Diorama Cinta (RaniAnggara)

Diorama Cinta (RaniAnggara)
Aduan


__ADS_3

"Bagaimana perkembangan di Paris?"tanya Kendra dengan nada yang dingin. Alvin menengok ke arah spion mobil dan menatap tuan mudanya yang terkesan datar dari luar tetapi tetap saja perhatian akan urusan yang berhubungan dengan seseorang di Paris tersebut.


"Mereka baik-baik saja di sana,"ujar Alvin.


"Baguslah kalau begitu, kalau ada sesuatu laporkan segera kepadaku,"sahut Kendra sambil menutup Notebook yang sedang dia otak-atik sedari tadi.


"Baik,"sahut Alvin singkat, padat dan jelas. Dia tidak mau membuat Kendra kepikiran dengan segala sesuatunya.


Kembali Kendra menatap jalanan di luar mobil mewah yang dia kendarai. Dia menerawang jauh memikirkan kondisi seorang wanita yang telah dia sakiti berkali-kali fisik dan mentalnya. Perasaan sangat bersalah tentu menjadi sesuatu yang selalu menghantui dirinya. Asisten Alvin menatap kasihan ke arah sang majikan. Pria yang telah bersamanya selama ini selain sebagai atasan dan bawahan hubungan mereka sudah seperti saudara. Apalagi Kendra Daniswara adalah anak tunggal dalam keluarga Daniswara. Tentu membuat keduanya semakin dekat dan akrab.


Asisten Alvin hanya menghela napas panjangnya. Banyak kisah yang sudah Kendra Daniswara lalui dan sekarang lelaki itu justru hanya hidup dengan rasa bersalah dan penyesalan semata. Tidak ada lagi gairah untuk memikirkan rencana masa depan dalam hidupnya. Dia hanya ingin memastikan bahwa wanita yang pernah mengisi hatinya itu hidup dalam kebahagiaan. Sungguh miris sekali.


"Eh...,"sekilas Asisten Alvin melihat sosok yang tidak asing sedang berada di dalam sebuah cafe yang ada di seberang kantor Daniswara group.


Bukankah dia adalah sekretaris Rania, pikir Asisten Alvin. Lalu lelaki di sebelahnya itu bukannya CEO dari HND TV. Wow, ternyata hubungan keduanya sudah sejauh ini ya.

__ADS_1


"Kenapa?"tanya Kendra yang melihat gerak gerik aneh dari Asisten Alvin.


"Oh, itu tadi sekretaris Rania sedang makan siang bersama CEO HND TV sepertinya,"ucap Asisten Alvin menjelaskan.


"Sepertinya hubungan keduanya berjalan dengan lancar. Pantas saja tadi dia menolak ajakan kita makan siang bersama,"ujar Alvin kembali. Kendra melihat ke arah cafe sebelah yang dia lewati saat ini.


"Apakah kamu menyukai sekretaris Rania?"tanya Kendra kepada sahabatnya tersebut. Sedangkan yang ditanya hanya tertawa saja.


"Dia cantik, baik, pintar dan juga sopan. Siapa juga yang tidak suka. Tetapi sayang, aku sudah kalah cepat dengan CEO HND TV tersebut,"sahut Alvin dengan seringaiannya.


"Apa kamu berencana untuk membuatku merebut sekretaris Rania dari kekasihnya? hahahhaahaa .... aku bukan karakter yang seperti itu,"sahut Asisten Alvin sambil tertawa.


Kendra hanya mengendikkan kedua bahunya saat mendengar ucapan asisten sekaligus sahabatnya tersebut.


......................

__ADS_1


Anggara memasuki mobil yang sudah menunggunya di depan cafe tersebut dengan Nickolas yanb telah menjemputnya. Anggara tampak bahagia karena bisa menghalau rencana sang bunda yang ingin menjodohkan dirinya dengan cara kencan buta.


"Apakah bunda ada kabar menghubungimu?"tanya Anggara kepada Nickolas.


"Tidak ada tuan muda,"sahut Nickolas dengan sopan. Meskipun teman tetapi ketika mereka dalam posisi bekerja. Sikap Nickolas akan selalu formal dengan Anggara.


"Baguslah kalau gadis itu buka tipe pengadu. Atau mungkin dia belum bilang karena masih kesal. Kamu kalau ada sesuatu segera kabari aku,"ujar Anggara.


"Baik, tuan muda,"ucap Nickolas kemudian dia melakukan mobilnya ke arah kantor HND TV kembali.


"Semoga saja tidak ada lagi aduan yang macam-macam setelah ini,"doa Anggara dalam hati. Karena biasanya cewek yang mencoba mendekatinya selalu ingin menarik perhatian sang bunda dengan cara mengadu semoga saja kali ini aman dari segala aduan.


...----------------...


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...

__ADS_1


__ADS_2