Dikejar Brondong

Dikejar Brondong
Maafkan aku, ibu


__ADS_3

Dan benar saja saat aku sudah berdiri di depan pintu masuk hotel, Ariel tak main-main dengan perkataannya. Aku mencari aman, melihat situasi agar aku bisa kabur darinya.


Saat mendapatkan kesempatan yang aku tunggu-tunggu, aku berlari sekencang-kencangnya menjauh dari pria gila itu. Dia mengejarku dan aku pun berlari dengan mengerahkan sekuat tenaga yang tersisa. 


Aku melihat mobil yang pintunya terbuka, juga seorang pria berjas hitam tengah asik menelepon. Aku masuk ke dalam mobilnya tanpa permisi, tentu aku lakukan untuk kabur dari cengkraman Ariel. 


Aku meringkuk dan menutup mulut menggunakan kedua tanganku, kedua mataku menutup erat agar tidak tertangkap. Tanpa sadar mobil berjalan, aku mengintip dari belakang dan menunjukkan diriku.


"Tolong antarkan aku ke jalan A!" Ucapku yang memerintahnya. 


Sontak hal itu membuat pria itu terkejut dan segera meminggirkan mobilnya, dia menoleh kebelakang memeriksa siapa yang ada di dalam mobilnya tanpa di undang. Sementara aku menunjukkan dua jari sambil berpose senyum lugu tak bersalah. 


"Iren?" 


"Eh, rupanya kamu. Maaf, aku masuk ke dalam mobilmu tanpa permisi." Aku minta maaf pada Daniel, mobil rekan bisnisku. 

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa menyelinap di mobilku?" 


"Kamu tidak mengunci pintu mobilmu, asyik dengan ponsel. Bagaimana kalau ada orang yang berniat jahat? Kejahatan muncul saat memiliki kesempatan." Tuturku yang seperti mengguruinya. 


Daniel cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang aku rasa tidak gatal. "Kebetulan kamu disini, bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu?" 


"Aku tidak tertarik jalan-jalan, aku pulang saja." 


"Baiklah." 


Sesampainya di rumah, aku segera turun dari mobil dan jalan di sisi lain untuk menghampirinya, tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Dari raut wajahnya sangat terlihat jelas kalau dia ingin ditawarkan masuk ke dalam rumahku, aku yang malas menerima tamu menolaknya secara halus. 


"Terima kasih sudah mengantarku, aku sangat lelah dan ingin beristirahat!" 


"Hem baiklah, aku pergi dulu!" 

__ADS_1


Sebenarnya aku tidak tega, tapi hari ini aku benar-benar tidak ingin diganggu oleh siapapun, dan membutuhkan waktu seorang diri masalah yang terjadi membuat ku gampang sekali berubah. Aku melambaikan tangan dan tersenyum saat dia mulai menjauh, kemudian senyum itu menghilang berubah datar dan masuk ke dalam rumah. 


Aku merebahkan diriku di atas tempat tidur, nyaman yang aku rasakan membuat pikiranku sedikit tenang. Masalah hati ini membuat suasana hatiku kacau, rasa yang bercampur menjadi satu membuatnya seperti nano-nano.


Dengan sengaja aku mematikan ponsel, pasti semua orang menghubungiku karena tidak melihat keberadaanku di rumah sakit. Aku tidak peduli, toh aku hidup untuk diriku sendiri bukan menjadi publik figur yang kerjanya menghibur orang.


"Aku benci suasana seperti ini! Lebih baik aku pergi menemui ibu."


Aku berangkat dari tempat tidur dan segera bersiap-siap untuk menemui ibu, aku tidak ingin membawa ponsel yang hanya akan mudah melacak keberadaanku. 


Di rumah sakit jiwa, aku menghamburkan pelukan pada ibu, ku tumpahkan seluruh tangisanku padanya. Aku menceritakan semua yang terjadi padaku, mengatakan keluh kesahku pada ibu yang tidak pernah aku beritahukan pada orang lain. 


"Ibu, aku lelah … aku lelah pada kehidupan yang keras ini, aku lelah berjuang sendiri. Ibu … kapan ibu akan sadar dan membalas pelukanku? Kapan ibu sadar? Karena aku sangat merindukan cinta dan juga kasihmu, ibu. Ibu, seharusnya ibu sudah sadar setelah wanita itu tiada, dia sudah mendapatkan karmanya." Aku menyeka air mata yang sudah tidak bisa lagi ku tahan, aku terisak dan aku sangat lelah dan bosan pada kehidupan ini. 


Aku membasuh kedua kaki ibu dengan sangat bersih, aku keringkan menggunakan lap dan aku cium sampai air mataku kembali menetes. Aku pernah berpikiran untuk mengakhiri hidup dan aku tidak menyangkal bahwa pikiranku saat itu sangatlah buruk, perlahan masa lalu nan kejam kembali menghantuiku hingga aku kembali berpikir untuk mengakhiri hidupku sekali lagi. 

__ADS_1


"Maafkan aku ibu, ini kali terakhir aku menjengukmu. Jaga diri ibu baik-baik karena aku sangat mencintaimu, ibu."


__ADS_2