Diorama Cinta (RaniAnggara)

Diorama Cinta (RaniAnggara)
Beradaptasi


__ADS_3


Rani sudah memulai pekerjaannya di tempat barunya. Menjadi seorang sekretaris pribadi dari pimpinan perusahaan sekelas Daniswara group bukanlah hal yang patut untuk diremehkan. Pekerjaan yang dimiliki oleh Rania adalah pekerjaan yang menjadi incaran para wanita. Siapa yang tidak ingin menjadi orang kepercayaan dari pengusaha muda yang menjadi incaran para wanita di seluruh negeri ini.


Kendra Daniswara, putra tunggal dari pemilik Daniswara group. Steven Daniswara hanya memiliki seorang anak dari pernikahannya. Dan itu adalah putra satu-satunya. Sekelas Daniswara group yang memiliki nama paling bergengsi di negeri ini.


"Hai, pegawai baru ya?"tegur seorang lelaki yang baru saja menghampiri Rania. Seketika itu juga Rania bersikap hormat dengan sedikit membungkukkan badan kepada lelaki yang cukup tampan itu.


"Oh, iya pak, perkenalkan nama saya Rania Kuncoro. Saya biasa dipanggil Rania,"ucap Rania memperkenalkan dirinya dengan sopan.


"Eh...jangan memanggil aku dengan sebutan, Pak. Aku bukan atasan di sini. Pimpinan tertinggi masih belum datang. Aku asisten pribadinya, perkenalkan namaku Alvin Danendra,"ujar asisten pribadi Kendra Daniswara memperkenalkan dirinya.


"Oh...iya pak Alvin,"sahut Rania dengan sopan. Sikapnya itu membuat asisten Alvin suka karena tampak sekali Rania bukan tipe-tipe cewek yang suka menggoda pria. Itu yang menjadi penilaian utama juga dalam pemilihan seorang sekretaris untuk Kendra Daniswara.


"Eh, jangan panggil Pak dong, cukup Alvin saja. Kita akan sering bekerja sama selama kamu menduduki posisi sebagai sekretaris pribadi dari pimpinan perusahaan,"ujar Alvin sambil menunjukkan senyumannya yang manis.

__ADS_1


"Oh iya...Pak...eh...maksud saya Alvin,"kata Rania meralat panggilan untuk asisten pribadi dari pimpinan Daniswara group tersebut. Alvin Danendra hanya tersenyum kecil melihat sikap Rania tersebut. Gadis ini cukup menarik juga dan sikapnya yang natural sungguh membuat Alvin merasa nyaman.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menunjukkan kepadamu apa saja tugasmu di sini. Dan sekalian juga aku akan mengenalkanmu tempat-tempat yang akan sering kamu datangi,"ujar Asisten Alvin sambil berjalan dan meminta Rania untuk mengikuti dirinya.


Ya, pagi ini sebelum Kendra Daniswara tiba di kantornya memang Alvin Danendra sudah mendapatkan tugas sebelumnya untuk memperkenalkan tugas yang akan diemban oleh sekretaris barunya tersebut.


Asisten Alvin mengajak Rania berkeliling perusahaan dan memperkenalkannya kepada beberapa pegawai yang dalam bidang pekerjaannya akan sering ditemui oleh Rania. Dan asisten Alvin suka dengan sikap Rania selama ini. Dia adalah wanita yang sopan dan bertata Krama. Bukan seorang wanita yang akan bersikap centil dan sok berkuasa.


Setelah mereka berkeliling ke beberapa divisi yang akan sering dikunjungi oleh Rania nantinya sebagai sekretaris pribadi dari Kendra Daniswara. Rania menghapalkan betul letak dan juga beberapa divisi yang menjadi sasarannya nanti jika ada sesuatu dengan pekerjaan.


"Ini adalah tempat kerjamu,"ujar Asisten Alvin yang menunjukkan tempat dimana Rania berada. Dia berada di depan ruangan sang pemilik perusahaan tentunya. Ruangan atasannya berada tepat di samping meja mewah dari sang sekretaris.


"Jika kamu merasa ada sesuatu yang tidak dimengerti, kamu bisa bertanya langsung kepadaku. Aku akan membantumu. Jangan merasa sungkan, kamu mengerti,"ujat Asisten Alvin dengan ramah.


Rania menganggukkan kepalanya dengan antusias.

__ADS_1


"Tentu saja,"jawabnya singkat.


Asisten Alvin tersenyum senang.


"Baiklah, kamu sudah mengerti semua kan tuags yang kamu harus lakukan?"tanya Asisten Alvin sekali lagi.


"Ya, saya sudah mengerti,"sahut Rania. Dia sudah siap untuk bekerja mulai hari ini juga.


"Baiklah, kalau begitu, kita akan sambut kedatangan pimpinan di depan. Ayo Rania,"ajak Asisten Alvin sambil mengajak Rania untuk menyambut kedatangan Kendra Daniswara sebentar lagi di kantor.


Sudah menjadi kebiasaan jika sang pimpinan itu datang maka orang-orang terdekatnya akan menyambut kedatangan dirinya tentunya. Rania berjalan mengikuti langkah asisten Alvin. Penampilan Rania yang terkesan sederhana namun tetap saja menunjukkan pesonanya yang tidak biasa tersebut cukup membuat para pegawai di sana cukup iri melihatnya. Apalagi posisi yang dia dapatkan cukup berkelas dan menjadi incaran semua wanita tentunya.


"Sudah, jangan biarkan dirimu merasa terintimidasi. Kamu cukup bekerja dengan baik saja. Masalah penampilan bisa diatur setelah ini,"ujar Asisten Alvin memberikan semangatnya kepada Rania.


Sedangkan Rania hanya tersenyum mendengar ucapan penyemangat dari asisten Alvin tersebut. Ya, dia memang tidak boleh terlalu memikirkan ucapan orang lain di tempat kerjanya ini. Yang terpenting adalah pekerjaan yang dia kerjakan beres, itu sudah cukup.

__ADS_1


...----------------...


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...


__ADS_2