Dijerat Cinta Majikan

Dijerat Cinta Majikan
Bab 9


__ADS_3

Visual



Wiratama Winata Si Tuan Badboy



Ayasha Putri Yunus Adri



Dino Dimitri



Elisa Digantara


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


"Aya..Tawaran Kerja tambahan kamu masih berlaku...Kamu cuba fikir keadaan bapak kamu"


Perkataan Wira terus terngiang di benak Ayasha..Dia berfikir keras mengikut kemahuan Wira atau menjaga kehormatannya..Namun, kesihatan bapaknya yang kian memburuk. Biaya untuk operasi belum ada terkumpul, kerna dia baru sebulan bekerja, sedangkan belanja operasi memakan belanja yang besar.


Setelah beberapa minit menunggu doktor yang merawat Pak Yunus keluar dari unit kecemasan.


Ceklekk


"Keluarga Pak Yunus"


"Ya..saya doktor" Sahut Ayasha langsung berdiri dan menghampiri Doktor.


"Begini, seperti yang telah saya kata sebelum ini. Pak Yunus harus segera menjalani operasi pembuangan sel kanser..Jika dibiarkan saya bimbang nyawa Pak Yunus boleh terancam" Terang doktor.

__ADS_1


"Saya harap kamu tidak menunda lagi" Sambungnya.


"Baiklah doktor..Saya akan usahakan" jawab Ayasha diiringi airmata yang tumpah membasahi pipi Ayasha.


"Ya Tuhan..Apa aku harus menyetujui kemahuan Tuan Wira" ucapnya dalam hati.


Ayasha berjalan mencari Tuan Wira yang sedari tadi setia menemaninya.


"Tuan" Panggil Ayasha terisak.


Lalu Wira menatap Ayasha menunggu ucapannya.


"Tuan,..Sa..saya terima tawaran Tuan" Ayasha menunduk berkata namun airmata tak henti.


"hik..hik..hik..Aku minta Tuan membiayai operasi bapak, Tuan harus membayar hari ini, Aya kerja seumur hidup pun gapapa, yang penting bapak sembuh" Sambungnya lagi.


"hehe..Akhirnya kamu nurut Aya..maaf aku egois..tapi kamu tidak akan menyesal Aya" Batinnya.


"Baiklah..mari kita lunas pembayaran operasi bapak lo"


Setelah Wira melunasi bayaran rawatan pak Yunus. dia ingin kembali ke kota. Dia memberi Ayasha masa merawat bapaknya namun tidak lupa mewanti-wanti perjanjian mereka.


"Masuk" titahnya.


"Ingat, kamu jangan cuba-cuba kabur. selepas semua selesai kamu harus kembali menjalankan pekerjaan kamu" ucapnya lagi.


"Baik Tuan" Sahutnya.


"Aya..boleh ga kalau bicara lihat muka gue"


Tanpa permisi Wira memegang kedua sisi pipi Ayasha lalu menciumnya dengan sedikit kasar. namun lama kelamaan ciuman itu berubah lembut dan ia berlangsung lama. Ayasha yang pada mulanya meronta mulai melunak menurut. Ia seakan terbuai dengan ciuman lembut itu. Beberapa minit mereka bertukar saliva dan akhirnya Wira melepaskan pagutan bibirnya.


"Ahh..." Ciuman kedua terlepas Wira mendekatkan dahi mereka. beberapa saat dia menatap Ayasha dengan perasaan yang sulit dia ertikan. Dia juga tidak faham dengan dirinya sangat inginkan Ayasha.


"Ingat..Kamu itu sudah jadi milikku" ancamnya.


"Ya..tuan..saya tahu Tuan, saya ga akan ingkar"


"Bagus.. selepas semua selesai aku jemput kamu"

__ADS_1


"Mana hp kamu?


"Ini tuan.." Ayasha.menunjukkan hp andalannya yang hanya bisa menerima panggilan dan mesej. kerna hanya itu yang mampu ia miliki.


"what!! hp apa ni..ini bisa jadi pameran di museum aja" batinnya..


"Baiklah, sementara kamu pakai aja" batinnya lagi.


Dia mendail nombor hpnya sendiri.


drett drett


tutt


"Jangan pernah mengabaikan panggilan gue..mengerti!!!' Kata Wira sedikit mengancam.


Ayasha mengangguk laju tanpa suara.


"Kamu boleh pergi temui bapak lo" ujarnya.


"Iya Tuan..saya pergi sekarang" ucap Ayasha.


"em.." sahut Wira.


...


"Helo...." ucap Wira Setelah talian tersambung.


"Gue pingin lo awasi seseorang. Data orang itu nanti saya kirim via whatsapp"


tutt


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2