku..Kerna membantu aku dia telah dijadikan incaran dan di tabrak dengan mobil oleh Sandra. Kerna itu aku jadi serba salah libatkan dia walau dia mendapat bayaran, kerna bayaran itu tidak setimpal nyawanya yang hampir melayang" Ucap Wira.
Ayasha tersentak mendengar kenyataan itu..dia tidak menyangka Sandra nekad melakukan tindakan krimikal hanya kerana o obsesinya terhadap Wira.
"Kamu gak perlu kaget itu loh" Wira merasa gemas dengan wajah Ayasha yang baginya amat imut.
"haiss..Kamu menyebalkan hubby..Aku serius loh.." Ayasha memukul dada Wira.
"Ok..ok..Tasya udah sihat..lihat tadi dia ada hadir di acara kita dan memberi ucapan pada kita" Ujar Wira.
__ADS_1
"Iya juga..masa aku bisa lupa..". Batin Ayasha. Dia terkekeh dengan kekonyolannya.
"Ya..udah..lain kali jangan pernah mikirin wanita lain" Ucap Ayasya penuh amaran. Ibu hamil dengan emosi turun naik itu lantas membaringkan tubuhnya dikasur meninggalkan Wira berdiri terpaku dengan perkataan yang tidak pernah gadis penurut itu ucapkan.
Wira tersenyum dengan kelakuan Ayasha. " Gak berani aku lakukan itu sayang" Jawabnya lalu mengikut Isterinya berbaring di kasur.
"Hubby, aku gak mahu melakukan sekarang..Aku lelah.." Gumamnya merasa Wira memeluk dan memainkan dua kembarnya.
"Iya..aku cuma ingin main-mainin ini loh"
"Oh..hubby..kamu nakal.." Suara Ayasha mulai mendesah.
"Ahh..hubby..kamu jahat" Ucap Ayasha kemudian bergerak menghadap kearah Wira dan melunak bibir suaminya.
Wira yang sudah bergairah, dengan senang hati membalas pagutan isterinya.
Kedua pasangan suami isteri itu kembali mencari kenikmatan dan kepuasan masing-masing.
......................
"Aaaaa!!!!"
"Sayang!!!"
"Aaaaahhh...Hubby" Ucap Ayasha dengan wajah amarah.
"Sayang..kamu kenapa??"
"Ini..kenapa banyak sekali kamu berikan tanda ini..bagaimana jika teman kuliah aku lihat..Aya malu" ucapnya bimbang.
Ayasha memperlihatkan tanda pada Wira. Bekas ciuman suaminya menempal mengerikan. Ia cukup terkejut tanda itu tidak hanya ada pada leher, namun ada di dada, pada bahagian sensitif juga ada. "Suamiku ini sangat buas" Batinnya kesal.
Wira terkekeh melihat wajah isterinya.
"Kamu tidak suka aku beri tanda begini" Tanya Wira.
__ADS_1
Ayasha menggelang. Dia bermaksud, bukan tidak suka, hanya berfikir bagaimana menutupi tanda itu agar tidak kelhatan teman kuliahnya.
"Bukan seperti itu"
"Lalu apa"
"Bagaimana jika teman-teman aku lihat..Aku merasa malu" jawabnya lirih
"Kamu bisa sapukan dengan concelar Sayang" Wira memberi saran.
"Ya..udah..lain kali hubby jangan tandain di leher"
"Baik sayangku" Kekeh Wira. Lebih baik mengikut perintah sang istri dari gak dapat jatah batin Wira.
......................
Hari ini semua beraktiviti seperti biasa. Wira menguruskan perusahaan, Ayasha masih dibenarkan kuliah sehingga tujuh bulan kandungannya..Wira juga menyediakan pengawal wanita untuk Ayasha, untuk berjaga-jaga.
Dino yang masih uring-uringan memikirkan cara menakluk gadis yang memutar balik hatinya Tasya. Jadual kencannya akan dia mulai hujung minggu ini. Dino berharap Tasya tidak mati terkejut melihatnya nanti.
"Hoi..kamu udah gila senyum sendiri!!!" Lamunan Dino bundar dengan sapaan Wira.
"Hihi..Maaf tuan..lagi mikirin sesuatu" ucap Dino.
Wira memiringkan matanya membaca kelakuan Dino..Tidak pernah sahabatnya itu menyembunyikan apa-apa daripadanya.
"Kamu sembunyikan sesuatu dari aku?" Dengan nada menyelidik.
"Ahh...Kamu gak asik..ya..adalah hihi" Elak Dino.
"Kamu mahu jujur atau aku cari tahu sendiri"
"errrmmm..Sebenarnya...."
.
__ADS_1
.
Bersambung