Dijerat Cinta Majikan

Dijerat Cinta Majikan
Bab 5


__ADS_3

Seminggu berlalu.


Tuan Wira menatap punggung kecil Ayasha yang bergegas berjalan kearah dapur. sudah seminggu ini pekerjaannya terlihat lebih baik dari sebelumnya. Ruang kamarnya juga tersusun rapi tiada debu-debu ditemui dan pakaiannya juga tidak pernah bolong sejak insiden seminggu lalu.


Dan itu bagus. Tuan Wira juga sering kali mencuri pandangan wajah imut Ayasha. Dia belum berani memperlihatkan ketertarikannya terhadap Ayasha. Dia masih ingin menikmati debaran cinta dalam diam. Ya..dia sudah menyadari perasaannya bahawa dia memang sudah jatuh cinta pada pembantu peribadinya itu.


ting tong (anggap saja bunyi bell 😄)


Bunyi bell terdengar menandakan ada tamu ingin masuk. Ayasha bergegas berjalan kearah pintu untuk membuka pintu. Dia menemukan dua orang wanita cantik yang elegan salah satunya terlihat muda.


"Kamu siapa? Mana Wira?" Tanya wanita yang lebih berusia.


Ayasha menunduk hormat kepada keduanya.


"Saya Ayasha nyonya. Pembantu baru di rumah ini"


Kedua wanita itu bernafas lega. tadi mereka sempat curiga jika Ayasha teman wanita Wira, kerana Ayasha adalah gadis yang cantik rata-rata jika di dandan malah ia akan lebih mempesona dari gadis yang bertamu itu.


"Sampai kan pada Wira jika ibunya dan Elisa datang"


Ayasha mengangguk tanda mengerti.

__ADS_1


"Baik nyonya..silakan masuk"


Tamu di iring Ayasha ke arah ruangan sofa tamu dengan sopan. Dan bergegas mencari Tuan Wira yang tidak terlihat di manapun.


"Eh..kemana Tuan ya?


ketika ia hampir putus asa dia berpusing untuk mencari tuannya di arah lain dia melanggar sesuatu yang keras dan hampir terjatuh, tanpa aba-aba orang yang dia langgar dengan reflex memeluk Ayasha dan mereka saling memandang terpaku beberapa saat.


Waktu bagai terhenti tatapan keduanya terus terjadi tanpa sedari orang yang di tabraknya mencium bibir Ayasha ********** sekejap. Wira merasa sensasi yang belum dia alami..Keduanya bagai terbuai seketika..yah! orang yang telah Ayasha langgar adalah Wira.


Ayasha langsung tersedar menolak sedikit dan berdiri lalu menjauh dari Tuan wira..dia merasa serba salah gugup.


"Ma..maaf Tuan..Aya gak sengaja menabrak tuan..Aya ga tahu tuan ada di belakang" ucapnya.


Ah..Ayasha..nabrak aja selalu..aku gak masalah hihi. batinnya.


"Ermm..Tuan, saya ingin menyampaikan pada tuan..ada tamu di depan ingin bertemu dengan tuan" ucapnya sambil tertunduk. Dia Tergugup dan malu.


"Baiklah" jawabnya sambil mengusap tengkuknya yang lancang mencium bibir sang pembantu. Ayasha..Bibir kamu manis. batinnya lagi.


Dia langsung pergi kearah ruang di mana ada tamu sedang menunggu.

__ADS_1


Suasana hati yang tadi senang berubah buruk melihat ibunya membawa wanita yang tidak lain untuk dijodohkan padanya.


"Ada apa Ibu datang tanpa mengabarkan Wira terlebih dahulu?" tanyanya kepada tamu ialah sang Ibu.


"Anak kurang ajar,.. kenapa ibu datang menemui anak sendiri ga boleh?" geram nyonya Yunita ibu kepada Wira.


"Lo..kan ibu selalu memberi kabar atau membuat panggilan jika ingin jumpa atau pingin wang..Kan itu benar bu" jawabnya.


"Wira..ibu datang ingin beri kejutan lo..ini ibu bawa anak teman ibu..Kenalkan..Elisa Digantara, Dia cantik lo..lulusan luar negara..dia juga dari keluarga yang senang, sangat cocok sama kamu" ujar nyonya Yunita sambil tersenyum manis kearah gadis yang ingin dia kenalkan pada Wira.


Wira melirik sekilas kearah gadis yang di maksudkan ibunya tanpa rasa tertarik dan menghulur tangan sebagai formalis perkenalan juga menjaga airmuka ibunya.


"Wiratama" ucapnya mengenalkan diri. dengan memasang wajah dingin tidak ramah.


"Elisa,.Selamat kenal Wir" Jawabnya menyambut tangan Wira. tetapi cepat-cepat Wira menarik tangan kerana tidak ingin berlama berjabat tangan dengan lawan jenis.


"Wir,.nanti luang bawa Elisa jalan-jalan yaa..kalau boleh kalian saling kenal rapat" Saran nyonya Yunita.


"Ibu..jangan macam-macam deh..sudah Wira peringatkan sering kali..jangan pernah jodoh-jodohin, Wira gak suka..udah lambat ni,.Wira pergi kerja..sekiranya masih ingin di sini silakan ..maaf!!" Wira langsung pergi meninggalkan ibunya dan Elisa yang diam tak berkutik.


"Wira! wira!" Panggil nyonya Yunita. Namun tak dihiraukan Wira.

__ADS_1


Wira terus melangkah laju menuju mobil yang sopirnya telah menunggu.


....Bersambung


__ADS_2