Diorama Cinta (RaniAnggara)

Diorama Cinta (RaniAnggara)
Jika Itu yang Terbaik


__ADS_3

"Halo, Rania, selamat sore,"sapa Anggara dengan senyum manisnya. Sedangkan Rania hanya diam saja dan baru tersadar saat bik nah menyenggol tangannya.


"Non, jawab sapaannya,"ujar bik nah.


"Oh, sore juga,"jawab Rania setelah beberapa detik kemudian. Anggara hanya tersenyum manis mendengar jawaban Rania tersebut. Sedangkan bik nah yang mengerti posisi jika dirinya di sana hanya akan mengganggu keduanya untuk berbicara segera berpamitan pergi.


"Mas Anggara, saya tinggal dulu ya kebelakang,"ujar bik nah berpamitan kepada Anggara terlebih dahulu.


"Oh, iya bik,"sahut Anggara.


"Bibik mau kemana?"tarik Rania kepada sang bibik.


"Non, ini ada tamu, masak bibik tidak buatkan minuman. Sudahlah, non ajak bicara dulu ya, bibik akan segera kembali,"bisik bik nah kepada Rania lalu segera pamit undur diri. Sedangkan Rania hanya tampak menahan kesal karena sudah ditinggalkan begitu saja dengan Anggara hanya berdua.


"Emmm... apakah aku mengganggu waktu kamu Rania?"tanya Anggara karena sedari tadi tampak Rania tidak terlalu fokus dengan kehadiran dirinya.


Rania menoleh ke arah Anggara yang juga masih berdiri sedari tadi. Sungguh tidak sopan sekali dirinya dengan seorang tamu.


"Oh, maaf, silakan duduk kak,"ujar Rania mempersilakan Anggara untuk duduk.


Anggara pun merasa sangat senang dengan sambutan yang diberikan Rania kepadanya tersebut. Sungguh dia tidak menyangka jika dirinya akan dipersilakan duduk oleh Rania. Dia tadinya sudah mengira kalau saja Rania bisa mengusirnya ketika dia masih berada di pintu gerbang.


"Maaf jika aku mengganggu waktu kamu,"ujar Anggara kembali dengan nada sopan. Dia takut menyinggung perasaan Rania karena sudah datang tanpa pemberitahuan sebelumnya.


"Tidak, ada apa kakak kemari?"tanya Rania langsung pada pokok permasalahannya tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.


Anggara tahu dari nada bicara Rania tampak sekali jika dia merasa tidak nyaman dengan dirinya.


"Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih,"jawab Anggara mengatakan apa adanya. Rania sudah menduga lelaki ini pasti akan terus mendatanginya jika Rania tidak mengambil keputusan.

__ADS_1


"Aku sudah menerima ucapan itu, kak. Jadi jangan repot-repot lagi,"kata Rania dengan raut wajah yang datar. Anggara hanya tersenyum mendengar tutur kata Rania. Jelas sudah jika Rania tidak ingin berlama-lama dengan kehadiran dirinya di sana.


"Dan aku sebenarnya ingin mengatakan sesuatu kepadamu,"ujar Anggara dengan nada serius.


"Apa itu?"tanya Rania ikut penasaran dibuatnya.


"Maaf sebelumnya, jika perkataan ku ini menyinggung tentang masalah diantara keluarga kita. Kita hanya korban dari semua kejadian ini. Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa padamu. Tetapi suatu saat nanti jika kamu membutuhkan bantuan ku, aku akan datang membantumu. Aku janji padamu,"ucap Anggara dengan sungguh-sungguh.


Rania hanya menatap Anggara tanpa berkedip. Baru kali ini dia melihat secara dekat wajah salah satu keturunan keluarga Handoko. Keluarga yang sudah membuat hancur keluarganya dengan menjebloskan ayahnya ke penjara. Rania tidak menyangka jika salah satu keluarga mereka akan berjanji seperti itu kepadanya.


"Aku bisa pegang janjimu ini?"tanya Rania mencoba mengetes kesungguhan Anggara Handoko tersebut.


Anggara mengangguk pasti di hadapan Rania.


"Bisa. Aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku,"kata Anggara dengan tegas. Baiklah, Rania bisa memegang janji dari lelaki ini.


"Aku terima ucapanmu,"kata Rania sambil menghela napas panjang. Anggara tersenyum dan merasa lega dengan apa yang telah disepakatinya.


Rania mengambil kartu nama dari Anggara.


"Kalau begitu aku permisi dulu ya,"pamit Anggara tiba-tiba dan itu membuat Rania cukup terkejut. Tetapi dia membiarkan saja Anggara melakukan itu tanpa berusaha mencegahnya.


"Aku pulang ya, terimakasih sudah mau menerima ku,"ucap Anggara lalu pergi dari hadapan Rania setelah mengucapkan sebuah salam.


Anggara tahu jika Rania tidak terlalu menyukai dirinya. Maka Anggara tidak ingin berlama-lama di dekat Rania. Dia tidak mau membuat Rania merasa tidak nyaman berada di dekatnya.


Rania melihat mobil Anggara sudah mulai berjalan meninggalkan rumahnya. Bik nah yang baru kembali dengan membawa minuman dan juga camilan di piring terkejut melihat tamunya sudah pulang begitu saja.


"Lho, non, kok tamunya buru-buru pulang begitu?"tanya bik nah tidak percaya bahwa tamu majikannya sudah pergi saja. Padahal dia sudah menyiapkan minuman dan camilan.

__ADS_1


"Urusan dia sudah selesai, bik, biarkan saja,"sahut Rania kepada bik nah yang tampak kecewa karena minuman dan camilan yang dia buatkan jadi sia-sia saja.


"Waduh, bibik sudah terlanjut buatkan minuman dan juga camilan ini,"ujar bik nah mengomel di hadapan Rania. Sedangkan Rania mendengar hal itu justru hanya tersenyum.


"Biarkan saja itu, bik. Nanti Reyhan sebentar lagi juga akan ke sini. Nanti itu berikan saja kepada Reyhan,"ucap Rania memberikan solusi yang terbaik untuk minuman dan camilan yang sudah dibuat oleh bik nah.


"Ya, sudah kalau begitu, non, jadinya kan tidak mubazir,"ujar bik nah tersenyum bahagia karena merasa apa yang sudah dia buat tidak sia-sia. Rania hanya tersenyum saja melihat tingkah polah bik nah dihadapannya.


**


"Kamu sudah bertemu dengannya?"tanya Nickolas setelah bertemu dengan Anggara dirumah Nickolas. Setelah dari rumah Rania, memang sengaja Anggara datang ke rumah Nickolas.


"Ya, aku baru saja dari rumahnya. Dan aku sudah membuat kesepakatan dengannya,"kata Anggara menjelaskan kepada Nickolas.


"Maksudnya?"tanya Nickolas tidak mengerti maksud perkataan Anggara.


"Jika dia butuh sesuatu bantuan, maka aku akan melakukan itu untuknya,"jawab Anggara.


Nickolas mengerti sudah kemana arah pembicaraan anggara. Jadi itu rupanya yang dilakukan untuk Rania. Baiklah itu memang benar juga adanya. Rania pernah menolong nyawa Anggara saat itu.


"Jika aku tidak ditolong oleh Rania, mungkin aku sudah tidak bernyawa lagi,"lanjut Anggara dan perkataan nya itu dibenarkan oleh Nickolas.


"Iya, memang seharusnya kamu berbuat seperti ini,"ucap Nickolas.


Anggara mengangguk mengerti. Hanya ini mungkin cara yang terbaik untuk bisa membalas apa yang pernah Rania lakukan untuk dirinya.


***


Iklan Author

__ADS_1


Budayakan klik like setelah membaca dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya.


Terimakasih.


__ADS_2