
Sepasang suami isteri yang baru selesai mengadakan acara resepsi pernikahan bersiap untuk acara makan malam keluarga di restoran hotel dimana acara diadakan.
"Sayang..sudah seminggu loh kamu liburin aku.. Aku rindu" Wira memeluk Ayasha dari belakang mengendus leher putih mulus itu. Ayasha yang baru selesai mandi dengan masih memakai jubah mandi.
"H-hubby..Geli..." Ayasha terkekeh dalam hati melihat gelagat suaminya yang seminggu tidak mendapat jatah ranjang. Dia sengaja tidak memberikannya, dengan memberi alasan ingin siapkan diri untuk acara resepsi, agar gak kecapean.
"Kamu rasain..c jack ingin masuk rumahnya sayang" Wira mendekatkan aset kebanggaannya yang telah mengeras pada punggung Ayasha.
"Hubby...Kita harus turun" lirihnya. Ayasha terpancing dengan sentuhan Wira.
"Masih ada masa sayang..Ayo.." Wira yang diselaputi ghairah mengangkat Ayasha dan membaringkan di katil. Dengan semangat berkobar Wira membuka jubah mandi Ayasha dan terlihat tubuh Ayasha yang tidak mengenakan pakaian. Wira tergesa membuka pakaiannya sendiri buru-buru dan c jack yang tadinya sesak tersembur memperlihatkan keangkuhannya.
Petang itu dua sejoli mabuk cinta kembali menggapai nirwana. Setelah seminggu tidak mendapat kan. Wira dengan berhati-hati menyetubuhi isterinya dengan kelembutan, walau di saat hampir pelepasan dia harus memompa dengan sedikit kasar.
"Ahh..sayang..kamu nikmat sekali..terima kasih" Ucapnya setelah mendapat pelepasan. Wira bangkit dari tubuh Ayasha. Mencabut c jack yang masih terbenam dalam sarangnya dan beralih untuk berbaring di sisi Ayasha. Wira memeluk Ayasha dengan erat memberi kan ciuman bertubi-tubi di dahinya.
"I love mommy"
"I love you too daddy" Jawabnya dengan hati bahagia.
"hubby, kita sudah telat ke acara makan malam" Ucap Ayasha panik teringat akan acara keluarga yang telah mulai.
Wira memandang Jam di hp yang berada di tepi meja katil. Menunjukkan telah jam7:30 malam. Dia juga mendapati panggilan masuk tidak terjawab dari papa Winata yang banyak. Wira bergegas bangkit dan mengangkat Ayasha untuk membersihkan diri. Lalu bersiap dengan secepatnya.
...----------------...
Hampir jam 8 malam Wira dan Ayasha tiba dimeja yang terdapat keluarga mereka berkumpul. Wajah tidak bersahabat Papa Winata jelas kelihatan.
"Wah..wah..Pengantin baru udah sampai, Papa hampir diserang gastrik menunggu kamu turun" Ucap Papa menyindir anak sematanya.
"Papa seperti gak pernah muda aja..Cucu papa perlu asupan vitamin dari papanya..makanya harus dikunjung" Tanpa serba salah Wira membalas perkataan Papanya.
Pak Yunus hanye menggeleng kecil mendengar ucapan Wira yang absurd.
"Maaf semua, buat semua menunggu" Ucap Ayasha menahan malu.
__ADS_1
"Gak Papa Sayang..Ayo duduk..kamu pasti udah lapar, Wira pasti buat kamu kelelahan" Ucap Papa Winata melirik Wira.
"Ayo..sila makan."
Wira mencari keberadaan Dino yang tidak kelihatan.
"Papa lihat Dino?" Tanya Dino.
"Sejak tadi dia gak kelihatan, Dino seperti sedang kasmaran sama gadis itu" Jawab Papa Winata. Wira mengerutkan dahi menelaah perkataan Papanya.
"Maksud Papa?"
"Biar aja dia Wir, Dino itu sedang kasmaran ama...erm..kalau gak silap..Gadis itu yang pernah tular di medsos sama kamu" Potong Ibu Yunita yang sedari tadi tidak bersuara.
"Tasya" Wira sedikit terkejut. Dia kemudian larut dalam pemikirannya, Dia bimbang jika sahabatnya itu hanya menjadikan Tasya sebagai pelampiasnya.
"Hubby.." Tegur Ayasha, melihat suaminya sedang melamun.
"Ya...Ayo lanjut makannya" Wira senyum merubah expressi wajahnya.
Sepanjang acara makan malam itu Ayasha hanya diam. Bumil itu berfikir Wira mempunyai perasaan lebih pada Tasya. Dia merasa Wira tidak senang kedekatan Wira dengan Tasya. Hormon kehamilan membuat Tasya lebih sensitif. Wira mendapati isterinya diam lalu berinisiatif bertanya.
"Sayang..kamu lelah..Ayo kita berehat" Ucapnya lembut.
Ayasha hanya diam dan berdiri untuk beredar dari sana. Moodnya yang telah terlanjur rosak. Dia berusaha menahan emosi dihadapan keluarga besar mereka. Dia masih ingin menjaga airmuka suaminya.
"Papa, Ibu, Pak..Aya pamit mau istirahat ke kamar" Ucapnya sopan.
"Baik..kamu istirahat sana" Jawab Ibu Yunita.
Ayasha berjalan mendahului Wira. Kelakuan itu tidak lepas dari pengamatan Wira. Dia bingung dengan sikap isterinya yang tiba-tiba dingin padanya. Wira berjalan mengekori Ayasha.
Sampai dikamar mereka Ayasha terus mengambil pakaian gantu dan masuk kekamar mandi.
Brakkk
__ADS_1
Wira tersentap dengan hentakkan pintu itu. Wira menenangkan dirinya agar tidak terpancing amarah. Dia menunggu dengan sabar Ayasha keluar dari kamar mandi.
Ceklakk
Ayasha dengan raut wajah cemberut keluar dari kamar mandi mengabaikan Wira. Dia terus merebahkan diri dikasur menarik selimut kedada lalu membelakangi Wira.
"Sayang..kamu kenapa mengabaikan aku?" Tanya Wira hati-hati.
Ayasha terus tidak bergeming.
"Sayang.."
krik krik
Wira seperti tidak dapat mengawal emosinya. Dia membalikkan tubuh Ayasha menghadap kearahnya.
"Sayang...Ya Tuhan!!" Wira luluh. Wajah Ayasya basah dengan airmata. Lantas Wira memeluk erat Tubuh yang bergetar dengan tangisan.
"Please..katakan apa yang membuat kamu sampai begini" Tanya Wira.
"Hik..hik.. hubby cinta sama Tasya kan"
"Hah!!"
.
.
Bersambung
suka
hadiah
vote
__ADS_1
Luv u so much