
"Sayang, aku esok akan kembali ke kota" Ucap Wira sesudah melakukan malam pertama sebagai suami isteri.
Ayasha hanya diam memeluk Sang suami. Dia masih kelelahan. Hasrat Wira yang besar itu membuat dia kewalahan mengimbangi. Mujur selepas acara nikahan Wira membawa Ayasha menginap di hotel yang berhampiran di desa itu. Dia tak ingin aktiviti ranjang di dengarin Sang mertua.
"Sayang.." Ulang Wira
"Ya hubby..Gak papa..Hubby ada tanggung jawab di kota..Aya tinggal sama bapak aja..mumpung masih cuti kuliah" ucapnya memeluk telanjang dada suami.
"Jangan kelamaan sayang.. Masa sampai habis cuti kamu di sini..Bagaimana nasib si jack" ucap Wira manja.
"pffft.." Ayasha terkekeh.
"Jangan ketawain dong"
"Iya..Aya gak lama kok..hujung minggu Aya balik ke apartment" Ucap Sang isteri sambil memejam mata.
"Aku jemput kamu" Ujar Wira.
"Gak papa..Aya bisa naik kenderaan umum" Celah Ayasha.
"No..aku jemput nanti, gak ada bantahan"
Ayasha menghela nafas. Suaminya itu hanya ingin menang sendiri.
"Iya..iya..ikut kamu aja by.." Ucapnya pasrah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wira menghantar isterinya ke rumah sang mertua, dan ingin pamit kembali ke kota. Dia juga mengatakan akan menjemput sang isteri hujung minggu.
"Pak, Wira pamit kembali ke kota. Maaf gak bisa lama-lama, ada projek yang harus kami pantau" Ucapnya pada mertua.
"Ya..gak papa..Bapak juga senang Aya ada bersama bapak" Ujarnya dengan anggukan.
__ADS_1
Pandangan Wira beralih pada isterinya, " Sayang, aku pergi ya..hubungi aku..Nanti Hubby jemput" ucapnya pada sang isteri.
Wira merasa berat meninggalkan isteri, namun isteri hanya tersenyum bahagia bisa menghabiskan masa bersama Bapaknya.
"Ya..udah pamitnya hubby, keburu petang" Ayasha kurang enak dengan assistant sang suami telah lama menunggu.
"Kamu usir aku sayang" rajuknya.
"Aduh..hubby, Aya gak usir..Kesian pak Dino udah lumutan menunggu" Kekah Ayasha.
"Biarin dia lumutan sana sayang"
Wira memeluk Ayasha dan mencium dahi.
"Aku pergi, jaga diri" ucapnya.
"Iya..kamu juga" Ayasha mencium punggung tangan sang suami.
Tit tit titttt
Dino membunyikan hon kereta.
"Iya..iya..gak sabaran banget kamu Din" Ucap Wira kesal.
Kaki panjang Wira melangkah menuju pacuan empat rodanya yang di sana ada Di ni menunggu di bangku pemandu.
"Kamu pamitan lama banget" Balas Dino
"Kamu jomblo mana tahu, cepat jalan, kita harus segera tiba ke tapak projek sore ini" ujarnya.
"Yang bikin telat juga siapa" Dino gak mahu kalah.
"Sialan lo" Umpat Wira.
__ADS_1
"hihihi...dasar bucin" Dino meledak Wira
Sepanjang perjalanan dua sahabat itu saling meledak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sandra melangkah anggun memakai heel tinggi 5inci dengan pakaian modis yang ketat hingga menampakkan bentuk tubuh badannya yang seksi.
Gadis itu menuju ke perusahaan WW Group.
Setibanya di lobi bangunan para karyawan yang mengenalinya hanya membiarkan dia pergi ke tempat tujuannya iaitu ruangan pemilik Perusahaan.
Lidya secretary yang tidak mengenali Sandra mengenyit dahi melihat penampilan Sandra yang amat menonjol. Dia merasa kalah saing, semua yang di kenakan Sandra adalah barang yang berjenama dan pasti harga yang fantastik nilainya.
"Hai, mbak..Tuan Wira ada" tanya Sandra.
"Maaf..Mbak sudah buat temujanji?" Tanyanya
"Hei..kamu tahu gak aku siapa?" ucapnya dengan angkuh.
"Maaf mbak, saya gak tahu, Mbak ini siapa?" Lidya tanpa rasa takut.
"Kamu..huh! kamu ingat wajah saya..Saya calon isteri Tuan Wira, atasan kamu" Ucapnya lantang dan yakin.
Lidya terdiam menatap Sandra, lalu...
"Pfffttt hahaha...Mbak jangan terbang terlalu tinggi..nanti terjatuh sakit lo" Ledaknya.
Plakkk
Sandra melayangkan tamparan pada wajah Lidya. Lidya yang gak terima di lakukan begitu ingin membalas Sandra. namun tiba-tiba..
"Lidya!!!
__ADS_1