Diorama Cinta (RaniAnggara)

Diorama Cinta (RaniAnggara)
Kenangan Manis (2)


__ADS_3

"Kak, kita mau kemana?"tanya tari yang sedang dibonceng Anggara entah kemana. Sedangkan Anggara sendiri masih saja bungkam sedari tadi. Dia sengaja tidak mau memberitahu Tari akan tujuan mereka kali ini.


"Sudah, kamu percaya sama aku, kamu pasti suka,"jawab Anggara penuh teka-teki. Hal itu membuat Tari semakin penasaran dibuatnya.


Anggara hanya tersenyum melihat wajah tari yang tampak manyun karena tidak mendapatkan jawaban darinya. Memang Anggara sengaja melakukan hal tersebut. Anggara suka melihat tari yang penasaran dibuatnya.


Setelah berkendara beberapa menit lamanya. Akhirnya tiba juga mereka di tempat yang dituju. Anggara senang melihat lokasi mereka saat ini.


"Lihat, di sana,"tunjuk Anggara ke sebuah pantai yang lokasinya paling dekat dengan lokasi rumah mereka.


Tari tidak mengerti dengan maksud Anggara. Sudah sering sekali mereka mengunjungi pantai. Kenapa juga Anggara selalu tidak ada bosannya bermain ke sana.


Anggara memarkir motornya dan segera menarik tangan Tari untuk menuju ke bibir pantai. Debur ombak di pantai sana tidaklah sebesar pantai-pantai yang lain.


Itulah sebabnya banyak orang yang mengunjungi pantai tersebut. Termasuk Anggara adalah orang yang suka bermain-main dengan debur ombak di pantai. Tari hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Anggara itu.


Sedari dulu dia selalu suka jika diajak berkunjung ke pantai. Dan Anggara juga suka menjahili tari dengan menceburkan diri gadis itu di deburan ombak yang datang ke bibir pantai.

__ADS_1


"Kamu ya!"pekik tari sambil mengejar balik Anggara yang sudah menjahilinya tersebut. Mereka berdua berkejaran di tepi pantai dan tidak menghiraukan orang lain yang banyak berjalan-jalan di sekitar sana.


Anggara justru tertawa lepas dengan sikap gemas tari terhadapnya. Tanpa disadari keduanya bermain sampai senja telah datang menghampiri malam.


Kedua remaja itu duduk di tepi pantai sambil melihat cahaya senja yang menunjukkan warna keindahannya.



Anggara duduk bersebelahan dengan Tari. Keduanya asyik memandang sang mentari yang akan masuk ke peraduannya. Anggara melirik ke arah tari yang masih asyik memandang ke ufuk barat langit.


Anggara menghela napas perlahan lalu berusaha menguatkan hatinya dan juga tekatnya. Dia sudah berniat untuk mengutarakan perasaannya kepada gadis yang selama ini dia kagumi tersebut.


"Hmm, ada apa kakak?"tanya tari sambil menoleh ke arah Anggara yang tampak gugup kala itu. Melihat wajah Anggara yang tampak tegang membuat tari mengira terjadi sesuatu yang salah dengan diri Anggara saat itu.


"Kak, kamu kenapa? Kok pucat? Apa kamu sakit?"tanya tari dengan nada khawatir. Dia tidak menyangka jika dirinya yang sedari tadi berada di sisi Anggara tidak mengetahui hal ini.


"Tidak, tari, aku baik-baik saja,"tukas Anggara sambil meraih kedua tangan tari untuk menenangkan gadis tersebut yang memandangnya dengan wajah panik sekaligus bingung.

__ADS_1


"Kakak jangan berbohong, deh, kita pulang saja kalau begitu ya,"ajak tari karena takut terjadi sesuatu dengan Anggara kalau mereka terlalu lama di sana. Namun, tangan Anggara mencegah diri tari yang hendak beranjak dari tempat dia duduk.


"Tari, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu,"ujar Anggara kali ini benar-benar memberanikan dirinya. Entah apa yang akan dikatakan oleh gadis yang ada di depannya itu. Anggara tidak peduli, dia akan tetap mengatakan perasaan yang dia sembunyikan selama ini.


Tari melihat sinar mata keseriusan dari bola mata Anggara.


"Ka...kakak, ingin bicara apa?"tanya tari dengan sedikit tergagap. Dia juga merasakan debaran yang tidak biasa terjadi di dalam dadanya. Apa yang hendak dia katakan kepadaku?


Anggara menarik napas panjangnya terlebih dahulu sebelum memulai bicaranya. Tari yang melihatnya ikutan merasa panik juga dengan gelagat yang ditunjukkan Anggara kepadanya.


Anggara menatap kedua mata tari dengan dalam. Anggara juga memegang kedua tangan tari dengan erat. Anggara sudah memantapkan hatinya untuk berkata.


"Aku menyukaimu, tari. Maukah kamu menjadi pacarku?"


***


Iklan Author

__ADS_1


Budayakan like setelah membaca dan tulis komentar kalian sebanyak-banyaknya untuk penyemangat bagi Author.


Terimakasih 😄


__ADS_2