Diorama Cinta (RaniAnggara)

Diorama Cinta (RaniAnggara)
Keguguran


__ADS_3

Seorang lelaki sedang panik berada di depan ruang IGD. Dia sedari tadi mondar mandir tak bisa tenang. Raut wajahnya pucat pasi mendengar berita sang istri yang terjatuh di kamar mandi. Dia seketika meninggalkan pekerjaannya demi kembali ke apartemen nya.


Abimanyu Pramana sedang menunggu kabar dari dokter yang sedang menangani sang istri. Apalagi asisten rumah tangganya mengatakan jika dia melihat istrinya pendarahan. Abimanyu mengusap wajahnya dengan kasar. Dia duduk di bangku rumah sakit sambil menyesali perbuatannya. Seandainya saja keributan itu tidak terjadi mungkin tidak akan seperti ini.


Sang asisten yang berada di dekatnya tidak berani berkata apa-apa. Dia tahu bahwa majikannya sangat cemas dan khawatir dengan kondisi istrinya. Dia yang berusaha membawa istri majikannya itu ke rumah sakit karena sebelumnya handphone majikannya tidak dapat dihubungi.


Abimanyu dan Anggi semalam sempat bertengkar hebat dan itu membuat Abimanyu meninggalkan apartemennya. Dia tidak mau berbuat kasar kepada istrinya tersebut. Dia juga ingin meredam emosinya. Karena itu dia mematikan handphone nya agar sang istri tidak bisa menghubunginya. Dia ingin menenangkan dirinya dan pergi menginap ke sebuah hotel.


Semalaman dia mabuk sendirian di dalam kamar hotel. Menumpahkan segala kepenatan dalam dirinya. Abimanyu benar-benar suntuk dengan segala hal yang selalu disangkutpautkan dengan masa lalunya. Dia tidka tahan dengan sindirian Anggi. Seolah-olah dia yang ingin berselingkuh darinya. Memang Abimanyu akui, dia masih mencintai Aurora. Dia seringkali merindukan adik iparnya tersebut. Tetapi bagaimanapun juga dia sudah menerima Anggi dan menjadikannya istrinya. Apakah itu belum cukup untuk Anggi? Dia tidak habis pikir apakah salah jika Abimanyu hanya ingin sekedar melihat instastory dari Aurora.


Ternyata hal itu memacu amarah dari Anggi dan permasalahannya tidak sampai di situ saja. Anggi langsung lepas kontrol bahkan menghancurkan barang-barang di sekitarnya. Abimanyu tidak bisa diam saja. Dia menjelaskan apa yang terjadi bahwa itu semua hanya salah paham. Anggi hanya terbawa perasaan saja. Tetapi istrinya itu bahkan tidak mau tahu dan mengerti dengan semua penjelasan dari Abimanyu.


Abimanyu mencoba meredam suasana dengan cara pergi dari apartemen mereka. Malam itu dia ingin tidur di luar. Agar emosi sang istri bisa mereda. Karena dia tahu kondisi yang seperti itu tidak baik untuk kesehatan istrinya yang sedang hamil muda.

__ADS_1


Akan tetapi siapa sangka jika di keesokan paginya. Dimana dirinya sedang pusing berat akibat alkohol yang semalam dia tenggak. Justru kabar buruk yang dia terima dari asisten rumah tangganya. Abimanyu seketika berlari ke rumah sakit yang telah diberitahukan oleh sang asisten rumah tangganya.


Dalam perjalanan Abimanyu berdoa semoga saja keduanya dalam kondisi yang baik. Abimanyu tidak bisa memaafkan dirinya jika sampai dia kehilangan buah hati mereka.


"Tuhan... tolong, tolong, selamatkan mereka berdua,"pinta Abimanyu sambil fokus menyetir.


...----------------...


"Tuan..."panggil sang asisten rumah tangga menyadarkan Abimanyu kalau dokter baru saja keluar dari ruang IGD.


"Dengan keluarga pasien Anggi,"panggil sang dokter.


Abimanyu yang mendengar namanya dipanggil segera berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Saya suaminya dokter, bagaimana keadaan istri saya?"tanya Abimanyu dengan tergesa-gesa. Dia sudah tidak sabar mengetahui kabar dari sang istri.


Dokter itu menghela napas sebelum menjawab pertanyaan dari Abimanyu.


"Mohon maaf, Pak. Sebelumnya saya kabarkan kondisi nyonya Anggi mengalami pendarahan. Dan itu berefek pada janin dalam kandungannya. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan janin dalam kandungannya. Tetapi sepertinya Tuhan berkehendak lain. Kami mohon maaf sekali, kami tidak bisa mempertahankan nyawa janin yang ada dalam kandungannya,"ucap sang dokter dengan raut wajah sedih.


Dunia Abimanyu seketika runtuh mendengar penjelasan dari dokter. Dia hanya diam termenung seketika. Sang dokter juga tidak bisa berkata apa-apa dan hanya berusaha menguatkan suami dari pasiennya tersebut.


"Anakku...."


...****************...


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...

__ADS_1


__ADS_2