Dijerat Cinta Majikan

Dijerat Cinta Majikan
Bab 14


__ADS_3

WW Group


Lidya menyambut hangat atasannya seperti biasa, namun hanya dibalas dingin Wira dan berlalu memasuki ruangan kerjanya. Jika bukan kerana pekerjaan Lidya baik dia tidak akan mempertahankan secretary yang nyata-nyata menggodanya.


tok tok tok


"Masuk"


"Tuan..hari ini ada pertemuan dengan Syarikat Digantara Legacy Sebelum makan siang, dan sebelah petang ada meeting dengan unit akaun bagi report bulanan kewangan" Lapor Lidya.


"Saya akan menghadiri perjumpaan dengan Digantara Legacy. Meeting nanti Doni dan kamu akan urus, petang saya gak masuk. kamu hantar laporan meeting terus ke email" katanya.


"Baik tuan" Jawabnya.


"Err..Kenapa gak masuk petang," Jawabnya kepo.


"Bukan urusan kamu, privacy saya bukan dalam job kamu" ucapnya dingin dan tanpa basi.


"Maaf tuan..Jika tuan perlu kan teman untuk senang-senang. saya bisa kok" Ucapnya terang menggoda atasan. Bukan membuat wira tergoda malah wira semakin berang kelakuan secretarynya.


"Lidya..Lidya..kamu masih sayang kerja kamu gak?" ucapnya setelah berdiri mendekati Lidya.


"Kamu tahu gak..kalau kamu saya pecat atas kelakuan kamu yang gak pantas disebut sebagai karyawan, menggoda atasan di masa kerja, membuat atasan gak nyaman,..yah..yang paling indah adalah nama kamu akan saya daftar blacklist" Ancamnya.


Perkataan Wira membuat Lidya pucat pasi dan malu.


"Ma..maaf tuan..jangan pecat saya" Lidya memohon.


"Jika kamu masih ingin bekerja..bekerja dengan profesional" Tegasnya.

__ADS_1


"Sekarang kamu keluar,".


"Baik tuan..maaf" Ucap Lidya langsung berlalu ke ruangannya. Dia menyesal dia tidak menyangka akan mendapat ancaman dari atasan.


Belum habis kekesalan Wira. Sini sang Assistant datang dengan wajah usil.


"Duh..udah lepas perjaka masih aja kesal lo" godanya.


"Sialan lo" umpatnya pada sahabat juga Assistant kepercayaan. yang sama-sama menghadapi jatuh dan bangun sejak Wira memulai bisnes 10tahun lalu. Bisnes yang di kelola adalah hak mutlak sendiri bukan dari warisan.


"Don, gue gak masuk petang..kamu handle meeting dengan Lidya aja" terangnya.


"Hey..barusan gak masuk" Tanya Doni.


"Gak usah banyak nanya lo Don," Jawabnya.


"Kamu mau nyambung kikuk kikuk lagi ya. udah candu kamu" Ucapnya sambil terkekeh.


"Bodo amat kamu don, pergi sana kerja" Ucapnya menyembunyikan wajahnya yang menahan malu.


"sialan kau Doni" umpat Wira dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari itu Wira menghadiri pertemuan membahaskan jalinan kerjasama dengan Perusahaan Digantara Legacy.


Deg


"Hari ini gue sial banget" Ucap Wira dalam hati melihat wakil dari pihak Digantara Legacy.

__ADS_1


"Gue boleh terlepas infomasi perusahaan ini..bodo kamu Doni" umpat Wira


"Selamat siang Pak Wira..senang bertemu anda" Ucap Wakil perusahaan Digantara Legacy dengan senyum menggoda.


"Selamat siang Nona" Sambil menyambut huluran tangan gadis tersebut.


"Saya Elisa Digantara Pak Wira" Ucapnya.


Wira hanya mengangguk dan mempersilakan duduk. Dia cuba bersikap profesional. Dia tak mungkin melupakan gadis tersebut yang telah di kenalkan ibunya.


Setelah membahas tentang usul jalinan kerjasama dua pihak, Gadis itu memaksa makan siang bersama. Dan Wira hanya bisa menurut dan menahan kesal dengan sikap pemaksa gadis itu.


"Pak, bisa gak Elisa minta nombor hp, ya..bisa membahas soal perusahaan" Ucapnya penuh harap.


"Ehem..maaf nona Elisa, Saya akan berikan no hp secretary dan Assistant saya..jika ada yang ingin di bahas, kamu bisa buat temujanji dahulu" Jawab Wira.


"Maaf Nona, saya pergi dulu..sila terusin makannya.. Gue ada urusan lagi. makanan ini saya udah bayar..permisi Nona Elisa" ucap Wira lalu meninggalkan Elisa dengan kecewa.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2