
Hah, sekarang statusku sudah berubah. Tidak menyangka aku sudah sah menjadi istri pria yang usianya sepuluh tahun jauh di belakangku. Walaupun aku belum mencintainya dengan sepenuh hati, tapi aku tetap menghormati juga melayaninya selayaknya kewajiban istri pada suaminya.
Statusku yang sudah menikah di sambut baik oleh kedua keluarga terutama Biru dan ayah Bintang, mereka sudah memberikan tanggungan pada Ariel yang telah sah menjadi suamiku dan bahkan aku juga menyerahkan mahkotaku padanya sebelum menikah, sungguh menggelikan jika mengingat Daniel sialan itu yang ingin mempengaruhiku dengan obat perangsang, dosis yang tinggi membuatku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri.
Aku benar-benar kehilangan wajah setiap mengingat bagaimana reaksi ku yang di pengaruhi obat perangsang, memohon pada Ariel agar menodaiku. Pernikahan yang singkat dan juga tidak di rencanakan, bahkan aku berniat membatalkannya. Namun takdir berkata lain, menyatukanku dengan pria yang bahkan lebih muda atau berondong.
__ADS_1
Jadi kalian tidak perlu mencemaskan hal yang sebenarnya sudah di atur sang Pencipta, rezeki, maut, dan jodoh sudah di atur dan tidak akan pernah tertukar. Silahkan menutup kedua telinga kalian bila ada yang bertanya 'kapan nikah?' pertanyaan yang selalu saja menghantuiku bagai momok menakutkan. Saking kesalnya, sesekali aku menjawab perkataan mereka 'kapan mati?' biarlah mereka sakit hati, yang penting tetap menjaga kewarasan di dunia metropolitan.
Semenjak menikah, Ariel tak memberiku izin untuk bekerja. Menurutnya sang istri hanya di rumah melayani suami, sangat membosankan tapi aku menikmati peranku sekarang. Oh ya, aku tinggal di rumah yang di belikan Biru dan mengatakan kalau itu sebagai hadiah karena aku dan Ariel sudah menikah, adik yang menyebalkan itu sangat menyayangiku.
Tinggal di rumah mewah dan beberapa pelayan menjadi surga dunia, walau aku di rumah saja tapi aksesku sangat jauh. Adanya wifi, cemilan yang banyak, dan aku di jadikan seperti ratu olehnya. "Aku mencintaimu Ariel, walau baru mencapai setengahnya saja," gumamku yang terkikik, sambil menonton televisi dan di temani oleh beberapa cemilan.
__ADS_1
Mengenai ibu? Wanita kesayanganku itu mulai membaik, tapi belum bisa mengenaliku. Tidak masalah, yang terpenting ada perubahan yang memberikan harapan baru padaku.
Jangan tanyakan mengenai Putih, adik bungsuku itu membuat aku geli. Entah apa yang merasukinya hingga mengejar polisi tampan tapi sangat menyebalkan, aku berpikir apakah Putih katarak? Bahkan suamiku lebih tampan dari polisi itu. Aku tertawa lepas memikirkan semua ini, sambil mengisi mulutku dan tidak berhenti mengunyah seperti seekor kerbau.
Beberapa kali aku melihat Putih yang menempel seperti cicak pada polisi yang kalau tidak salah namanya Yoga, astaga … aku bisa kehilangan wajah karena ulahnya yang konyol. Aku juga tak menyangka kalau pria yang sebelumnya Putih kejar itu kembali mengejarnya, perasaan yang di abaikan membuat adik malangku itu beralih kelain hati dan di sanalah cerita cinta segi empat terjadi.
__ADS_1
Segi empat, tiga orang laki-laki yang menyukai keberadaan Putih. Namun yang sangat terlihat adalah pria sebelumnya yang seorang duda anak satu, kehilangan baru membuat arti keberadaan Putih. Aku mencoba menasehati adikku itu untuk tidak mengejar para pria bodoh di luar sana, tapi dia sangat badung dan tak mau mendengarkan. Aku ingin lihat bagaimana dia mengatasi semua pria yang pernah dia kejar, pasti kisahnya sangat menyenangkan.
Tanpa di sadari Iren, Ariel yang tengah bekerja sesekali memantau gerakan istrinya lewat Cctv yang terhubung di ponselnya. "Mengapa dia tersenyum begitu? Apa di rumah itu ada setannya?" pikirnya yang bergidik ngeri dan memutuskan pulang memeriksa keadaan sang istri tercinta.