Dijerat Cinta Majikan

Dijerat Cinta Majikan
Bab 30


__ADS_3

Masa bergulir dengan cepat, hampir setahun hubungan Wira dan Ayasha tersimpan rapi. Kuliah Ayasha juga berjalan seperti biasa. Walau seringkali ada pria cuba mendekati dia bijak menolak dengan baik. Ayasha dikenali dengan sifat sopan dan ramah pada sesiapa membuat rakan-rakan nyaman berteman dengannya.


Ayasha memanfaatkan cuti semester untuk pulang berkunjung ke rumahnya di kampung. Sejak dia masuk kuliah Ayasha hanya bisa berkomunikasi melalui hp. Kepulangannya di hantar sang Tuan.


"Aya..jangan kelamaan di kampung" Ucap Wira sambil memandu Audi mewahnya.


"Tuan,.Aya belum sampai kampung lo" ucapnya terkekeh.


"Iya..belum sampai aku sudah rindu tau gak" Jawabnya mencapai jari Ayasha untuk di genggam. Wira mencium punggung tangan itu.


"Aya..ayo nikah!!" Ucapan Wira.


Ayasha mendengar ucapan itu jiwanya bergetar, tanpa di sedari airmatanya tumpah. Dia menangis tergugu. Wira menghentikan kenderaan di area berhenti.


Telah lama dia merancang untuk menikahi Ayasha, dia menjadikan cuti semester Kuliah Ayasha moment melamar gadis itu.


"Hei..Aya kamu kenapa, jangan buat aku takut" Wira panik melihat Ayasha menangis tersendu-sendu.


"Tuan, hik..hik..tuan gak mainkan perasaan Aya? Tuan gak bohongin aku? Tuan benar ingin nikahin aku? Tanyanya tersendu-sendu.


Selama ini dia benar-benar ingin di nikahi walau hanya nikah siri, dia tidak ingin terus melakukan dosa. Namun menyedari dia hanya pembantu dan dia tidak ingin Wira menganggap dia memanfaatkan Wira. Kerana pada asalnya mereka hanya saling menguntungkan.


"Gak..Aku serius ingin nikahi kamu" ucap Wira


"tapi pernikahan kita harus di sembunyikan. Gak papa kan?" Tanya Wira. Dia masih belum bisa mengumumkan hubungan mereka ke public. Ada masih mengganjal di hatinya.


Wira mengeluarkan cincin dari sakunya dan membukanya, terlihat sebentuk cincin indah.

__ADS_1


"Aya..ayo kita nikah" Ucapnya sungguh-sungguh.


Ayasha mengangguk. Walau bukan lamaran impiannya, dia sudah bersyukur dilamar pria di cintainya dalam diam. Pria yang mengambil keperawanannya.


"Iya..Aya mahu Tuan.." Ucapnya antusias.


"Udah nangisnya" Kata Wira mengelap pipi Ayasha yang dulu basahi airmata. Ayasha hanya mengangguk.


"Senyum dong" Pujuk Wira memasang cincin. ke jari manis gadis itu lalu mengucupnya.


Cup cup.


Melihat gadis itu sudah kembali ceria. Wira melanjutkan perjalanan mereka ke kampung Ayasha.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa!..Tuan ingin nikahi anak Bapa Ayasha?" Ucap Pak Yunus terkejut. Dia tidak menyangka tuan Wira mahu menjadi menantunya.


"Tuan gak malu memperisteri Ayasha. Kami ini dari keluarga yang susah" Pengalaman lama yang masih membekas belum bisa di lupakan. Perpisahan dengan mantan isteri kerana darjat tidak setara.


"Gak Pak, Wira juga asal susah Pak, Wira gak akan biarkan Sesiapa menghina dia" ucapnya memberikan keyakinan.


Pak Yunus menghembuskan nafasnya..Terasa berat melepaskan anak satu-satunya.


"Tapi kenapa harus disembunyikan pernikahan kalian? Pak Yunus terus berinterupsi bakal menantunya itu.


"Pak..Pernikahan kami tetap sah di mata hukum. Aya akan jadi isteri sah saya, cuma Saya belum bisa mengumumkan, kerana saya gak ingin ada menghancur kan saya lewat Aya. Tiba masa, pasti akan saya umumkan Ayasha ialah isteri saya Pak" Jelas Wira.

__ADS_1


Pak Yunus terdiam sejenak, memikirkan perkataan Wira yang masuk akal. Dia mengangguk mengerti.


"Baiklah, esok urus semua persiapan pernikahan kalian"


Wira yang deg degan bisa menghela nafas lega. Gadis kesayangannya akan menjadi isterinya. Dia mengambil hp dari saku seluar dan membuat panggilan untuk memerintahkan sang Assistant mempersiapkan majlis pernikahan sederhana mereka.


"Aya..kamu gak marah" Tanya Wira


"Tuan, kenapa harus Aya marah" Ayasha melontarkan kembali pertanyaan pada Wira.


"Acara nikah hanya sederhana. Aku janji, setelah semua aman, kita akan mengadakan acara persandingan mewah, seperti impian kamu"


"Gak papa tuan, Aya bersyukur tuan ingin. menikahi Aya" ujarnya dengan lirih.


"Masih manggil Tuan ke bakal suami emm"


"Udah nyaman kok.."


"Gak..tukarin panggilan itu"


"Tapi, " Ucap Aya.


"Malam ni mikir, mau panggil apa ke aku..oke" Wira mengenyit mata kearah Ayasha.


Ayasha hanya cemerut dengan permintaan bakal suaminya itu.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2