Dijerat Cinta Majikan

Dijerat Cinta Majikan
Bab 20


__ADS_3

Ayasha makan dengan lahap tanpa mempedulikan sang tuan yang menatapnya insten. Wira merasa geli hati kerakusan Ayasha.


"Sebegitu lapar kamu Aya" Tanyanya.


"Tuan gak bagi jeda untuk Aya rehat" Ucapnya


"Huawahahaha...Kamu enak Aya..Aku gak tahan, jangan salahkan aku menginginkanmu.." ucapnya membuat Ayasha berhenti mengunyah.


Glekk


Ayasha menelan ludah.


Selepas menghabiskan makan malam yang sudah terlewat. Wira benar-benar menghabiskan malam dengan aktiviti ranjang. Hingga Ayasha lemah dan membiarkan Wira melakukan kegiatannya. Ayasha tidak sedar tertidur semasa sedang dalam penyatuan dengan Wira.


Di tempat lain, seorang gadis dengan lihai memacu diatas pria yang sejak lama menjadi melampiasnya. Gadis itu memacu mencari kenikmatan diri. Pria yang memang tergila pada gadis itu senantiasa bersedia dijadikan pelampiasan kekesalan sang gadis.. yah..gadis itu ialah Elisa Digantara. Kepergiannya meninggalkan acara makan malam kerana kekecewaan ketidakhadiran Wiratama pria pujaan yang tidak mudah dia dapatkan.


Tuan Digantara kelimpungan mencari sang anak semata. Berpuluh kali panggilan diabaikan. Anak gadis yang sentiasa menjadi kebanggaan, semua keinginan dituruti sang Papa mengakibatkan Sang anak menjadi liar dalam pergaulan.


Elisa memasuki kediaman dengan santai, seperti tiada kesalahan yang dia lakukan.


"El, kamu dari mana saja!!!" herdik Tuan Digantara merasa kesal dengan sikap acuh. Elisa tidak menghiraukan kemarahan sang Papa.


"Semalaman Papa gak bisa tidur mikirin kamu.. Kemana aja?" Sambungnya


"El...El..." panggil Digantara.

__ADS_1


"Huh..anak itu...."


Brakkk


Elisa menutup keras pintu kamarnya.


Tuan Digantara hanya bisa menahan amarah pada sang anak.


"Maaf sayang..sepertinya mas gagal mendidik anak kita" ucapnya dalam hati.


Isteri yang dicintai telah pergi menemui sang khalik setelah melahirkan putri cantik kepada sang suami. Sejak kepergian isteri dia telah menutup hati mencari isteri demi memberi kasih sayang pada putri kesayangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tuan..tuan" Ayasha membangunkan sang Tuan yang masih lena mendakapnya erat. Keadaan mereka masih tanpa pakaian.


"Tuan, bagaimana jika mbok curiga..semalam Aya gak pulang" Ayasha meluah kan keresahannya.


Bukan menjawab malah Wira menghirup leher Ayasha sambil memejam mata.


"Ahh Tuan..geli..."Ucap Ayasha.


Wira semakin lihai melancarkan aksi kesukaannya. Meramas benda kembar milik Ayasha. Pagi itu berulang kembali katil itu bergoyang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Wira terkekeh memandang Ayasha cemberut memanyungkan bibirnya. Gadis itu kesal kerana sang Tuan bagai buas menyetubuhinya.


"Aya..bibirnya jangan manyung gitu loh..pingin di cium lagi ya?" Godanya sambil terkekeh melihatkan giginya.


"Tuan itu gak ada puasnya..Lihat badan Aya pingin patah-patah semua" ucapnya.


"Ok..ok..maaf..tapi kamu nikmat loh" godanya sambil mencubit pipi Ayasha dan memeluknya.


"Siap cepat..kita sarapan..Nanti kita langsung ke kampung kamu" Ujarnya


"Maksud Tuan" Tanya Ayasha.


"Kita ambil surat-surat kamu untuk daftar kuliah..yah sekalian lawat bapak kamu" Terang Wira.


Mata Ayasha berbinar kegirangan. Dia bisa mengubat kerinduan pada sang bapak di kampung. selepas operasi dia belum melihat pria paruh abad itu.


"Aya..kamu gak usah kerja di mansion..kamu kuliah dan tinggal di apartment ini..Semua aku akan urus..kamu hanya nurut aja..Faham Aya" Ucap Wira.


Mata Ayasha berembun mendengar kenyataan tuannya. Dia tidak faham kenapa pria itu terlalu baik padanya.


"Tuan, kenapa Tuan lakukan semua ini untuk Aya? tanyanya


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2