Dijerat Cinta Majikan

Dijerat Cinta Majikan
Bab 24


__ADS_3

Ayasha membuka matanya dan melihat sekeliling. Dia termangu kerana bukan berada di kamarnya. Gadis itu mengumpul puzzle ingatan kejadian semalam hingga dia berakhir di pelukan sang tuan.


Dia melihat jam dinding menunjukan jam 3 subuh. Ayasha cuba bangkit dari baringannya namun dia merasa kepedihan di area peribadinya. Semalam Wira menyentuhnya agak kasar.


Ayasha memungut pakaiannya yang terselerakkan di lantai. Wira membuka tidak sabaran.Terdapat beberapa butang baju tercabut. Gadis itu perlahan keluar dari kamar Wira menuju kamar belakang para pembantu. Dia tak ingin hubungannya dengan Wira terhidu sesiapa. Mujur dia ditempatkan kamar sendirian.


Dengan berjalan bertatih Ayasha menuruni tangga rumah mewah itu. Masuk ke kamar, segera membersihkan diri dan merehatkan badannya yang hampir remuk. Berharap esok dan esok sesuatu yang indah dia akan terjadi dalam hidupnya. Gadis itu menangis hingga terlelap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bu Yunita..Sebenarnya apa kamu rencanakan??? Suara Wira bergema di ruang kerja sang papa.


"Ibu gak ngerti Wir..maksud kamu apa" wajah Bu Yunita memelas, mencuba bersikap biasa.


"Apa perlu Wira usir kamu dari kediaman ini baru mahu ngaku???


Bu Yunita memucat.


"Siapa yang masukkan ubat perangsang ke minuman Wira di acara makan semalam???


"Gak...ibu gak tau Wira..Sungguh!"


"Bagaimana jika Wira dapat buktikan ibu dan Elisa pelakunya???


"Elisa...oh...ertinya, ahh...kenapa bisa gadis itu nekad" dalam hati ibuYunita.


"Ibu gak tau Wir..Ibu ngaku ingin jodohin kamu sama Elisa. Tapi ibu gak ada rencanain buat kamu tiduri Elisa, Ibu sumpah gak bohong" Ujar Ibu Yunita.

__ADS_1


"Elisa minta ibu bantu dekatkan kamu dengan Elisa tapi bukan seperti itu" Ucap Yunita sungguh-sungguh.


"Tolong Wir, jangan usir Ibu dengan Papa, Ibu janji gak akan paksa jodohkan kamu lagi" ibu Yunita memohon.


"Baiklah, Wira maafkan kali ini, jika berulang lagi, Harap ibu gak menyesal" Wira memberi peringatan.


Papa Winata hanya membiarkan Wira menginterupsi Sang ibu tiri. Dia tidak membela perbuatan isterinya kerana telah lancang mengganggu privasi anaknya itu.


"Oh..ya..lebih baik ibu urus siapa yang telah bekerjasama memasukkan ubat kedalam minuman Wira semalam"


"Wira tidak ingin mengerjakan ular di kediaman ini" Sambungnya lagi.


Ibu Yunita hanya mengangguk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Pak Ilham, hantar mbok Wiwin dan Ayasha ke mansion Wira sekarang. Saya akan terus ke perusahaan" Perintahnya pada sang pemandu peribadi.


"Apa dia sakit" Wira bermonolog.


"Aaahhh..sialan kamu ******!!! jerit Wira sambil memukul stering kereta. Meluapkan kemarahannya.


"Tunggu kamu ******, bukan Wira nama gue kalau lo gak terima pembalasan,, silap ko ganggu singa yang tidur" sikap tempremental muncul.


Wira merubah haluan ke suatu tempat yang jarang di jejakinya. Sebuah markas dunia gelap, berjumpa sahabat lama. Seorang yang terlibat secara sembunyi membuat perusahaannya berjaya.


Markas yang tersembunyi dan ketat prosedur memasukinya. hanya yang punya akses bisa masuk.

__ADS_1


Wira menekan kod dan membuat pengecaman cap ibu jari. Pintu ruangan terbuka. Wira di sambut beberapa pengawal mengiring Wira bertemu ketua markas.


"Ya...ya..ya..Selamat datang kawan." Pria yang mempunyai bekas luka di pipi itu memeluk erat Wira.


"Ya..gue baik aja, kamu pasti masih jelas melihat ketampananku" ucapnya ketus


"Wir..Kamu makin narsis ya..hahaha" Pria itu ketawa menepuk bahu Wira.


"Jadi, gak biasa kamu mampir ke markas. Ada apa Wir" Tanyanya berubah serius.


"Marco, Gue perlu bantuan lo bagi pengajaran buat seorang cewek. Gue gak mau tahu apa cara lo..yang penting gak bikin nama gue terlibat" ucapnya datar.


"Cewek? hahahaha..Wira..masa udah di hidang gak santap..Kamu gak mau rasa nikmat dunia? hahaha" seloroh Marco.


"Gue gak nafsu cewek modal gitu. nampak banget jalangnya"


"Lagian, nikmat dunia aku sudah punya," Ujar Wira senyum sambil mengenyit matanya.


"Bangsat lo"


"hahaha" Wira tertawa.


"Ingat Co, jangan pernah libatkan gue dalam misi ini" Ucapnya lagi.


" Ya..ya..ya..Tuan terhormat"


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2