Dijerat Cinta Majikan

Dijerat Cinta Majikan
Bab 64


__ADS_3

Sebulan berlalu semenjak Dino dan Tasya rasmi hubungan mereka di tepian pantai. Sejak itu juga Tasya meminta Dino untuk membiarkan merasa tidak tinggal serumah, Tasya tidak ingin terjadi diluar kendali, memandangkan Dino terlalu insten mencumbunya tidak kira tempat. Tasya mengelak perbuatan mereka hingga berakhir khilaf keduanya. Tasya yang telah di didik dengan menjunjung tinggi maruah diri yang harus diserahkan pada suaminya setelah sah.


Dreet dreet.. Tasya berpaling kearah meja kecil yang terletak benda persegi empat itu. Tasya tersenyum melihat nama pemanggil, Dino. Hari ini saja lelaki itu telah membuat panggilan kelima kali. Tasya risih namun juga senang dengan keposesifan Dino.


"Helo" Jawab Tasya setelah menggeser ikon hijau pada paparan ponselnya.


"Bebe..kamu sudah siap, aku sudah sampai di depan rumah kamu ni" Ucap Dino.


"Oh..iya, sudah siap ni..ya sudah, aku turun temui kamu, tunggu ya" Jawab Tasya lalu memutuskan panggilan.


Dress selutut berwarna biru tua itu membuat Tasya kelihatan amat cantik dengan clutch sepadan dengan sepatu tinggi 4inci yang di kenakan Tasya, Pakaian yang siang tadi Dino kirim melalui curier terus sampai ke rumah Tasya. Dengan pesanan pada kad, agar Tasya memakainya malam ini.


Tasya berjalan menuju kenderaan Dino.


Dino bagai terpukau dengan penampilan Tasya yang baginya sentiasa memukau. Dino tersenyum menunduk dan bergegas keluar lalu memutari kenderaannya untuk membukakan pintu untuk Sang kekasih.


"Hai sayang" Sapa Tasya tersipu melihat mata Dino tidak berkedip memandangnya.


"Hai bebe..kamu sangat cantik" Dino mengambil tangan Tasya lalu menciumnya.


"Terima kasih sayang" Balas Tasya dengan pipi memerah tersipu.


Setelah Dino memastikan Tasya duduk dengan selesa di bahagian duduk penumpang, Dino terus duduk di bahagian kemudi. Dua pasang kekasih yang sedang kasmaran itu meluncur dengan laju ke destinasi yang Dino siapkan. Yah, Dino telah menyediakan tempat yang indah untuk melamar kekasihnya itu.


Tidak lama mereka sampai ke tempat tujuan. Sebuah meja yang di rias indah, di mana tempat Dino melafazkan cinta pada bulan lalu. Tasya merasa di awan-awan, dia tidak pernah berkhayal akan diperlakukan seistimewa itu.


"Ayo beb..duduk sini" Dino melepaskan gandengan tangannya lalu persilakan Tasya duduk di kerusi yang telah di persilakan sejak siang.


"Thanks sayang,. Apa ini tidak keterlaluan.?" Tanya Tasya.

__ADS_1


"Tidak ada yang keterlaluan untuk kamu bebe.. Kamu adalah insan yang amat berharga untukku" Balas Dino, sang casanova yang bertaubat.


"Kamu yakin sayang.."


"Tidak pernah seyakin ini" Ucapnya sambil mencubit hidung Tasya.


"Ushh..Sayang..." rungut Tasya.


"Kamu masih meragui aku beb, itu amat menyakitkan"


"Ok...sorry..aku percaya kamu..cup" Ucap Tasya lalu mencium dahi Dino dengan sayang.


"Beb..kamu.."


"Itu sebab kamu ngembek" Ucap Tasya terkekeh geli hati.


Dino ingin membalas perbuatan Tasya, ingin mencium Tasya ,namun di halang Tasya, kerna dia tahu Dino tidak akan pernah puas.


"Opss...maaf..sebentar..Pelayan!!" Panggil Dino.


"Tolong sedia makanannya" Perintah Dino.


"Baik tuan"


Tidak berselang lama makanan tersaji di meja mereka. Lalu sepasang kekasih itu makan dengan diiringi candaan keduanya. Hinggalah Tasya makan hidangan penutup. Tasya tergigit sesuatu yang keras. Tasya mengerutkan dahi lalu mengeluarkan dari mulut benda keras itu, lalu dia membulatkan mata terkejut.


"Sayang..." Ucap Tasya terharu.


Dino berlutut mengambil cincin diamond.

__ADS_1


"Beb..mahu kah kamu menjadi isteriku, menemani ku dan menjadi pelengkap hidupku?" Tanya Dino dengan sungguh-sungguh.


"Sayang..kamu melamar ku" Tanya Tasya terharu. " Ya tuhan, apakah aku bermimpi" Gumamnya perlahan, namun masih bisa Dino dengar.


"Kamu tidak bermimpi beb..aku serius ingin menjadikan kamu satu-satunya isteriku" Jawab Dino mantap.


"Sayang, kamu tahu, aku tidak punya siapa-siapa, sejak tamat sekolah, aku hanya memikirkan bagaimana mencari wang untuk bertahan hidup, dengan kelulusan aku yang tidak seberapa ini, bekerja sebagai kekasih bayaran itu saja yang bisa aku lakukan, dan untuk menjadi seorang isteri,aku tidak pernah bermimpi, kerna aku yakin tidak ada yang ingin menjadikan seorang kekasih bayaran sebagai isteri" Ucap Tasya terisak.


"Tidak bebe..kamu jangan berfikir sedemikian..kamu juga tahu aku tidak baik, ayuh kita perbaiki diri bersama" Jawab Dino dengan mengusap airmata yang mengalir di pipi Tasya.


"Terima kasih sayang"


"Hmm..jadi bagaimana?"


"Bagaimana apa?"


"Lamaran aku"


Tasya terkekeh, lalu menghulur tangannya.


"Mana cincinnya, ayuh sarungkan"


"Eh...hihihi..." Dino ketawa lalu menyarungkan cincin pada jari manis Tasya, lalu mengucupnya tertubi-tubi.


"I love you bebe.." ucap Dino lalu memeluk tubuh mungil Tasya.


"Love you too sayang" Keduanya larut dalam emosi yang indah. (Kak author pun iri)


.

__ADS_1


.


ucap hai sama kakak pls


__ADS_2