
Jam8:00 malam, Di Kampung Ayasha.
Ayasha memastikan deruan kenderaan yang tiba di halaman rumah sederhana mereka. Dia melotot melihat kenderaan milik suami yang baru pergi 4 hari selepas acara pernikahan mereka. Mobil Audi berwarna hitam itu terparkir indah. Kemudian keluar sosok yang dirindukannya. Tidak membuang masa Ayasha segera membuka pintu untuk menyambut kedatangan sang suami.
"Tuan..ops..Hubby..Kamu datang gak kabarin" Tanya Ayasha dengan girang melihat kedatangan sang Suami yang tiba-tiba itu. Ayasha mengambil tangan Wira dan menciumnya takzim.
Wira hanya tersenyum dan memeluk Isteri yang dirindukan.
"Aku kangen sayang" Ucapnya memeluk erat dan mencium dahi sang isteri. Pelukannya di leraikan menyedari kehadiran Pak Yunus sang mertua berjalan kearah mereka. Dengan tertib menyalami Ayah mertuanya itu.
"Nak Wira..kamu datang..Masuk nak, mesra mesraannya di dalam aja" Godanya pada suami isteri itu.
"Hehe..Iya Pak" Wira menggaru kepalanya yang tidak gatal. Dia merasa malu tertangkap basah bermanja dengan isteri.
"Ayo by, istirahat di kamar" ucap Ayasha kepada suami.
"Pak, Wira ke kamar ya" Wira basa basi pada mertua. Walau sebenarnya dia sudah tidak sabar menerkam isteri imutnya itu.
"Iya..sambung aja mesra-mesranya" Pak yunus menggoda menantunya..Pria paruh baya itu benar-benar memahami kemahuan sang menantu, kerana dia juga pernah mengalaminya.
"Ahh..bapak..."Ayasha merungut.
"Pergi sana" Ujar Pak Yunus terkekah.
Wira melangkah menuju ke kamar sang isteri. Dia terpegun melihat perubahan ruangan itu.
"Kamu mengubahnya sayang" ucapnya memandang Ayasha.
"Iya..aku mau hubby nyaman menginap di sini, tapi Aya udah guna wang hubby untuk membeli ini semua, maaf ya" Ucap Ayasha lirih.
__ADS_1
"Gak perlu minta maaf..Wang yang hubby punya itu juga punya kamu..Kalau kamu gak mahu guna wang yang aku beri, aku akan marah, kamu itu isteri aku, sudah tanggung jawab aku nafkahi kamu" Ucapnya sambil menuju kasur yang baru di beli sang isteri dan membaringkan tubuh kekarnya.
"Terima kasih hubby" Jawab Ayasha mengekori suami dan ikut berbaring di kasur itu.
"Hubby, pergi bersihkan diri sana, Aya sediakan makanan" ucapnya pada suami.
"Oke, aku juga udah lapar, nanti mahu makan kamu juga" bisiknya pada isteri lalu tersenyum misteri.
"Ya..pergi sana" jawabnya malu-malu.
Sebelum ke dapur, tidak lupa Ayasha menyediakan pakaian ganti yang telah tersimpan di almari pakaian. Ayasha Membeli keperluan suami jika menginap di sana. Pakaian santai itu dia letakkan di atas kasur. Berharap suami menyukai pakaian yang di sediakannya, kerna itu bukan pakaian berjenama, di kampung hanya terdapat mini market dan tidak menjual pakaian branded.
Jamuan telah tersedia di atas meja makan, lauk sederhana ikan bakar gureme dan sayur capcai tidak lupa sambal goreng.
"udah siap..tinggal panggil suami" ucapnya dalam hati.
"Hubby..makan yuk" Ajaknya mencari sosok suami.
"Wah..tampan sungguh suami aku" pujinya.
"Suami siapa juga" Ucap Wira mencuit pipi isteri.
"Iya..suami aku,, ayo makan by" Ajak Ayasha.
"Ayo sayang"
Mereka menuju meja makan yang telah tersedia makanan yang mengundang selera itu.
"Sayang..Bapak mana? Gak enak kita makan dulu" ujarnya pada isteri.
__ADS_1
"Bapak udah makan, dia gak bisa telat makan" jawabnya pada isteri. Menjelaskan sang Bapak yang masih dalam pantauan doktor.
"Yuk makan, jangan lupa baca doanya"
Mereka menyantap makanan dengan tenang dan dalam diam.
Kekusutan fikiran Wira telah terlerai dengan kebersamaan dengan isteri. Baginya Ayasha adalah ubat paling mujarab membuat emosinya kembali normal.
Seperti yang telah Wira katanya, Malam itu dia meminta haknya yang telah 4 hari dia tidak dapat. Sang isteri dengan senang hati melayani sang suami dengan ikhlas dan redha.
"Ahhhhh..Sayang kamu nikmat banget!!" Erangan Wira setelah mendapat pelepasan. sedang isteri mendapat tiga kali pelepasan, stamina suami yang bisa bertahan dalam durasi lama dan bisa membuat berbagai gaya bercinta selalu membuat Ayasha benar-benar puas.
Nafas kedua yang memburu beransur normal. Ayasha memeluk dada bidang suami yang harum maskulin, haruman yang membuat dia candu ingin selalu berdekatan dengan suami.
"Sayang..kamu bisa janji gak?" tanya Wira
Ayasha yang tadi asyik menghirup aroma tubuh suami mendongak kepala menatap sang suami.
"Hubby.. Bisa bicara jelas gak?
"Kamu bisa janji gak, jangan pernah percaya jika ada kabar angin mengenai aku" Ucap Wira.
.
.
*Bersambung
tinggalkan jejak sayang 😘*
__ADS_1