
Apartment Dino
"Bebe..Sya.." Panggil Dino setelah sampai di apartment miliknya. Pria itu memanggil gadis yang menyita perhatiannya beberapa bulan belakang ini.
Dino melangkah menuju kamar Tasya. Mencari kelibat gadis itu.
Krekk..
Dino membuka perlahan pintu kamar dimana telah di tempat gadis itu selama sebulan ini.
"Bebe...beb..." Panggil terputus mendengar desiran air dari arah kamar mandi.
Dino tersenyum membayangkan tubuh polos tanpa sehelai Benang sosok Tasya di balik kamar mandi itu. Jiwa casanova yang punya memberontak. Walau sebenarnya dia belum melihatnya dengan nyata, membayangkan saja Dino telah merasa gelombang panas di tubuhnya. "huh..jangan gila kamu Dino" Gumamnya perlahan lalu meninggal kamar Tasya.
Beberapa minit menunggu di ruang sofa kediaman itu. Dino hanya memainkan hp miliknya untuk mengusir kebosanan. Tidak lama, kedengaran pintu kamar di buka..Dino yakin gadis yang di tunggunya telah siap.
Dino menoleh kearah Tasya. "Kamu sudah siap" Ucapnya dengan senyuman. Sejenak Dia terpukau dengan penampilan santai Tasya, namun amat manis dan imut. "Harus berapa kali aku jatuh pada pesona mu gadis nakal" ucap Dino dalam hati.
"Aku sudah siap tu...eh...sayang" Jawab Tasya. Dia harus menurut permintaan Dino untuk memanggilnya sayang. Bagi mengelak pria pemaksa itu menyosor menciumnya.
"Bebe..kamu sangat cantik" Ucap Dino merapatkan tubuhnya pada Tasya.
"Hmm..Iya..terima kasih" Jawab Tasya gugup. Jantungnya bekerja dengan laju. Tasya mengundurkan sedikit tubuhnya yang hampir menampal pada Dino.
"Ayuh kita pergi" Kata Dino sambil memegang tangan Tasya. Gadis itu hanya mengangguk dan menurut kemana arah lelaki itu membawanya berjalan-jalan.
.
.
Di kediaman Wira.
Sepasang suami isteri yang tidak lagi muda itu baru sahaja tiba di hadapan mansion mewah sang anak.
Ting tong..(bunyi loceng biasa seperti itu 🙃)
Tidak berapa lama pelayan membuka pintu utama. Pelayan mempersilakan orang tua majikannya.
"Sila masuk tuan, nyonya" Ucap hormat pelayan itu. lalu mengiringi keduanya ke sofa yang terletak di ruang utama.
"Bik..mana anak dan menantu saya?" Tanya papa Winata.
__ADS_1
"Tuan dan nona masih berada di kamar mereka tuan.. Tadi tuan Wira berpesan untuk tidak memanggilnya untuk sarapan, kerana mereka bersarapan di kamar mereka tuan" Terang pembantu itu. Dan di angguki Papa Winata. Tidak berapa lama bik Wiwin selaku ketua pelayan datang menghampiri pasangan itu.
Bik Wiwin mempersilakan Papa Winata dan Bu Yunita duduk di sofa mewah Wira. Lalu menyungguhkan minuman dan makanan yang mudah di sediakan.
"hmm Bik,.maklumkan pada tuan kamu bahawa kami sedang ingin bertemu mereka yah" Ujar Papa Winata pada Bik Wiwin.
"Baik Tuan," Jawab Baik Wiwik dengan sedikit menunduk hormat dan berlalu ke dapur untuk membuat panggilan untuk Tuan Wira.
.
.
"Sayang..makan banyak yah..biar anak Daddy dalam ini sihat dan tidak kekurangan gizi" ucap Wira dengan hati yang bahagia melihat isterinya tidak mencurigai pesanannya itu sebenarnya Dino yang belikan, dia hanya terima beres dan bawa pulang, namun Wira dengan akal-akalan tidak ingin segera pulang, melambatkan memanduannya agar tidak di curigai sang isteri. Huh...lega rasanya melihat Ayasha tidak banyak bertanya.
dreett..dreet..dreet
Wira berpaling mendengar ponselnya berdering, langsung dia berdiri dan mencapai gawai itu dan menjawabnya.
" Ya Bik?" Ucap Wira.
"Tuan,. Tuan Winata dan nyonya sedang berada di ruang tamu, mereka ingin bertemu dengan tuan dan Nona" Jawab Bik wiwin.
Wira terdiam dan mengerutnya kening. Dia merasa hairan di datangi Papanya, jika selama ini Ibu Yunita yang beberapa kali bertandang untuk memperkenalkan gadis padanya, tapi kali ini papanya datang ingin bertemu, Mimpi apa orang tua itu, pertanyaan itu dalam benak Wira.
Ayasha yang melihat reaksi Wira yang tampak berfikir panjang setelah selesai menjawab panggilan telefon segera mendekati suaminya.
"Hubby..ada apa, siapa yang datang" Tanya Ayasha. Menatap Wira menunggu jawapan.
"Papa...papa dan isterinya datang, mereka ada di bawah" Jawabnya pada Ayasha.
"Oh ya..yuk..buruan By..kita temui mereka" Ucap Ayasha dengan senang.
"Kamu sudah siap makan sayang?"
"Ya..aku sudah kenyang.." jawabnya dengan anggukan.
"sebentar, aku mahu membersihkan diri, setelah itu kita turun temui mereka" Ucapnya dengan membelai kepala isterinya. Cup..." Tunggu ya...jangan pergi tanpa aku" Wira segera masuk kedalam kamar mandi .
Dalam lubuk hati Wira dia merasa senang dengan kedatangan Papanya. Wira dapat merasakan Papanya ingin memperbaiki hubungan mereka yang telah lama renggang.
Secepat kilat Wira menyelesaikan ritual mandinya lalu segera keluar. Dia melihat pakaiannya telah tersedia. Dia tersenyum dan mencium dahi isterinya.
__ADS_1
"Thanks Sayang" ucapnya penuh cinta.
"Sudah tugas aku By" Jawab Ayasha.
Ayasha memandang Wira yang sedang siapkan diri, Dia merasa sangat bersyukur mendapat suami sebaik Wira, lelaki sempurna baginya,.Walau di awal perhubungan mereka Wira dengan brengseknya mengambil kesempatan dengan ketidakdayaan Ayasha.
"Hei..sayang...sudah-sudah melihatku..aku akui aku memang sangat tampan" Ucapan narsis Wira kembali kumat.
Ayasha tertunduk malu ketahuan mengagumi suami tampannya itu.
cup..cup..."Sayang..yuk kita turun temui papa dan Bu yunita" Wira menghulur tangan, dengan antusias Ayasha menyambut huluran tangan Wira dengan bahagia.
Kedua pasangan suami isteri itu bergandengan menuju ruangan di mana papa winata dan Bu yunita menunggu.
"Selamat pagi Papa..Bu" Seru Ayasha dengan senang.
Dengan wajah yang berbinar Papa Winata menjawab langsung berdiri meraih tubuh menantu kesayangannya itu kedalam pelukan. Wira hanya menggeleng kepala melihat sikap papanya.
"Selamat pagi sayang, kamu apa kabar? Apa cucu papa di dalam sana sihat hemm" Tanya Papa winata.
"Saya sihat Papa..Baby juga sihat" Jawabnya Ayasha lalu mencium tangan Mertuanya itu.
"Ehem...Pa..boleh lepas isteri aku..sudah peluknya..Apa papa gak mahu peluk aku? " ucap Wira.
Hap..Papa Winata meraih anak semata dan memeluknya erat.
"Maafkan papa selama ini mengabaikanmu. Papa ini bukan papa yang baik..Papa egois,jangan marah pada Papa lagi. Papa...Papa gak sanggup lagi kamu cuekin..Papa sudah tua Wira..hik..hik" Ucap Papa tersedu.
"Pa.." Lirih Wira. Hati wira bagai terhiris mendengar ucapan Papanya. Jika selama ini dia hanya diam dan hanya menurut kata Ibu Yunita tapi hari ini Wira melihat sisi lemah lelaki yang menghadirkan dia di dunia ini dengan keadaan yang rapuh.
"Maafkan Papa Wira" Sambungnya lagi.
"Pa..Wira sudah maafin Papa..sebentar lagi Wira akan jadi daddy, Wira sudah lupakan semua itu, Papa jangan rasa bersalah lagi" ucap Wira mengurai pelukan Sang Papa.
"Terima kasih anakku" Ucap Papa Winata dengan perasaan lega.
"Wira, Ibu juga mahu minta maaf dari kamu. dengan kehadiran Ibu dan Sandra, kami sudah banyak menyusahkan kamu, maafkan Ibu" Ucap Ibu Yunita.
"Bu...Papa..Wira sudah belajar lupakan itu semua..Gak perlu kita ingat lagi" Wira Benar benar melepaskan bebannya.
.
__ADS_1
.
hai