
"Kenapa kamu melamun saja sedari tadi, Ran?"tanya Reyhan melihat wajah murung Rania sejak mereka belajar bersama sore tadi sampai sekarang.
Rania yang tersadar jika sedang diajak berbicara oleh reyhan hanya tersenyum saja.
"Duduklah di sini, Rey,"ajak Rania kepada teman sejak kecilnya tersebut. Reyhan pun menuruti panggilan Rania tersebut. Dia duduk di samping Rania.
"Rey, lihatlah ke sana,"ujar Rania sambil menunjuk ke arah langit malam yang sedang bertaburan bintang. Reyhan pun mengikuti arah telunjuk Rania. Reyhan juga melihat banyak bintang muncul di langit malam itu. Itukah yang sedari tadi sedang dipandangi oleh Rania.
"Bukankah indah sekali di sana,"ujar Rania sambil tersenyum memandang bintang-bintang yang sedang banyak bertebaran di langit tersebut.
Reyhan hanya tersenyum mendengar ucapan Rania. Reyhan menoleh ke arah Rania dan mendapati wajah gadis tersebut yang sedang tersenyum menatap langit.
"Kamu merindukan seseorang?"tanya Reyhan karena dia tahu Rania akan melakukan hal ini jika dia merasa merindukan seseorang.
Rania menatap ke arah reyhan dan menganggukkan kepalanya menandakan bahwa apa yang diduga Reyhan benar adanya.
"Ya, Rey, aku merindukan bunda. Aku sangat merindukan bunda,"ujar Rania dengan matanya yang berkaca-kaca.
Tanpa banyak bicara, Reyhan seketika memeluk bahu Rania dan menyandarkan kepala gadis itu di bahunya.
"Kamu bisa menangis sepuasmu,"ujar Reyhan sambil memandangi langit malam itu. Tidak terdengar sahutan suara oleh rania. Hanya suara isak tangis saja yang terdengar.
__ADS_1
Reyhan sudah menduga hal tersebut. Rania pasti sedang ada sesuatu masalah yang membuatnya sampai seperti ini. Sedari tadi Rania sudah tidak konsentrasi dalam belajar.
"Kamu bisa bercerita apa masalahmu setelah kamu puas menangis, ran,"ujar Reyhan kembali. Rania hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata-kata.
Reyhan memang bukan hanya sekedar teman masa kecil bagi rania. Tetapi Reyhan juga bisa menjadi seorang kakak yang selalu mendengar keluh kesah Rania selama ini. Hanya bersama dengan Reyhan bisa membuat Rania mencurahkan isi hatinya.
"Aku bertemu dengan dia,"ujar Rania membuat dahi Reyhan berkerut.
"Dia? Dia siapa?"tanya Reyhan bingung. Reyhan tidak mengerti dengan siapa yang dimaksud oleh Rania.
"Orang yang pernah aku tolong waktu itu, Rey,"ujar Rania. Oh, barulah sekarang Reyhan mengerti siapa yang dimaksudkan oleh Rania.
"Kemarin, aku secara tidak sengaja bertemu dengannya sewaktu aku pulang dari toko buku,"jawab Rania.
"Oh, begitu, lalu apa yang membuat kamu bersedih, ran?"tanya Reyhan kembali. Dia masih belum tahu apa yang menyebabkan Rania menjadi sesedih ini.
"Itu karena orang yang aku tolong itu adalah putra dari keluarga Handoko, Rey,"ucap Rania perlahan. Dan sungguh Reyhan terkejut mendengar cerita dari Rania tersebut. Sekarang barulah dia tahu apa yang menyebabkan Rania menjadi murung dibuatnya.
"Sudahlah, ran, bukankah kamu menolong dia dengan ikhlas juga, apakah kamu menyesal telah pernah menolong dirinya?"tanya Reyhan kepada Rania. Jawaban Rania tentu saja tidak.
"Aku tidak pernah menyesal pernah menolong dia, Rey,"sahut Rania dengan yakin. Reyhan tersenyum mendengar jawaban dari Rania tersebut. Dia tahu Rania bukan orang yang mudah menyimpan dendam.
__ADS_1
"Sudahlah, lupakan saja kalau begitu, oke,"ujar Reyhan dan Rania hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan. Reyhan hanya mengelus puncak kepala Rania dengan sayang.
"Oya, aku punya sesuatu agar kamu bisa bahagia kembali,"ujar Reyhan dan dia mengambil sesuatu di dalam tas sekolah miliknya. Rania penasaran dengan apa yang akan diberikan oleh Reyhan kepada dirinya.
"Apa memangnya, Rey?"tanya Rania dan reyhan menunjukkan sesuatu yang membuat Rania tertawa dibuatnya.
"Ayo kita bermain ini,"ajak Reyhan. Rania pun mengangguk setuju.
Melihat senyuman indah Rania membuat Reyhan kembali merasa senang. Rania memang begitu menyukai kembang api. Dan kini senyuman itu telah kembali pada diri Rania.
Semoga kamu selalu tersenyum bahagia seperti ini, Rania.
***
Iklan Author
Budayakan klik like setelah membaca dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya.
Terimakasih 💞
__ADS_1