
"Ehem..Tasya..Apa kerja kamu lakukan malam nanti" Tanya Dino menyelidik.
"Aku udah mulai terima order kencan..malam ini aku ada kencan, menemani pelanggan aku ke acara reunion sekolah" Ucapnya jujur.
Hati Dino memanas. Dia merasa tidak senang Tasya melakukan pekerjaannya itu.
"Kamu batalkan kencan kamu"
Deg
"Tuan..ini pekerjaan aku..Tuan gak boleh minta batal secara tiba-tiba..Aku ini profesional. Lagipun itu punca rezeki aku..maaf tuan..permisi" Tasya kesal dengan sikap Dino.
Brakk.. Tasya menutup pintu mobil dengan kencang.
"Suka-suka aja minta aku batalin..Dia siapa mau ngatur aku,,Saudara bukan, sahabat bukan, malah pacar juga bukan.." Gerutu Tasya. Tasya langsung melajukan kenderaannya untuk pulang ke rumah, kerna dia harus bersiap untuk malam nanti.
Dino yang terpaku hanya memandang nanar kepergian Tasya.
"Sial....Ini gak boleh jadi" gumamnya.
Setelah berfikir matang Dino memutuskan untuk menyusul Tasya ke rumahnya. Dengan niat membatalkan kepergian Tasya.
Vroom.
Dino meluncur pacuan empat rodanya ke kediaman Tasya.
Ting tong
__ADS_1
Ting tong
Tasya terkejut mendengar bunyi bell yang menandakan ada tamu. Tasya yang selesai mandi hanya memakai jubah mandi, bergegas membuka pintu, pada mulanya dia ingin mengintai namun setelah dia membuka pintu, dorongan keras dari luar membuat dia terundur selangkah ke belakang.
ceklakk
"Apa-apaan kamu Tuan. Gak sopan kamu" Ucap Tasya dengan nada yang meninggi.
Dino hanya diam menatap Tasya. Otak Dino bagai naik pitam melihat penampilan Tanya yang membangkitkan hasrat kelelakiannya. Hampir sebulan dia tidak pernah menyalurkan hasratnya pada wanita panggilan. Kesibukannya merawat Tasya dan mengurus acara perkahwinan Wira membuat dia
tidak bisa bersenang-senang. Dan, Dino juga tidak sedar sejak bila Tasya telah mengalih dunianya dan melupakan tabiatnya itu.
Dino menatap Tasya dengan ghairah. Dino melangkah mendekati Tasya. Merengkuh pinggang Tasya.
"Tuan Dino..kamu menjauh please" Tasya cuba melepaskan belitan di pinggangnya.
Dino yang telah dikaburi kabut ghairah tidak mengendahkan kata-kata Tasya.
"Tuan..lepas..lepaskan Tasya..Tuan jangan macam-macam" Lirih Tasya.
"Tu-Tuan jang- emmpphh " Ucapan Tasya dibungkamkan dengan ciuman dari bibir Dino. Dino ******* bibir Tasya dengan durasi lama. Dino menjeda untuk mengambil nafas dan dia kembali menyatukan bibirnya.
Tasya yang baru merasa ciuman merasa panas seluruh tubuhnya. Sensasi itu membuat dia tidak ingin menyudahi kegiatan itu. Dia yang cukup dewasa sangat memahami situasi itu.
"Aku menginginkan mu Tasya"
"Tapi..ini gak benar Tuan.." Tolak Tasya.
__ADS_1
"Aku tahu kamu juga menginginkannya"
"Aku hanya ingin melakukan dengan suamiku"
"Ayo kita nikah"
"Hah! Ini tidak lucu Tuan,Tasya tidak ingin menikah dengan lelaki yang tidak mencintai aku"
Hufttt.. Dino mengusap kasar wajahnya. Walau Dino sedar dia adalah pria brengsek namun dia tidak ingin berhubungan badan dengan terpaksa. Dia memejamkan matanya cuba meredam ghairahnya.
"Cinta!!! " dia terkekeh dalam hati.
"Lebih baik Tuan pergi dari sini" Ucapnya tanpa melihat kearah Dino.
Dino ingin berucap namun diurungkannya, Dino melangkah keluar dari rumah Tasya dengan perasaan yang dia sendiri tidak mengerti. Dadanya terasa sesak.
Di dalam mobil Dino terus memandang kearah rumah Tasya..dia tidak berniat meninggalkan tempat itu. Dino teringat niat asalnya untuk meminta Tasya membatalkan khidmat kencannya.
Dino mendapat idea untuk memboking kencan selama setahun dengan Tasya. Dino menekan dominal pembayaran selama kencannya.
"Hahaha..kamu gak akan bisa menolak" Dino mengingatkan Tasya bekerja dengan sangat profesional dalam menetapkan khidmat kencannya.
Didalam kamar Tasya terpaksa membatalkan kencannya malam nanti. akibat moodnya yang rosak kerana kelakuan Dino. Toh dia juga belum menerima bayaran, maka dia bisa membatalkan di saat akhir.
Tasya terkejut melihat ada yang mengontraknya selama setahun, dia merasa senang kerana telah mendapat pembayaran penuh. Tanpa menyelidiki dia terus menekan. ikon setuju. Bisa tambah tabungan fikirnya.
.
__ADS_1
.
Bersambung