
"Baguslah kalau gadis itu buka tipe pengadu. Atau mungkin dia belum bilang karena masih kesal. Kamu kalau ada sesuatu segera kabari aku,"ujar Anggara.
"Baik, tuan muda,"ucap Nickolas kemudian dia melakukan mobilnya ke arah kantor HND TV kembali.
"Semoga saja tidak ada lagi aduan yang macam-macam setelah ini,"doa Nickolas dalam hati. Karena biasanya cewek yang mencoba mendekatinya selalu ingin menarik perhatian sang bunda dengan cara mengadu semoga saja kali ini aman dari segala aduan.
"Kalaupun dia mengadu, pastinya akan bernasib seperti biasanya,"ujar Anggara dengan menghela napas panjangnya.
"Kenapa nasib cintaku selalu saja dipersimpangan,"gumam Anggara yang masih bisa didengar oleh Nickolas. Mendengar nada keluh kesah dari sahabatnya membuat Nickolas sempat melirik Anggara dari kaca spion mobil.
"Apakah ada masalah, tuan muda?"tanya Nickolas karena melihat raut wajah Anggara yang tampak murung. Nickolas tidak habis pikir, padahal dengan jelas tadi Anggara tampak senang saat berangkat namun sekarang justru berbeda. Apakah ada sesuatu yang telah dia lewatkan tadi?
"Apa nona Rania sedang ada masalah tuan muda?"tanya Nickolas mencoba memancing pembicaraan dengan Anggara.
"Bukan dia, tapi aku sepertinya yang sedang bermasalah,"ucap Anggara kembali membuat Nickolas semakin tidak mengerti dengan maksud ucapan tuan muda Handoko tersebut.
__ADS_1
"Apa maksud tuan muda?"tanya Nickolas kembali sambil mengernyitkan alisnya.
Anggara menghembuskan napas panjangnya. Dia menatap Nickolas kali ini dengan tatapan seriusnya.
"Cintaku selalu bertepuk tangan,"jawab Anggara singkat. Penjelasan itu seketika membuat Nickolas bungkam seketika. Dia tidak berani menatap sorot mata tajam dari sang CEO. Dia mengerti arah pembicaraan tuan mudanya kali ini. Nickolas fokus kembali menatap jalan raya di depannya.
"Rania... Sepertinya dia menyukai lelaki itu. Mereka sudah merencanakan pernikahan. Aku sudah terlambat mendekatinya,"ujar Anggara dengan lirih. Dia merasakan getir di hatinya mendengar jawaban tegas dari Rania yang mengatakan jika dia juga mencintai Reyhan.
"Apakah tuan muda menyukai nona Rania?"tanya Nickolas yang tidak menyangka jika sang tuan muda selama ini menyimpan perasaan istimewa kepada gadis bernama Rania tersebut.
Anggara justru menghela napasnya panjang. Dia sendiri sebenernya juga bingung dengan apa yang dia rasakan selama ini kepada gadis tersebut. Sejak pertemuan pertama mereka dulu, hingga dipertemukan kembali setelah beberapa tahun lamanya. Kini dia merasa seperti merasakan sakit mendengar jika gadis itu dekat dengan lelaki lain.
'Kenapa selalu seperti ini. Dulu dengan Tari, aku begitu bodoh tidak menyadari perasaannya terhadap Nickolas. Dengan keegoisanku, aku justru membuat mereka terpisah seperti sekarang. Lalu apakah kali ini perasaan ku dengan Rania juga salah? Apakah dia benar-benar mencintai Reyhan? Atau mungkinkah aku yang seharusnya sadar diri dan melupakan perasaan ini? Sebelum dia berkembang menjadi tidak karuan?' gumam Anggara menasehati dirinya sendiri. Dia tidak mau terjebak dalam situasi seperti dulu lagi. Memang dia memiliki perasaan yang berbeda saat jumpa pertama kali dengan Rania. Akan tetapi, ketika semakin kesini dia semakin sadar diri dengan posisi dirinya.
Dering ponsel Anggara berbunyi. Ada panggilan dari luar negeri. Dia segera mengangkatnya.
__ADS_1
"Halo."
"...."
"Apa!!! Baiklah, aku akan segera ke sana,"ucap Anggara dengan wajah panik dan terkejut. Nickolas menangkap sesuatu yang buruk terjadi.
"Ada apa tuan muda?"tanya Nickolas.
"Segera persiapkan keberangkatan ke Singapura. Anggi mengalami pendarahan dan sekarang sedang menjalani perawatan di rumah sakit,"ucap Anggara dengan nada gelisah.
"Baik, tuan muda,"ucap Nickolas dengan melajukan mobilnya dengan cepat ke kantor. Dia harus mempersiapkan keberangkatan mereka sesegera mungkin.
Anggara mengusap wajahnya kasar.
'Ada apa lagi ini?'
__ADS_1
...----------------...
...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...