Dijerat Cinta Majikan

Dijerat Cinta Majikan
Bab 53


__ADS_3

Hari terus berganti..tibalah masa dimana acara Resepsi pernikahan Wira dan Ayasha di raikan. Ramai yang hadir untuk memberi ucapan selamat pada Wira. Rakan niaga dan sahabat juga tidak ketinggalan untuk menyempatkan hadir.


Pak Yunus tidak ketinggalan meraikan hari indah anak sematanya itu. Wajahnya kelihatan segar dan lebih berisi dari waktu dia sakit sakitan. Ketampanan Pak Yunus makin terserlah kerana usianya yang masih 42tahun, masih di katakan belum berusia. Pak Winata juga sangat menerima baik besannya itu.


Di singgahsana, kedua mempelai kelihatan serasi, ketampanan Wira dan keayuan Ayasha tidak di ragukan lagi. Keduanya kelihatan bahagia ditambah dengan kehadiran calon buah hati yang sedang berkembang dalam rahim Ayasha.


"Sayang..katakan jika kamu lelah ya..kamu bisa istirahat kekamar" Ucap Wira khawatir dengan isterinya yang hamil muda itu.


"Ya hubby..Aku belum lelah..gak perlu cemas gitu" Ucapnya melampar senyuman pada Wira.


"Baik sayang..Ayo..kita duduk aja.." Ucapnya. dan Ayasha menurut dan duduk disamping Wira.


Dino merasa lega setelah dua minggu bertungkus lumus mengurus acara resepsi ini. Hari itu dia juga tidak kecuali mengenakan jas mahal dan memperlihatkan ketampanannya. Dino yang berada didepan pintu masuk sedang gelisah menunggu seseorang yang dia nantikan. Papa Winata melihat kegelisahan Dino itu lalu mendekati.


"Tuan Dino kelihatan gelisah..nungguin pacar ya" Goda Papa Winata.


"Ahh...Tuan..gak..aku nungguin teman, bukan pacar..hihi" Elaknya.


Tasya Yang telah sihat sepenuhnya telah kembali ke kediamannya sejak seminggu lalu. Dan itu juga banyak drama berlaku yang Tasya lakukan hingga Dino bisa melepaskan Tasya kembali ke rumahnya. Dino pada mulanya enggan membiarkan Tasya kembali dengan alasan klise, Tasya belum sembuh.


"Bukan pacar tapi, kamu kelihatan menyukai gadis itu" Tebak Papa Winata, Dino langsung menyentuh dadanya. "Apa benar aku menyukai gadis usil itu" batinnya.


"Ya udah..Papa nemuin tamu di dalam" ucap Papa Winata berlalu sambil menepuk bahu Dino.


Tak berapa lama sebuah kenderaan yang dikenali Dino masuk ke area parking. Dino bergegas berjalan menuju mobil itu. Dan membuka pintu.


Mata Dino terpaku pada penampilan Tasya yang tidak seperti biasa. Jantungnya bekerja dengan pantas dan dia terasa gugup. Glekk..Dino menelan salivanya.


"Tuan Dino...sudah pandangnya..nanti mata kamu copot" Ledak Tasya dengan menyembunyikan senyuman.


"Jangan geer kamu" Dino cuba menyembunyikan mukanya memerah kerana ketahuan mengagumi Tasya.

__ADS_1


"Benar gak terpesona kamu tuan" Ucapnya usil.


"Ayo..jangan banyak tingkah. Aku udah lumutan nungguin kamu dari tadi" ucap Dino gengsi.


"Aku gak minta tuan tungguin aku loh..Atau tuan memang merindui aku, gak sabar nemuin aku, hihi" Tasya mengekeh sambil berkata. Ucapnya yang gak serius itu hanya untuk mengusili pria yang baginya sangat gengsian. Tasya gemar membuatnya kesal.


Dino menahan kesalnya, menarik nafas kasar. Menarik tangan Tanya masuk ke dalam acara Tuannya. Walau sebenarnya Dino menyembunyikan senyuman kecilnya.


"Tuan..gak perlu pegang tangan loh.. Tasya bisa jalan sendiri" Tasya melepaskan genggaman tangan Dino.


Dino yang tidak menerima penolakan Tasya mengambil tangan Tasya semula dan menggenggamnya lebih kuat.


"Tuan...." Serunya dengan sedikit bengong.


"Boleh gak kamu jangan panggil tuan..aku bukan tuan kamu" Ucapnya.


"Tapi..."


Tasya bagai disihir, hanya membiarkan Dino menggendangnya masuk. "huh..wahai jantung, kamu tenang please" Batin Tasya menatap Dino.


Dino terus menempel pada Tasya hingga membuat gadis itu rimas.


"Tuan Dino..Tuan di panggil Tuan Wira itu" Bohongnya. Dia ingin lepas dari Dino. Dia tidak ingin kedekatan mereka disalah ertikan. Kerna ramai pihak media hadir merakamkan moment pernikahan Ceo WW Group itu.


"Jangan bohong kamu" ucap Dino dengan pandangan mengancam.


"Hihi..." Tasya menyeringai kecil.


......................


Acara yang meriah itu pun berakhir. Para tetamu beransur pergi. Tinggallah Dino, Tasya, Pak Yunus, Ibu Yunita dan Papa Winata yang masih setia menunggu acara benar-benar selesai. Wira dan Ayasha telah beredar untuk istirahat kekamar.

__ADS_1


"Maaf Tuan, Nyonya..Saya izin pamit. Terima kasih undangannya" Ucap Tasya sopan.


"Eh..malam nanti ada acara makan malam loh..kamu datang ya" Pinta Papa Winata.


"Maaf Tuan..malam nanti saya gak bisa datang..kerna aku ada kerjaan yang harus saya lakukan" Tolak Tasya. Dia merasa tidak sedap hati menolak ajakan Papa Winata. Namun dia sudah terlanjur menerima tawaran kencan.


"Gak papa jika kamu ada pekerjaan..terima kasih sudah datang..err..Dino kamu hantar Tasya pulang" Ucap Papa Winata memandang Dino dengan penuh makna.


"Gak papa Tuan..aku ada bawa mobil" Ujarnya lagi


"Saya hantar ke depan..Ayo" Ucap Dino.


Tasya berjalan keluar dari hotel tempat acara itu. Dino mengikuti dari belakang.


"Ehem..Tasya..Apa kerja kamu lakukan malam nanti" Tanya Dino menyelidik.


"Aku udah mulai terima order kencan..malam ini aku ada kencan, menemani pelanggan aku ke acara reunion sekolah" Ucapnya jujur.


Hati Dino memanas. Dia merasa tidak senang Tasya melakukan pekerjaannya itu.


"Kamu batalkan kencan kamu"


Deg


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2