
Sejak kedatangan Sandra ke perusahaan. Wira sering mendapati ada mengikutinya. Situasi itu membuat dia tidak bisa menemui Ayasha, walau kerinduan pada sang isteri tidak tertahan. Wira tidak ingin Sandra mengetahui perkahwinannya dengan Ayasha.
"Hai Tuan Wira" Gadis yang di tunggu telah tiba.
Wira memerhari penampilan gadis itu dengan saksama. Seksi, cantik dan good looking. Dia berharap gadis ini bisa menyelesaikan permasalahannya.
"Hai..Sila duduk" Wira mempersilakan gadis itu duduk.
"Apa Marco telah menerangkan perihal tugas kamu?" kata Wira pada gadis itu.
"Ya tuan..Tuan Marco telah jelaskan pada saya" ucapnya.
"Baguslah jika kamu sudah mengerti, pasti kan kamu jangan membawa perasaan dalam tugas ini..Dan, jangan ada sampai ada sentuhan-sentuhan yang berlebihan, aku gak mahu isteri aku salah sangka" Ujarnya terus terang.
"Omg..Tuan Wira sudah punya isteri ternyata..Tuan Marco gak bilang jika Tuan Marco punya Isteri..apa pria itu tidak mengetahuinya" Gumamnya dalam hati.
"Kamu gak perlu terkejut gitu..Aku memang udah nikah satu bulan lalu..nikah tertutup, dan Marco gak sempat aku beritahu" Ucapnya melihat keterkejutan gadis itu.
"Hem..oh..iya..baik tuan saya maklum" ujarnya.
"Apa tuan ni penilik..bisa-bisa dia tahu dalam hati gue..hihi" Gumamnya lagi.
"Jadi...nama kamu siapa?" Tanya Wira membuat lamunan gadis itu buyar.
"Tasya..nama saya Natasya Tuan" Jawabnya.
"Mulai esok, jalankan peranan kamu sebagai kekasih saya..Pastikan ia terlihat benar dan bukan lakonan, kerna saya tidak ingin rencana ini gagal..Faham?"
"B-baik tuan"
"Aya...aku merindukanmu sayang..semoga semua ini berhasil.." Kata Wira dalam hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dreett dreeet Dreett*
__ADS_1
Wira merogoh hp dari sakunya. Dia melihat pada screen layar hp nama pemanggil ialah MY WIFE. Wira mengisyaratkan untuk diam kepada Tasya.
"Hello sayang" ucapnya setelah menekan simbol menerima panggilan.
"Hello hubby..Bila hubby menemuiku.. Seminggu hubby gak pulang" ucap isteri di seberang sana. Suara yang menyembunyikan sebak.
"Sayang..hubby lagi banyak kerjaan..Jika pekerjaan aku siap, aku akan menemui mu, hubby juga sangat merinduimu" Ucapnya tidak kalah menahan rasa.
"Baiklah..Aya masuk kelas ni..hubby jaga diri..Bye" Ayasha cepat-cepat mematikan layar panggilan, memegang erat benda persegi itu pada dadanya. Sebenarnya dia tiada kelas petang itu. namun dia tidak ingin sang suami mengetahuinya tangisannya yang hampir pecah.
Dia bergegas keluar dari lobby kampus menuju kereta yang di sediakan Wira untuknya dan siap dengan pemandu.
"Non,,non pingin singgah kemana?" Tanya Pemandu itu.
Ayasha mendengus pelan, mengeluarkan sesak di dada.
"Pak Ilham..hantar saya pulang saja" Ucapnya lirih.
Pak Ilham memandang Sang atasan melalui cermin depan, dia dapat membaca raut wajah atasannya itu sedang tidak baik-baik. Pak Ilham menebak itu berkaitan dengan Tuan Wira yang telah lama tidak kelihatan menemui sang Isteri.
Ayasha yang sejak tadi menahan tangisannya akhirnya pecah.
"Hik..hik..hik..gak papa Pak ilham, Aya rindukan Tuan Wira..hik..hik" Ucapnya dalam tangis.
Ayasha yang bukan type mudah menangis tapi dalam soal cinta dia lemah.
"Non..maaf buat non sedih..udah non..Pak Ilham gak bisa diamin non..Pak ilham sedang memandu..Udah ya non" Pujuk Pak Ilham.
"Maaf pak Ilham, buat kamu khawatir..Aya gak papa.." Ucapnya sambil mengesat airmata dengan tisu. dan mengukir tersenyum paksa.
"Non sabar ya..Tuan Wira pasti akan menemui non Aya. Tuan Wira itu cinta banget pada non..Mungkin tuan ada pekerjaan yang gak bisa di tinggalkan" ucapnya memujuk Ayasha.
"Iya Pak..Aya ngerti.."
"Kasihan Non Aya..Semoga tuan segera menemui Non Aya" Gumamnya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Brakkk...
"Sial..berani beraninya gadis ini merebut Calon suami ku...Arrgggh" Teriak Sandra setelah menerima hasil penyiasatan dari orang suruhannya.
Photo mesra Wira dan Tasya bertaburan di setiap sudut apartment itu, yang telah beberapa hari ini Sandra sewa untuk menyembunyikan rencananya.
"Aku harus menemui wanita itu, Dia harus segera meninggalkan Abang Wira..Aku akan beri pengajaran jika dia masih ingin bersama Abang Wira.." Gumamnya dengan mengacak rambutnya. Dia segera mencari info gadis itu.
Setelah info mengenai gadis itu dia terima.. Dia segera membersihkan diri dan bersiap untuk kelihatan lebih cantik..dia tidak ingin kalah dari gadis itu.
"Sandra, kamu sangat cantik dan seksi pasti Abang Wira menjadi milikmu Sandra.." Di hadapan cermin Sandra memuji dirinya.
"Ayo Sandra, pertahankan milikmu" ucapnya antusias di hadapan cermin.
Dengan percaya diri dia meninggalkan apartment itu menuju ke parkir di mana kenderaan empat rodanya berada..Dia meluncur laju ke alamat yang dia perolehi dari orang suruhannya. Dia memberhentikan kenderaannya di seberang jalan rumah gadis itu.
Sandra menunggu kehadiran orang yang di cari, kerna dia mengamati penghuni rumah itu tidak ada di sana.
"Huh..kemana dia sih" gumamnya.
Beberapa minit menunggu, Sandra melihat ada sebuah kenderaan yang amat di kenali berhenti dia depan teres rumah itu. Sandra mengepal tangannya melihat Tasya keluar dari kenderaan Audi milik Wira.
"Sialan!!!!! Amarah Sandra naik ke umbun-umbun melihat kemesraan Yang di pamerkan Tasya dan Wira.
Wira pergi melajukan mobilnya setelah menghantar Tasya. Sandra yang sejak tadi sudah menahan amarahnya, dengan buru-buru keluar dari kenderaan miliknya.
"Hei kamu" Seru Sandra yang telah di kuasai amarah.
.
.
Bersambung
__ADS_1