Dijerat Cinta Majikan

Dijerat Cinta Majikan
Bab 60


__ADS_3

Dino mengepalkan tangannya yang sedang memegang stering. Perasaannya sangat kesal melihat kebersamaan wanita yang telah menyusup masuk ke dalam hatinya tanpa izin.


"Bisa-bisanya kamu bersenang dengan lelaki lain sementara aku seharian menunggu khabar darimu.." gumamnya kesal.


"Tunggu kamu gadis nakal..kamu diam-diam menyelingkuhiku huh!" Bergegas Dino keluar dari kereta mewahnya berniat ingin menegur sepasang wanita dan pria sedang bercengkerama.


"Hai bebe!" Sapa Dino dengan wajah yang tidak bersahabat. Dino merenung tajam pria yang terlihat bingung dengan tatapan tajam lelaki di hadapannya kini.


Tasya yang sangat terkejut dengan kehadiran Dino tiba-tiba membuat dia kekok dan bagai di hentam bebatuan. Perasaan yang tadinya senang berubah dengan perasaan serba salah.." Aduh..gawat...bagaimana ni..kenapa pria pemaksa ini ada di sini..mati aku" Batin Tasya.


"Eh..Tuan..err...tuan buat apa disini" Pertanyaan yang spontan keluar dari mulut Tasya. Tasya mengutuk kebodohannya sendiri. ini tempat umum, sesiapa juga bisa datang.


"Kenapa aku bisa disini..oh Ya..aku bisa disini kerana kekasih aku ada disini.." Jawabnya berlagak tenang. Tasya menelan ludahnya kasar. Tiba-tiba saja butir peluh membasahi pelipisnya. Cepat Tasya mengesap peluh agar tidak kelihatan kegugupannya.


"Oh..apa kehadiran aku buat kamu tidak senang bebe" Tanya Dino yang cuba bertenang.


"Ya..tentu tidak..Mari duduk..kami juga baru sampai.." Ucap pria yang dari tadi bengong melihat situasi itu.


"Baik..terima kasih" Dino menarik kerusi yang berdekatan dengan Tasya lalu mendekati dan merapatkan Tasya padanya. Dia ingin menunjukkan bahawa Tasya itu hak miliknya.

__ADS_1


Pria yang telah beberapa kali menjadi teman kencan Tasya ini merasa panas melihat tindakan posesif Dino terhadap Tasya. Selama ini dia percaya Tasya tiada kekasih. Kerna itu dia selalu membayar Tasya menjadi kencan bayaran dengan harapan bibit cinta bisa hadir di hati Tasya untuknya. Namun, belum apa-apa harapannya yang tinggi itu hancur berkecai dengan penyataan pria posesif di hadapannya ini. "kekasih!! Adakah aku terlalu lambat bertindak" Batinnya.


Setelah hampir satu jam makan malam yang mencengkam itu selesai juga. Tasya menahan kekesalan Dino yang bagai anak kecil ingin di suapi membuat Rico tidak berselera kerana tidak di anggap kehadirannya. Dia merasa seolah penonton yang melihat drama langsung keromantisan sepasang kekasih. "Malam ini aku sial" gerutunya dalam hati. " Aku harus segera pergi...bisa-bisa aku mati terduduk jika di sini terus menjadi ubat nyamuk" Batinnya lagi.


"hmm..Tasya..maaf..aku sepertinya ada hal mendadak..Terima kasih kerana menerima undangan makan malam. Aku pergi dulu..selamat malam tuan" Yang pasti itu cuma akalan Rico agar bisa pergi dengan bermaruah. Baginya biarlah perasaan yang dia ada sampai di sini saja. Dia tidak ingin menerima risiko bersaing dengan lelaki yang jelas bukan bisa dia saingi.


"Maaf Rico..Ada masa kita bi.."


"Selamat malam bro..terima kasih makan malamnya" Potong Dino.


Setelah sosok Rico tidak kelihatan Tasya berdiri meninggalkan Dino.


"Bebe..kemana kamu hah!! mahu selingkuh lagi???" Kata - kata Dino langsung membuat Tasya berhenti melangkah dan berbalik badan memandang Dino.


"Apa kamu lupa atau buat-buat lupa bebe..kamu itu kekasih aku setahun ini..kamu malah menerima kencan dari pria lain sementara kita belum selesai kontrak..kamu itu sudah jelas curangi aku secara tidak langsung..Apa kamu mahu aku tuntut kamu sudah melanggar kontrak????" Ucap Dino yang membuat Tasya khawatir. Dia juga baru menyedari akan kesalahannya.


"Tuan..a..aku..aku minta maaf..sebenarnya aku gak sengaja terima kencan tadi..maaf!!" Suara yang tadi memekik jadi melunak dan jinak.


"Tidak semudah itu bebe.." Tuturnya dengan licik.

__ADS_1


"Kamu itu susah patuh pada ku..tapi dengan pria tadi kamu bisanya senang dan tertawa..Kamu sungguh membuat aku terluka bebe" ujarnya


"Maaf Tuan..aku tidak bermaksud begitu" Tasya bingung harus bicara apa pada pria pemaksa dan kini jadi pencemburu.


"Baiklah..ayuh ikut aku..seharian ini kamu gak balas pesanku..kamu harus terima hukuman" Ucap Dino sambil menarik tangan Tasya agar mengikutinya. Tasya hanya bisa patuh dan menurut pada Dino. Tasya berfikir keras bagaimana cara lepas dari hukuman yang dia sendiri tidak tahu apa akan dia dapat.


Dino membukakan pintu kereta untuk Tasya dan memasangkan seat belt pada Tasya lalu menutup pintu kereta. Kemudian dia masuk menduduki kerusi pemandu dan menghidupkan enjin keretanya. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Hingga sampai di kediaman Tasya, Dino bersuara.


"Mulai hari ini kamu tinggal bersamaku selama kita masih dalam kontrak. Kamu masuk ambil barang keperluan kamu..malam ni juga kamu ikut aku" Titah Dino tanpa basa basi.


"Tapi..aku..."


"Tidak ada alasan..ini hukuman kamu agar tidak selingkuh lagi" Alasan yang klise namun Dino yakin bisa membuat Tasya menurut dan patuh.


Tanpa jawapan Tasya keluar dan menuju ke rumahnya untuk mengemas keperluan yang penting saja. Itukan juga bila-bila dia bisa datang untuk mengambil jika terdesak.


"Tunggu kamu gadis keras kepala..kamu akan aku takluki" Seringai jahat Dino.


.

__ADS_1


.


Hai guys


__ADS_2