Diorama Cinta (RaniAnggara)

Diorama Cinta (RaniAnggara)
Mabuk-Mabukkan


__ADS_3

Nickolas tampak tergesa-gesa keluar dari kamarnya setelah menerima sebuah telepon dari seseorang. Nickolas mendapat sebuah telepon yang mengabarkan jika Anggara sedang mabuk di sebuah diskotik terkenal. Entah apa yang dipikirkan oleh Anggara sehingga melakukan hal tersebut. Tetapi yang jelas Nickolas sekarang harus menjemput Anggara dari sana.


"Ayah, aku pinjam mobil ayah sebentar,"ijin Nickolas kepada sang ayah. Bhakti yang malam itu masih begadang mempelajari berkas-berkas kantor di ruangan kerjanya tampak bingung. Tidak biasanya putranya keluar semalam ini.


"Kamu mau kemana, Nic?"tanya Bhakti bingung mau pergi kemana Nickolas selarut itu. Apalagi dia ijin sambil meminjam mobil miliknya.


"Anggara mabuk di diskotik dan aku baru saja dihubungi oleh bartender di sana,"kata Nickolas menjelaskan. Bhakti begitu terkejut mendengar penuturan dari anaknya tersebut. Bagaimana bisa seorang Anggara sampai melakukan hal tersebut.


"Nak, ayah akan ikut bersamamu ke sana,"ujar Bhakti karena tidak tega membiarkan Nickolas pergi ke sana seorang diri. Apalagi setelah mendengar jika putra pimpinan perusahaan yang sedang tergeletak mabuk di sana.


"Baiklah, ayah, jika ayah berkenan,"ujar Nickolas.


"Ayo, nak,"ujar Bhakti sambil meraih jaket yang ada di punggung kursi kerjanya. Bhakti pun mengajak Nickolas bergegas menuju ke diskotik tempat dimana Anggara berada.


Dan tidak butuh waktu lama keduanya telah sampai di tempat yang telah diberitahukan oleh bartender sebelumnya.



Suasana di diskotik tersebut sangat ramai dengan gemerlap cahaya lampu berwarna-warni dan latar belakang sekitarnya berwarna gelap. Justru menambah pekat suasana di diskotik tersebut. Teriakan-teriakan kegembiraan yang terdengar dari orang-orang yang sedang asyik berdansa diiringi musik DJ yang begitu keras menghentak membuat Nickolas menjadi merasa ingin cepat-cepat pergi dari sana.


"Dimana Anggara berada?"tanya Bhakti kepada Nickolas karena dia tidak melihat keberadaan Anggara diantara banyaknya orang yang berkerumun.


"Mungkin dia berada di dekat bartender, ayah,"ujar Nickolas sesuai dengan arahan telepon yang dia terima sebelumnya.

__ADS_1


"Ayo, kita cari dia ke sana,"tunjuk Bhakti ke suatu arah. Mereka membelah banyaknya orang berkerumun. Mereka mencari keberadaan Anggara yang pastinya tidak jauh dari lokasi bartender yang menelepon Nickolas.


"Itu dia ayah,"tunjuk Nickolas kepada sosok yang sedang duduk sambil menelungkup kan wajahnya ke dalam lipatan kedua tangannya yang berasa di meja bartender.


"Astaga! Anggara, nak?"pekik Bhakti yang melihat bahwa putra sulung keluarga Handoko itu benar-benar sudah mabuk bahkan membuka matanya saja dia tidak mampu.


"Anggara, apa yang terjadi kepadamu?"tanya Nickolas meskipun dia tahu jika itu tidak mungkin dijawab oleh anggara yang sudah mabuk parah tersebut.


"Eh, Nicko,"sapa seseorang yang berada di tempat bartender. Nickolas menoleh karena mendengar namanya disebut oleh orang tersebut.


"Erwin,"balas Nickolas karena tidak menyangka dia akan bertemu temannya saat sekolah di tempat seperti itu.


"Kamu ngapain di sini?"tanya Nickolas dan dia juga melihat sepertinya Erwin menjadi salah satu pegawai di diskotik tersebut karena dia mengenakan sebuah seragam.


"Ini punya Anggara, aku tahu dia tadi sepertinya sedang ada masalah dan terus-menerus meminta minum. Aku mencoba menghentikannya tetapi dia menolak. Dan ketika aku lihat dia sudah benar-benar mabuk, maka aku mencari nomor handphone kamu di handphonenya,"ujar Erwin menjelaskan. Nickolas menerima handphone milik Anggara tersebut.


"Terimakasih ya, win, tanpa bantuanmu mungkin nasib Anggara tidak akan jelas malam ini,"ujar Nickolas dengan tulus Erwin hanya tersenyum menanggapinya.


"Ini belum seberapa daripada bantuanmu tempo hari kepadaku,"sahut Erwin yang merasa berhutang budi atas bantuan nickolas kepada keluarganya selama ini.


"Kami permisi duluan ya, nak Erwin,"ujar Bhakti yang mulai menopang tubuh lunglai dari anggara. Nickolas pun ikut juga menopang tubuh Anggara yang sudah mabuk berat tersebut.


"Win, kita pamit duluan ya,"ujar Nickolas.

__ADS_1


"Hati-hati, Nick,"ujar Erwin.


"Terimakasih buat bantuannya,"kata Nickolas kembali.


"Sama-sama,"ujar Erwin.


"Ayo, nak,"ajak Bhakti untuk membawa Anggara segera keluar dari tempat tersebut.


Ketiganya pun keluar dari diskotik. Kini mereka bertiga sudah berada di mobil dengan posisi Anggara berada di belakang seorang diri tiduran.


"Bagaimana ini yah, apakah kita akan membawa pulang Anggara, bukankan lebih baik jika dia menginap saja di rumah kita malam hari ini,"ujar Nickolas memberikan saran.


"Ayah juga berpikir begitu. Kalau dia dibawa pulang dalam kondisi seperti ini. Ayah juga mengkhawatirkan kondisi nyonya jika melihat Anggara begini,"kata Bhakti membenarkan argumen putranya.


"Baiklah, ayah, kita bawa Anggara ke rumah. Kalau nyonya Handoko bertanya, kita katakan saja jika Anggara menginap di rumah kita,"ujar Nickolas.


"Iya, ayah setuju,"jawab Bhakti sepakat dengan usulan dari Nickolas.


***


Iklan Author


Budayakan klik like setelah membaca dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Dukung terus author ya ☺️

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2