
Seperti rancangan Dino, siang itu dia membawa Tasya bersiar-siar. Dino memperlakukan Tasya selayaknya kekasih benaran. Selama ini Dino yang tidak pernah berbuat begitu kepada mana-mana gadis. Dan, Tasya gadis yang telah membuat hidupnya jungkir balik. Mengalihkan semua perhatian dan pusat hidup hanya untuk Tasya. Hanya satu yang Dino khawatir, jika cintanya hanya sepihak.
"Sayang..Boleh lepasin tangan aku? Sudah keringat ni" Keluh Tasya. Sejak dari tadi Dino tidak melepaskan genggaman tangannya.
"Hem..kita tukaran tangan sebelah aja..sini tangannya" Ucap Dino santai.
Apa!!..Tasya hanya merungut dalam hati.
"Muka itu jangan bengong Bebe, mahu di cium ya?" Ucap Dino usil.
"Sayang..jangan gila kamu..Ini tempat umum" Suara Tasya menahan kesal. Selain terpaksa memanggil 'sayang' kelakuan Dino yang sesuka hati membuat Tasya sering naik darah.
"Kalau bukan tempat umum,.boleh cium yah?" Bisik Dino. membuat Tasya merinding.
"Sayang..kamu jangan macam-macam please" Suara Tasya memelas merayu.
"Ya..udah..ayuh teruskan jalan..kamu beli keperluan kamu, jangan sungkam..kalau kamu masih sungkam, aku bakal cium kamu disini" Ucap Dino dengan kekeh.
Sejak mengenali Tasya Dino merasa hidupnya lebih berwarna. Melihat wajah kesal dan jutek Tasya, Dino merasa bahagia dan gemas.
Sepanjang hari Dino sering menggoda dan mengusili Tasya, mengugut akan mencium jika dia tidak menurut. Dalam diam, Tasya bahagia, sejenak dia melupakan mereka hanya kekasih pura-pura. Hatinya melayang di perlakuan seperti ratu. Dino membawanya berbelanja, makan di restoran mewah dan Dino membawanya melihat mahatari terbenam di pantai.
Sedang asyik melihat permandangan senja itu, Tasya terkejut dengan perbuatan Dino yang menjongkok di hadapannya.
"Bebe.." Suara Dino bergetar,senada dengan irama jantungnya saat ini. Dino menarik nafas dalam mengusir debaran dadanya yang menggila.
Tasya yang tidak kalah debaran seperti Dino, membeku,...menunggu apa yang bakal bibir Dino ucapkan.
"Bebe..aku ini seorang pendosa, lelaki yang tidak pernah puas dengan wanita, suka bermain dengan wanita, yang tidak pernah menganggap cinta itu wujud tulus untukku. Bagiku cinta bisa di beli seperti menyalurkan nafsu pada wanita bayaran" Ungkap Dino dengan wajah basah dengan airmata.
"Say...." Dino menahan bibir Tasya dengan jarinya.
"Sshhtt....Aku belum habis bicara Bebe"
"Bebe, sejak kamu hadir, aku..aku sempat menganggap kamu seperti gadis yang aku kenal, bisa di beli dengan wang,.yang sukarela menyerahkan diri ke ranjang demi wang..Namun, aku ternyata salah..kamu berbeda, malah dengan terangan kamu memberi tembok dengan syarat-syarat yang konyol. Tapi, itu malah membuat aku jatuh ke dalam pesonamu" Dino Menjadi bicaranya.
"Natasya Aulia, aku mencintaimu. Mahukah kamu menerima cinta seorang pendosa seperti ku?" Tanya Dino lirih. Dia pasrah dengan keputusan Tasya. Dino telah bersedia mental, jika Tasya menolak, dia akan terus mengejar Tasya.
1 detik
2 detik
3 detik
"Bebe..."
"Aku sudah boleh bicara ya?" Tanya Tasya
"Ya bebe..,"
__ADS_1
"Tuan...apa kamu boleh memberi aku masa untuk menjawab?" Usul Tasya.
"Gak..kamu harus jawab saat ini..dan jawapannya harus 'Ya' " Tegas Dino.
"Ini tidak adil..ini satu penindasan" Rungut Tasya.
"Bebe.. ini kali pertama aku rasakan semua ini. please jangan patahkan hati aku" Rayu Dino.
"Ya udah..aku bisa apa..aku terima aja" jawab Tasya pasrah.
"Hah!!" Dini membulatkan matanya mendengar kata-kata Tasya.
"Bebe..kamu bisa ulang kata-kata kamu tadi"
"Gak ada siaran ulangan.."
"Bebe.."
"Aku., aku harus apa, kalau aku gak ada pilihan" Jawab Tasya malu.
"Maksudnya kamu terima aku?" ucap Dino antusias. Tasya hanya menjawab dengan anggukan.
"yes!!! yes!!" Sorak Dino. Tasya hanya terkekeh melihat gelagat Dino yang kekanakan.
"Sayang...apa kamu benar ingin menjalin hubungan yang serius denganku?" Tanya Tasya.
"iya bebe..aku serius..kamu meraguiku?"
Dino mendekat kan wajahnya pada Tasya dan..Cup..Dino ******* bibir Tasya,menyalurkan perasaannya. Hampir beberapa minit pasangan itu berbalas ciuman hingga keduanya hampir sesak.
Kini Dino yakin Tasya juga menyimpan rasa yang sama untuknya, jika sebelum ini Tasya tidak merespon setiap dia menggoda dengan ciuman tapi kali ini dia membalas lumayan bibirnya dan saling membelit lidah.
"Sayang, kenapa kamu ketawa?"
"Aku bahagia,kamu juga mempunyai rasa yang sama seperti ku" Ucapnya lalu mendakap tubuh mungil itu dengan erat. Tasya menyembunyikan wajahnya pada Dino menghirup bau tubuh Dino yang harum.
Setelah keduanya selesai mengutarakan perasaan masing-masing, mereka memutuskan untuk kembali ke apartment Dino dengan status yang baru, bukan pasangan bayaran lagi.
.
.
.
Di kediaman Wira.
Setelah selesai makan malam.
"Wira,. Aya..Papa dan ibu ingin pulang. Sudah hampir lewat malam, terima kasih telah melayani kami, Papa harap kamu sering melawat papa" Ucap papa Winata.
__ADS_1
"Baik Pa..ada masa kami akan melawat papa', Jawab Wira.
"Papa dan ibu gak bermalam di sini?",Tanya Ayasha.
"Terima kasih sayang, lain kali kami akan bermalam di sini, untuk hari ini kami pulang ke mansion" Jawab ibu Yunita.
"Baik Bu,. " Jawabnya lirih.
"Sayang..papa balik dulu, jaga diri kamu dan cucu papa, jika boleh,kamu cuti saja dari kuliah" usul papa winata.
"Aya akan fikirkan Pa,.."
"Ya..Wira..Papa pergi, kamu jangan lembur, segera pulang temani Ayasha" pesannya lagi.
"Ya..Papa jangan khawatir..hati-hati Pa"
Wira melihat kenderaan membawa papanya meluncur sehingga tidak kelihatan.
,
,
ceklakk
"Sayang.." Wira mencari kelibat sang isteri di sekitar kamar yang luas itu.Tidak lama, muncul sosok yang di cari dari arah kloset, Wira melotot melihat pemandang yang di suguhkan sang isteri. Tubuhnya yang sedikit membuncit di baluti lingery merah maroon yang transperant, membangkitkan sesuatu dalam diri Wira.
Wira menarik bibirnya tersenyum dan berjalan kearah isterinya yang sedang bersedia untuk di nikmati.
"Kamu menggoda ku sayang hemm" Ucap Wira dengan suara di selabuti ghairah.
"Hubby..aku menginginkanmu" Bisik Ayasha sensual. tangannya bergayut di leher Wira. Tanpa fikir panjang Wira mengangkat tubuh isterinya dengan hati-hati dan membaringkan di tilam king size.
"Jangan salahkan aku jika malam ni kamu tidak cukup tidur sayang"
Ayasha tersenyum menggigit bibir bawahnya.
Malam itu Wira benar-benar membuat Ayasha puas berkali-kali, jika tidak memikirkan isterinya itu hamil pasti dia akan menggempurnya habis-habisan.
"Ahh...by..jangan berhenti, ahh...lagi laju by.." racau Ayasha.
"Oh..sayang....uh...ahh...ahh..aku akan sampai.."Wira melajukan hentakannya..
"Ahh..Ahhhhhh..Sayanggg!!!"
.
.
.
__ADS_1
ucap hai untuk kakak plss